Ada yang pernah mendengar soal Kabupaten Landak? Mendengar namanya saja, sebagian orang mungkin langsung membayangkan sebuah daerah yang dihuni oleh populasi hewan berduri tajam itu. Benarkah demikian?
Kabupaten Landak merupakan wilayah hasil pemekaran dari Kabupaten Mempawah yang resmi berdiri pada tahun 1999 di Kalimantan Barat. Pusat pemerintahan kabupaten ini berada di Kecamatan Ngabang yang juga menjadi pusat aktivitas perekonomian warga.
Kira-kira, dari manakah nama βLandakβ berasal? Apakah betul-betul dipilih karena banyak hewan landak di sana?
Asal-usul Nama Kabupaten Landak
Meskipun menggunakan kata "landak", nama kabupaten ini sebetulnya tidak merujuk pada keberadaan atau populasi hewan pengerat bernama landak. Penamaan tersebut berakar dari kondisi geografis wilayah serta catatan sejarah pada masa kolonial Belanda.
Melansir dari situs Dinkes Kabupaten Landak, konon nama "Landak" berkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Landak. Kerajaan ini berpusat di tepi Sungai Landak, sehingga namanya pun dinamakan serupa dengan sungai tersebut.
Selain itu, istilah ini juga ditafsirkan berasal dari gabungan bahasa Belanda "Lan" (pulau) dan "Dak" (suku Dayak). Versi sejarah lain mencatat bahwa para penulis Belanda pada masa kolonial biasa menulis kata Dayak dalam ejaan "Dyak" atau "Dyaker". Sementara itu, kata "Land" dalam bahasa Belanda berarti tanah, sehingga gabungan istilah "Land-Dyak" secara harfiah bermakna "Tanah Dayak".
Seiring perjalanan waktu, pengucapan istilah "Land-Dyak" oleh warga lokal mengalami pergeseran fonetis hingga populer menjadi kata "Landak". Di sisi lain, Kerajaan Landak sendiri juga sudah lama dikenal dalam naskah kuno Kakawin Negarakretagama dengan sebutan Kerajaan Landa.
Kabupaten Landak: Selayang Pandang
Kabupaten Landak memiliki luas wilayah sekitar 9.909,10 kilometer persegi. Luas daerah ini menyumbang sekitar 6,75 persen dari total keseluruhan wilayah daratan Provinsi Kalimantan Barat.
Wilayah administratifnya terbagi menjadi 13 kecamatan dan 156 desa, dengan Kecamatan Sengah Temila sebagai kecamatan terluas. Posisi Kabupaten Landak terbilang strategis karena terletak tepat di bagian tengah Provinsi Kalimantan Barat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Landak dalam publikasi yang bertajuk Kabupaten Landak dalam Angka 2026, jumlah penduduk Kabupaten Landak per 2025 tercatat sebanyak 424.472 jiwa. Sebagian besar penduduk mendiami kawasan dengan pusat aktivitas ekonomi tinggi seperti Kecamatan Ngabang dan Sengah Temila.
Mayoritas penduduk asli daerah ini adalah suku Dayak. Mereka masih menjaga kebudayaan serta tradisi lokal. Salah satu bukti peninggalan budaya fisik yang masih berdiri kokoh adalah Rumah Betang di Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila.
Di bidang ekonomi, sektor pertanian dan perkebunan menjadi tumpuan utama mata pencaharian warga Kabupaten Landak. Lebih dari 61 persen penduduk usia kerja di daerah ini menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian.
Komoditas perkebunan unggulan yang dikembangkan di daerah ini meliputi kelapa sawit dan karet. Areal perkebunan kelapa sawit membentang sangat luas dengan pusat produksi terbesar berada di Kecamatan Ngabang.
Selain mengandalkan sektor pertanian, sebagian penduduk juga bekerja di bidang manufaktur, perdagangan, dan jasa. Pertumbuhan unit usaha industri kecil di berbagai kecamatan turut memperkuat roda perekonomian lokal.
Kawan GNFI, selain namanya yang unik, Kabupaten Landak juga dikenal di daerah Kalimantan Barat karena dulunya merupakan wilayah kerajaan. Uniknya, bukti arkeologi seperti bangunan keraton sampai atribut kerajaan masih bisa dilihat saat ini.


