Distrik Mulia adalah sebuah wilayah administratif di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, yang juga menjadi salah satu kawasan permukiman terdingin di Indonesia. Di Papua, istilah "distrik" merujuk pada pembagian wilayah pemerintahan yang setara dengan kecamatan di daerah lain.
Penggunaan istilah distrik di Tanah Papua berakar dari sistem administrasi era kolonial Belanda yang terus berlanjut hingga sekarang. Wilayah ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan sekaligus ibu kota Kabupaten Puncak Jaya.
Distrik Mulia berada di ketinggian 2.448 meter di atas permukaan laut. Lokasinya berada tepat di Pegunungan Jayawijaya. Posisi geografisnya inilah yang membuat Mulia memiliki iklim terbilang cukup ekstrem.
Suhu udara harian di sini rata-rata mencapai 15 derajat Celsius pada siang hari dan bisa turun hingga 9 derajat Celsius di malam hari. Bisa dibayangkan dingin dan sejuknya kawasan ini, kan, Kawan GNFI?
Profil Distrik Mulia
Distrik Mulia memiliki wilayah seluas 268 kilometer persegi yang membawahi sembilan kampung. Sembilan kampung tersebut meliputi Pruleme, Usir, Wuyukwi, Pepera, Muliagambut, Trikora, Wuyuneri, Tuwogi, dan Birakambut.
Kampung Wuyukwi tercatat sebagai desa terluas dengan cakupan area 39 kilometer persegi. Sementara itu, Kampung Pepera menjadi wilayah terkecil yang luasnya sekitar 20 kilometer persegi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS), per 2024, jumlah penduduk Distrik Mulia mencapai 34.899 jiwa. Suku asli pegunungan tengah Papua seperti Lani, Damal, Wano, Nduga, dan Turu mendominasi populasi lokal di sana.
Masyarakat setempat mengandalkan rumah tradisional Honai tanpa jendela untuk menghalau hawa dingin yang menusuk tulang. Warga juga mendirikan bangunan berdinding semen khusus untuk fasilitas publik seperti sekolah, kantor pemerintahan, dan rumah sakit.
Untuk membantu mobilisasi, warga menggunakan Bandar Udara Mulia sebagai satu-satunya transportasi udara. Pesawat perintis melayani rute penerbangan menuju Jayapura dengan waktu tempuh sekitar satu jam.
Perkembangan Distrik Mulia
Melansir dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, sejarah Distrik Mulia berawal dari perjuangan warga Puncak Jaya yang ingin lepas dari keterisolasian. Pemerintah kemudian merespons aspirasi tersebut lewat penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 1996 pada 13 Agustus 1996.
Lalu, pemerintah melantik Drs. Ruben Ambrauw sebagai bupati pertama pada 8 Oktober 1996. Masyarakat Puncak Jaya memeringati tanggal 8 Oktober sebagai hari jadi kabupaten setiap tahunnya.
Sejak awal pembentukan kabupaten, Distrik Mulia langsung memegang peran penting sebagai pusat kegiatan birokrasi daerah. Pemerintah daerah memusatkan penataan infrastruktur dan layanan publik dari kawasan dingin ini.
Masyarakatnya memiliki moto "Yabu Eeruwok" dari bahasa lokal Dani dan Lani. Moto ini mengandung ajakan untuk bekerja bersama dalam gotong royong membangun daerah dengan cinta kasih.
Kehidupan Masyarakat Mulia
Sebagian besar warga Distrik Mulia menggantungkan hidup pada sektor pertanian lahan kering di lereng bukit. Petani mengolah ladang untuk menanam bahan pangan pokok seperti ubi jalar dan keladi.
Petani lokal juga membudidayakan kopi arabika khas pegunungan yang berkualitas tinggi. Kopi Mulia memiliki aroma dan cita rasa unik karena tumbuh di dataran tinggi berudara dingin.
Selain kopi, warga juga memanen berbagai sayuran semusim seperti cabai, kentang, kubis, wortel, dan kangkung. Masyarakat turut menanam berbagai tanaman obat biofarmaka seperti jahe, kunyit, dan serai.
Di sisi lain, sektor peternakan babi memegang peranan krusial bagi kehidupan ekonomi dan adat warga pegunungan. Selain memiliki nilai jual tinggi, ternak babi menjadi bagian utama dalam tradisi bakar batu.
Aktivitas perdagangan warga bertumpu pada pasar tradisional dan ratusan kios kelontong kecil. Beberapa kampung seperti Pruleme, Wuyukwi, dan Muliagambut menjadi pusat keramaian transaksi warga.
Sebagian penduduk lainnya meniti karier sebagai Pegawai Negeri Sipil di berbagai instansi pemerintahan. Kombinasi pertanian, perdagangan, dan birokrasi inilah yang menggerakkan roda ekonomi di Distrik Mulia.


