Grand Hotel De Djokja meraih penghargaan Best Indonesian Heritage Hotel dari Exquisite Media. Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen hotel yang telah beroperasi sejak 1911 dalam merawat bangunan bersejarah di kawasan Malioboro, Yogyakarta.
Selama 115 tahun, hotel ini telah melewati berbagai perubahan zaman, termasuk pergantian nama yang mengikuti perjalanan sejarah Indonesia.ย
Keberadaannya menjadi bagian dari perkembangan kawasan Malioboro sekaligus menyimpan jejak perubahan sosial dan sejarah Yogyakarta.
Menyaksikan Perubahan Nama dan Zaman
Didirikan pada 1911, Grand Hotel De Djokja telah menggunakan sejumlah nama sepanjang perjalanannya. Hotel ini pernah dikenal sebagai Asahi Hotel, Hotel Merdeka, Hotel Garuda, Hotel Natour Garuda, Hotel Inna Garuda, hingga Grand Inna Malioboro.
Hotel tersebut kemudian kembali menggunakan nama Grand Hotel De Djokja untuk merefleksikan akar sejarahnya. Pergantian nama itu menandai babak berbeda dalam perjalanan hotel, yang turut berkaitan dengan perubahan kondisi politik dan sosial Indonesia.
Lokasinya di Malioboro membuat hotel ini menjadi bagian dari kawasan yang berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, dan pariwisata Yogyakarta. Keberadaan bangunan bersejarah di kawasan tersebut juga memperlihatkan bagaimana warisan arsitektur dapat bertahan ketika kota terus mengalami perubahan.
Penghargaan dari Exquisite Media menjadi pengakuan atas upaya pengelolaan hotel yang mengedepankan pelestarian nilai sejarah. Pengakuan tersebut sekaligus membawa tanggung jawab untuk mempertahankan karakter bangunan dan menjaga keterkaitannya dengan identitas kota.
General Manager Grand Hotel De Djokja, Andreas Kahl, mengatakan pengelolaan hotel bersejarah membutuhkan komitmen untuk menjaga warisan masa lalu sekaligus memenuhi kebutuhan pengunjung masa kini.
โDi bawah naungan InJourney Hospitality dan brand The National Heritage Collection, kami membawa tanggung jawab untuk terus menjaga warisan bersejarah ini dengan penuh kesungguhan,โ ujar Andreas.
Ia menambahkan, perawatan bangunan dan penghormatan terhadap nilai sejarah menjadi bagian dari upaya mempertahankan relevansi hotel bagi generasi mendatang.
โSetiap upaya merawat bangunan, menghormati nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, dan menghadirkan pengalaman bagi para tamu merupakan bagian dari komitmen kami agar warisan ini tetap bermakna bagi generasi mendatang,โ katanya.
Menggabungkan Sejarah
Selain mempertahankan identitas sejarah, Grand Hotel De Djokja menawarkan pengalaman menginap yang memadukan karakter bangunan klasik dengan fasilitas modern. Hotel ini menyediakan kamar Heritage, termasuk Soedirman Suite, yang dirancang untuk menghadirkan kenyamanan sekaligus memperkenalkan unsur budaya Yogyakarta.
Pengalaman kuliner menjadi salah satu bagian dari layanan tersebut. Restoran ROSO menyajikan sarapan melalui pilihan menu ร la carte dan prasmanan, termasuk menggunakan heritage trolley. Tamu juga dapat menikmati teh Jawa dari Sila, racikan minuman khusus, dan kopi tubruk saat menikmati afternoon tea.
Untuk bersantai pada malam hari, Djati Lounge menyediakan pilihan koktail dan kudapan ringan. Sementara itu, layanan butler membantu tamu mengatur kebutuhan selama menginap, termasuk pengalaman yang sesuai dengan preferensi masing-masing.
Hotel juga menyediakan pengalaman berkeliling menggunakan andong khas yang terinspirasi dari kereta tradisional awal abad ke-20. Tamu dapat mengikuti tur sejarah hotel setiap hari pukul 16.00 atau mengatur tur privat melalui butler.
Rangkaian layanan tersebut menjadi bagian dari pendekatan hotel dalam memperkenalkan sejarah melalui pengalaman langsung. Pengunjung dapat mengenal perjalanan bangunan sekaligus menikmati suasana Malioboro dan budaya lokal.


