kisah putri bungsu dan telur elang cerita rakyat dari lampung - News | Good News From Indonesia 2026

Kisah Putri Bungsu dan Telur Elang, Cerita Rakyat dari Lampung

Kisah Putri Bungsu dan Telur Elang, Cerita Rakyat dari Lampung
images info

Kisah Putri Bungsu dan Telur Elang, Cerita Rakyat dari Lampung | Magnific AI


Ikuti GNFI di WhatsApp

Ada sebuah cerita rakyat dari Lampung yang berkisah tentang putri bungsu dan telur elang. Cerita rakyat ini menceritakan tentang seorang putri bungsu yang mendapatkan balasan atas kebaikannya.

Bagaimana kisah lengkap dari cerita rakyat Lampung tersebut?

Kisah Putri Bungsu dan Telur Elang, Cerita Rakyat dari Lampung

Dikutip GNFI dari buku Letti S. dan Maman S. Mahayana yang berjudul Cerita Lisan Rakyat Lampung Way Kanan, alkisah pada zaman dahulu hiduplah seorang raja yang memiliki tujuh orang anak. Ketujuh anaknya tersebut merupakan perempuan.

Sayangnya, enam dari tujuh putrinya memiliki kebiasaan buruk. Mereka dikenal sangat rakus dan menghabiskan apa saja yang ada di hadapannya.

baca juga

Untungnya, putri bungsunya memiliki sifat berbeda. Dirinya terkenal sederhana dan selalu bersikap baik pada siapa saja.

Kerakusan para putrinya ini akhirnya membuat sang raja gusar. Dia pun membicarakan hal itu pada permaisurinya.

Muncul niat sang raja untuk membuang para putrinya itu. Namun di tidak tahu cara yang tepat agar bisa melakukan hal tersebut dengan baik.

Sang permaisuri pun memberikan sebuah ide pada sang raja. Dia berkata akan menanam timun di atas sumur yang dalam.

baca juga

Nantinya timun itu akan tumbuh menjalar di atas sumur. Jika buah timunnya sudah masak, maka dia akan menyuruh keenam putrinya untuk mengambilnya.

Dengan demikian, bisa saja mereka terjatuh dalam sumur dalam tersebut. Nantinya mereka akan terjebak di sana selamanya.

Sang raja setuju dengan ide permaisurinya. Mereka pun menjalankan ide tersebut dengan segera.

Beberapa waktu kemudian, timur yang mereka tanam sudah mulai berbuah. Sang raja pun menyuruh keenam putrinya untuk mengambil buah timun tersebut.

baca juga

Putri bungsu sebenarnya tidak disuruh oleh sang raja. Sebab dia masih menyayangi anaknya yang baik hati tersebut.

Hanya saja keenam kakaknya tetap mengajak putri bungsu untuk ikut bersama. Akhirnya mereka pun pergi ke sumur untuk mengambil buah timun.

Begitu tiba di sana, keenam kakaknya langsung tergiur dengan buah timun itu. Mereka pun langsung berebut agar bisa mengambil buah paling banyak.

Benar saja, keenam putrinya itu terjatuh ke dalam sumur. Untungnya putri bungsu bersedia membantu mereka ke atas sumur.

baca juga

Ketika hendak kembali pulang, putri bungsu sadar maksud sang ayah sebenarnya. Sang raja tidak ingin lagi putri-putrinya ada di istana karena sifat rakus mereka.

Putri bungsu pun menyampaikan hal ini pada keenam kakaknya. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dari istana dan tinggal di sebuah kampung yang ada di pinggir kerajaan.

Mereka mendirikan tujuh gubuk yang berdiri berdampingan. Setiap hari mereka pergi ke hutan untuk mencari keperluan makanan.

Pada suatu hari, datang seekor burung elang di sana. Dia berniat untuk meninggalkan telurnya di gubuk para putri raja tersebut.

baca juga

Awalnya burung elang ini datang ke gubuk putri sulung. Dia pun menyampaikan niat untuk menitipkan sebuah telur di sana.

Namun putri sulung menolak permintaan itu. Hal yang sama juga dilakukan oleh putri kedua hingga keenam.

Setelah itu, burung elang ini mendatangi putri bungsu. Untungnya, putri bungsu bersedia memenuhi permintaan burung elang tersebut.

Akhirnya burung elang itu menitipkan telurnya di sana. Hanya saja ukuran telurnya sangat besar dari pada umumnya.

baca juga

Tidak lama kemudian, telur itu menetas. Ajaibnya, bukannya burung elang, dari telur itu justru keluar seorang pemuda yang tampan.

Akhirnya putri bungsu pun menikah dengan pangeran tersebut. Mereka pun hidup bahagia bersama dan putri bungsu mendapatkan balasan atas sifat baiknya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.