Rini Arianti dari Pangkalpinang, Bangka Belitung, menempuh perjalanan yang panjang hingga akhirnya berhasil menjadi peneliti di University of Debrecen, Hungaria.
Di laboratorium kampus tersebut, dia berkonsentrasi pada bidang ilmiah yang tampaknya sederhana namun menimbulkan banyak pertanyaan mendasar, yaitu cara sel lemak bekerja dan komponen yang mempengaruhi fungsinya pada tubuh manusia.
Bagi Rini, dunia penelitian lebih dari aktivitas laboratorium biasa. Setiap pertanyaan ilmiah dilandasi oleh proses yang panjang, mulai dari pemahaman dasar biokimia, pengembangan penelitian, hingga menyampaikan hasil penelitian kepada komunitas ilmiah internasional.
Melalui perjalanan tersebut, kolaborasi riset juga berhasil dibangun bersama akademisi dunia, seperti dari Harvard University dan University of Copenhagen.
Jejak Akademik dan Kiprah Riset di Hungaria
Ketertarikan Rini pada dunia sains dibentuk sejak menempuh pendidikan sarjana Biokimia di Institut Pertanian Bogor (kini IPB University) hingga lulus pada 2012. Studi magister kemudian dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada hingga diselesaikan pada 2015.
Dua tahun berselang, Beasiswa Stipendium Hungaricum dari Pemerintah Hungaria diperoleh olehnya untuk menempuh jenjang doktoral di University of Debrecen.
Setelah mendapatkan gelar doktor, dia bekerja sebagai peneliti di Departemen Biokimia dan Biologi Molekul di Fakultas Kedokteran Universitas Debrecen. Rini berkonsentrasi pada biologi jaringan adiposa, juga dikenal sebagai jaringan lemak, terutama sel adiposit, yang memainkan peran penting dalam metabolisme tubuh.
Orang biasanya menganggap jaringan lemak hanya sebagai tempat penyimpanan energi. Meskipun demikian, sel-sel di dalamnya melakukan fungsi biologis yang lebih kompleks. Rini memilih untuk mempelajari cara zat besi masuk ke dalam sel lemak manusia.
Pada pertemuan European Iron Club 2025 di University of Innsbruck, Austria, penelitian tentang transportasi zat besi dalam sel lemak berhasil menunjukkan komitmen internasional. Rini bertemu dengan para ilmuwan dari seluruh dunia yang berkonsentrasi pada metabolisme dan biologi zat besi.
Dukungan finansial yang signifikan didapatkan Rini pada 2023 berupa hibah penelitian dari Pemerintah Hungaria bernilai sekitar Rp1,5 miliar untuk riset jaringan lemak manusia. Berkat dedikasinya, posisi research associate serta penghargaan keunggulan riset melalui Egyetemi KutatΓ³i ΓsztΓΆndΓj Program berhasil diraih pada 2026.
Kolaborasi Internasional dan Pembentukan ADIPOCYTEAM
Selama enam tahun terakhir, nama Rini telah digunakan dalam lebih dari dua puluh artikel ilmiah. Dengan dukungan dana perjalanan dari organisasi ilmiah seperti EMBO, FEBS, dan Hungarian Biochemical Society, publikasi hasil penelitian kolaboratif dari ilmuwan dari Harvard University dan University of Copenhagen akan diterbitkan dalam jurnal bergengsi Nature Metabolism dan Science.
Di tengah kesibukan meneliti, kelompok riset bernama ADIPOCYTEAM didirikan oleh Rini bersama sejumlah peneliti senior. Kelompok ini difokuskan pada penelitian sel adiposit, yang mana kegiatannya tidak hanya berpusat pada eksperimen laboratorium, tetapi juga pendampingan mahasiswa.
Saat ini, sebanyak tiga mahasiswa doktoral, dua mahasiswa magister, dan delapan mahasiswa sarjana berada di bawah bimbingannya. Pertukaran gagasan serta pendampingan secara berkelanjutan diyakini oleh Kawan GNFI sebagai kunci utama agar riset dapat terus berkembang melalui kerja kolektif.
keterikatan dengan dunia akademik di tanah air pun tetap dipelihara dengan baik. Kolaborasi penelitian dijalin bersama beberapa perguruan tinggi nasional, seperti IPB University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Jember, dan Universitas Tanjungpura.
Selain menghasilkan karya ilmiah bersama, kesempatan mengajar sebagai dosen tamu secara daring dilakoni olehnya untuk membagikan perkembangan riset terbaru kepada mahasiswa di Indonesia.
Bekal dan Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda
Sebelum berkarier di kancah internasional, pengalaman mengajar sempat dijalani oleh Rini di Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Poltekkes Pangkalpinang, Universitas Bangka Belitung, dan Akademi Kebidanan Bangka Belitung. Pengalaman di tanah kelahirannya tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang karier akademiknya.
Bekal kemampuan bahasa Inggris yang terasah sejak sekolah dasar menjadi modal berharga saat memasuki lingkungan akademik internasional. Sosok Mr John selaku pendiri Tidar diingat olehnya sebagai figur yang memberi dorongan awal agar berani berkomunikasi dalam bahasa asing. Kebiasaan tersebut terus dipraktikkan hingga studi doktoral berhasil diselesaikannya.
Kini, kehidupan sebagai peneliti dijalani Rini di Debrecen bersama suaminya, Dr. Abdelmalek Taoutioui, seorang ilmuwan bidang informasi kuantum asal Maroko lulusan Sorbonne University. Meski menetap di Eropa, perhatian Rini terhadap kemajuan pendidikan di daerah asalnya tidak pernah pudar.
Harapan besar disimpan olehnya agar anak-anak muda di Bangka Belitung, khususnya perempuan, tidak ragu untuk mengejar cita-cita di bidang sains. Pengalaman hidupnya membuktikan bahwa asal daerah maupun latar belakang seseorang tidak boleh dijadikan batasan untuk terus berkembang dan berkiprah di tingkat global.


