Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengukuhkan 5 Peneliti Ahli Utama sebagai Profesor Riset dalam Sidang Terbuka yang digelar di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Momentum ini menjadi pembuktian nyata atas dedikasi para peneliti dalam menghasilkan berbagai inovasi strategis demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Berbagai temuan berharga disampaikan oleh para pakar dari disiplin ilmu yang beragam. Mulai dari pengembangan material implan medis, teknologi pengeringan kayu yang ramah lingkungan, pemanfaatan nuklir untuk obat herbal, penguatan sistem keuangan mikro, hingga penggunaan enzim dari biodiversitas lokal untuk pemulihan lingkungan tercemar.
Implan Tulang Biodegradable Berbasis Magnesium
Inovasi di bidang kesehatan dihadirkan oleh Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Komposit dan Bio Material, Iwan Setyadi. Ia menyampaikan orasi ilmiah mengenai inovasi material komposit biodegradable berbasis logam magnesium yang dirancang khusus untuk implan tulang traumatik.
Material komposit magnesium-karbonat apatit (MgβCAp) tersebut memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal. Implan ini dirancang untuk menopang struktur tulang pada fase awal penyembuhan, kemudian terdegradasi secara bertahap dan terkendali dalam tubuh. Dengan demikian,Β pasien diharapkan tidak perlu menjalani operasi lanjutan untuk pengangkatan implan.
Gelar doktor bidang Teknik dari Departemen Teknik Metalurgi & Material Universitas Indonesia berhasil diraih oleh Iwan pada tahun 2021. Menurutnya, pendekatan terpadu yang mencakup formulasi, fabrikasi, rekayasa permukaan, hingga pengujian biologis sangat dibutuhkan agar material memiliki kekuatan mekanik memadai dan laju degradasi yang selaras dengan penyembuhan tulang.
Teknologi Pengeringan Kayu Berbasis Energi Terbarukan
Dari sektor industri kehutanan, Efrida Basri menyoroti pentingnya efisiensi energi melalui pemanfaatan energi surya dan biomassa. Peneliti Ahli Utama Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material ini memaparkan strategi modifikasi kayu guna meningkatkan kualitas produk kayu cepat tumbuh.
Penggunaan limbah biomassa seperti serbuk gergaji, serpihan kayu, dan ranting dinilai mampu menekan biaya operasional pengeringan sekaligus mengurangi ketergantungan industri pada energi fosil. Pendekatan ini sekaligus membuka peluang besar bagi penerapan prinsip ekonomi sirkular di sektor industri kayu.
Gelar Doktor bidang Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan dari IPB University diraih oleh Efrida pada tahun 2025. Disebutkan olehnya bahwa kolaborasi erat antara industri dan akademisi, dukungan regulasi, serta standardisasi mutu sangat diperlukan untuk memperluas jangkauan implementasi teknologi ramah lingkungan ini.
Radiasi Pengion untuk Kualitas Obat Bahan Alam
Pemanfaatan teknologi nuklir untuk meningkatkan mutu obat herbal dipaparkan oleh Hendig Winarno. Peneliti Ahli Utama Organisasi Riset Tenaga Nuklir tersebut menjelaskan manfaat teknologi radiasi pengion dalam menjaga keamanan Obat Bahan Alam (OBA).
Teknologi seperti sinar gamma, berkas elektron, dan sinar-X digunakan sebagai metode dekontaminasi efektif tanpa menaikkan suhu secara signifikan maupun meninggalkan residu kimia. Dengan dosis yang terukur tepat, kualitas senyawa bioaktif penting seperti kurkuminoid, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri tetap dapat dipertahankan secara maksimal.
Lulusan doktor bidang Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan IPB University tahun 2025 tersebut menegaskan bahwa penerapan teknik ini memerlukan optimasi dosis dan validasi proses yang ketat agar daya saing serta keamanan produk herbal nasional dapat terus meningkat di pasar global.
Inklusivitas Program Kredit dan Keuangan Mikro
Di bidang ekonomi, Agus Eko Nugroho menyoroti dinamika pasar keuangan mikro Indonesia. Peneliti Ahli Utama Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat ini menyampaikan hasil kajian empiris yang telah dilakukannya selama 20 tahun.
Pentingnya pemahaman terhadap kompleksitas karakteristik lembaga keuangan mikro serta pola persaingan pasar ditekankan oleh peraih gelar Ph.D. dari School of Economics and Finance, Curtin University tersebut. Penyaluran kredit bersubsidi melalui perbankan diimbau agar tetap memperhatikan keberlanjutan lembaga keuangan mikro lokal.
Ditegaskan oleh Agus bahwa pengabaian terhadap prinsip-prinsip inklusivitas dan segmentasi pasar dapat menjadi hambatan utama bagi pemerintah dalam menciptakan industri keuangan mikro yang sehat, inklusif, dan berdaya saing tinggi bagi para pelaku usaha mikro dan kecil.
Enzim Lakase dan Biodiversitas untuk Bioremediasi
Solusi pemulihan lingkungan tercemar dipaparkan oleh Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Mikrobiologi Terapan, Dede Heri Yuli Yanto. Ia memanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia untuk memproduksi enzim lakase sebagai agen bioremediasi berbasis organisme hidup.
Riset ini dikembangkan melalui teknik imobilisasi dan sistem lakase-mediator untuk mendegradasi serta mendetoksifikasi limbah berbahaya, khususnya dari industri tekstil dan petrokimia. Pendekatan metabolomik dan molekuler turut digunakan demi memastikan proses pemulihan lingkungan berjalan aman, adaptif, dan berkelanjutan.
Gelar Doktor bidang Applied Bioresource Sciences dari Ehime University, Jepang, berhasil diraih oleh Dede. Diterangkan olehnya bahwa aplikasi enzim lakase berpotensi diperluas ke berbagai sektor seperti industri kertas, pangan, hingga biosensor demi mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals).


