lapis legit masuk daftar kue terbaik dunia versi tasteatlas sajian hasil akulturasi kuliner eropa - News | Good News From Indonesia 2026

Lapis Legit Masuk Daftar Kue Terbaik Dunia Versi TasteAtlas: Sajian Hasil Akulturasi Kuliner Eropa

Lapis Legit Masuk Daftar Kue Terbaik Dunia Versi TasteAtlas: Sajian Hasil Akulturasi Kuliner Eropa
images info

Lapis legit | ScribblingGeek/WikimediaCommons


Ikuti GNFI di WhatsApp

Ada Kawan GNFI yang doyan lapis legit? Sajian kue basah legendaris ini lumrah ditemukan saat perayaan hari raya, mulai dari Imlek, Idulfitri, sampai Natal. Sesuai namanya, rasanya yang manis dan legit serta aromanya yang wangi membuat banyak orang menyukai kue satu ini.

Kelezatan lapis legit tidak hanya diakui masyarakat Indonesia saja. Baru-baru ini, TasteAtlas menerbitkan daftar kue terbaik di dunia, di mana lapis legit masuk di dalamnya.

Daftar 100 Best Cakes in the World ini dibuat berdasarkan ribuan ulasan penikmat kuliner dunia yang telah diverifikasi. Pemeringkatan tersebut menyoroti keautentikan rasa serta nilai warisan budaya kuliner tiap negara.

Kira-kira, ada di peringkat berapa sajian lapis legit yang lezat ini?

baca juga

Daftar 10 Kue Terbaik di Dunia Versi TasteAtlas

Melansir dari situs resmi TasteAtlas, di bawah ini adalah 10 kue terbaik di dunia berdasarkan ulasan penikmat kuliner di dunia:

  1. Pรฃo de Lรณ de Ovar (Portugal) โ€“ Skor: 4.4
  2. Kladdkaka (Swedia) โ€“ Skor: 4.4
  3. Gazta Tarta / Basque Cheesecake (Spanyol) โ€“ Skor: 4.3
  4. Marcinek (Polandia) โ€“ Skor: 4.3
  5. Valaลกskรฝ Frgรกl (Ceko) โ€“ Skor: 4.3
  6. Sernik (Polandia) โ€“ Skor: 4.3
  7. Medovik (Rusia) โ€“ Skor: 4.3
  8. Karpatka (Polandia) โ€“ Skor: 4.3
  9. Kouign-Amann (Prancis) โ€“ Skor: 4.2
  10. Tres Leches Cake (Nikaragua) โ€“ Skor: 4.2

Kawan GNFI, lapis legit memang tidak masuk dalam peringkat 10 besar. Dalam data TasteAtlas, lapis legit berada di peringkat ke-70 dari 100 kue yang dinilai. Lapis legit mendapatkan skor 3.9 dari 5.

Kue yang memiliki banyak lapisan tipis ini memiliki teknik masak yang rumit. Proses masaknya bisa memakan waktu berjam-jam untuk satu loyangnya karena proses pembuatannya dilakukan secara manual dan bertahap lapis demi lapis.

Selain lapis legit, kue lapis juga masuk ke dalam daftar kue terbaik di dunia. Kue lapis merupakan jajanan tradisional yang terbuat dari tepung beras dan tepung tapioka. Berbeda dengan lapis legit yang dipanggang di oven, lapis biasa dibuat dengan cara dikukus.

baca juga

Sejarah Lapis Legit: Makanan Hasil Akulturasi Kolonial

Sejarah lapis legit berakar dari masa kolonial Belanda di Indonesia ratusan tahun silam. Kudapan ini lahir dari adaptasi kue Eropa bernama spekkoek yang dibawa orang Belanda.

Masyarakat lokal memodifikasi resep spekkoek dengan menambahkan racikan rempah-rempah khas Nusantara. Tambahan kayu manis, kapulaga, cengkih, dan bunga pala menghadirkan aroma harum serta cita rasa manis khas Indonesia.

Secara etimologi, nama spekkoek merujuk pada pola lapisan kue yang menyerupai lemak babi. Namun, masyarakat lokal menamainya lapis legit karena bentuknya yang berlapis-lapis serta rasanya yang sangat manis dan gurih.

Kawan GNFI, proses pembuatan lapis legit sangat rumit dan membutuhkan kesabaran tinggi karena adonan kuning telur dan mentega dipanggang selapis demi selapis. Umumnya, lapis legit terdiri dari 18 lapisan atau lebih yang matang secara sempurna.

baca juga

Lapisan kue yang rapat melambangkan keharmonisan, kesabaran, serta kebersamaan dalam keluarga. Pada perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa menganggap banyaknya lapisan kue sebagai doa agar rezeki berlipat ganda.

Rumitnya proses memasak lapis legit membuat kue satu ini dihargai cukup mahal. Bahkan, pada beberapa jenama lapis legit terkenal yang menggunakan bahan-bahan premium, harganya bisa menembus Rp500.000 hingga jutaan rupiah tergantung ukuran.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.