Tahukah Kawan GNFI jika rute terjauh penerbangan domestik di ASEAN ternyata ada di Indonesia? Rute terjauh penerbangan dalam negeri di Indonesia saat ini adalah JakartaโJayapura.
Penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng menuju Bandara Sentani di Jayapura ini membentang sepanjang 3.794 kilometer. Penerbangan tersebut membutuhkan waktu tempuh rata-rata 5 jam 20 menit hingga 5 jam 25 menit.
Hal ini menunjukkan betapa luasnya wilayah Indonesia yang membentang dari barat hingga timur.
Daftar Penerbangan Domestik Terjauh di ASEAN
Data SeasiaStats, berikut adalah daftar penerbangan domestik terjauh di ASEAN berdasarkan jaraknya:
- Indonesia: Jakarta โ Jayapura (3.794 km)
- Malaysia: Kuala Lumpur โ Tawau (1.830 km)
- Thailand: Chiang Mai โ Hat Yai (1.332 km)
- Vietnam: Hanoi โ Phu Quoc (1.245 km)
- Filipina: Manila โ General Santos (1.046 km)
- Myanmar: Yangon โ Myitkyina (956 km)
- Laos: Luang Prabang โ Pakse (653 km)
- Kamboja: Siem Reap โ Sihanoukville (308 km)
Kawan GNFI, tiga negara ASEAN lainnya, yaitu Brunei Darussalam, Singapura, dan Timor Leste, tidak memiliki layanan penerbangan komersial domestik. Luas wilayah daratan yang relatif kecil membuat transportasi udara domestik di ketiga negara tersebut tidak diperlukan.
Jauhnya Jarak Jakarta ke Papua
Jarak lintasan udara dari Jakarta menuju Jayapura sejauh 3.794 kilometer merupakan angka yang sangat fantastis untuk skala rute domestik. Jika dibandingkan dengan rute internasional di benua lain, penerbangan ini bahkan melampaui jarak dari Paris di Prancis menuju Moskow di Rusia yang berjarak sekitar 2.480 hingga 2.486 kilometer.
Penerbangan antara Paris dan Moskow melintasi beberapa negara Eropa dengan waktu tempuh sekitar 3 jam 50 menit. Sementara itu, penerbangan Jakarta menuju Jayapura berada sepenuhnya di dalam satu negara yang sama.
Uniknya lagi, jarak Jakarta ke Jayapura lebih jauh ketimbang penerbangan internasional dari Jakarta menuju Hong Kong. Luar biasa, bukan?
Mengapa Harga Tiket Pesawat Domestik Cenderung Mahal?
Sudah menjadi rahasia umum jika harga tiket pesawat rute domestik sangat mahal. Bahkan, tak sedikit masyarakat yang memilih untuk menggunakan rute internasional seperti dari Kuala Lumpur untuk menuju daerah yang dituju di Indonesia.
Dr. Suranto, M. Pol., Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam keterangannya di umy.ac.id, menjelaskan beberapa alasan mahalnya tiket penerbangan domestik.
Ada tiga faktor utama yang menyebabkan harga tiket tinggi, yakni Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dibebankan pada tiket pesawat dan avtur. Hal ini berbeda dengan penerbangan internasional yang tidak dikenai PPN.
โPPN ini merupakan pajak tidak langsung yang dampaknya langsung dirasakan penumpang. Ditambah lagi Passenger Service Charge (PSC) yang kini digabung dalam satu tiket, sehingga harga tiket otomatis melonjak,โ jelasnya.
Selain itu, harga avtur di Indonesia juga lebih mahal dibanding negara lain di ASEAN. Suranto mengatakan, harga avtur di Indonesia timur bisa jauh lebih mahal.
Dalam penjelasannya, harga avtur bisa semakin mahal di wilayah timur karena biaya distribusi. Kondisi ini dibebankan pada maskapai dan berdampak langsung pada harga tiket.
Selain itu, industri pasar penerbangan dalam negeri juga didominasi oleh dua kelompok besar, yakni Garuda Group dan Lion Group, yang membuat harga menjadi lebih mudah dikendalikan.


