film horor indonesia go internasional - News | Good News From Indonesia 2026

4 Film Horor Indonesia yang Go Internasional, Terbaru Ghost In The Cell Karya Joko Anwar!

4 Film Horor Indonesia yang Go Internasional, Terbaru Ghost In The Cell Karya Joko Anwar!
images info

Film Horor Indonesia yang Go Internasional, Terbaru Ghost In The Cell Karya Joko Anwar! | X @comeandseepics


Ada sejumlah film horor Indonesia yang go internasional, salah satunya yang terbaru adalah film Ghost In The Cell yang disutradarai oleh Joko Anwar. Tak main-main, karya sinematik ini berhasil diputar di sejumlah bioskop di Amerika Serikat dan bahkan diulas oleh The Guardian!

Genre horor sendiri memang memiliki penikmat setia tersendiri. Tidak hanya di dalam negeri, pasar film horor Indonesia mulai menjangkau audiens luar negeri. Dunia sinema Indonesia sendiri sudah mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Jika dulu film horor kerap diselipi adegan dewasa sebagai bumbu, kini para sineas mulai lebih kritis dan menggunakan karya mereka sebagai alat untuk merepresentasikan kondisi sosial masyarakat.

Selain film terbaru Joko Anwar tersebut, ada juga beberapa film horor Indonesia lain yang sudah terlebih dulu mendobrak panggung sinema internasional. Sejumlah di antaranya bahkan pernah menjadi film terlaris.

baca juga

Daftar Film Horor Indonesia yang Go Internasional

Bagi Kawan yang butuh asupan film seram yang membuat bulu kuduk merinding, berikut daftar film horor Indonesia yang go internasional:

1. Ghost In The Cell (2026)

Film Terbaru Joko Anwar Ghost In The Cell Tayang di Bioskop Amerika!
info gambar

Film Terbaru Joko Anwar Ghost In The Cell Tayang di Bioskop Amerika! | Instagram @jokoanwar


Disutradarai oleh Joko Anwar yang terkenal dengan portofolio film bernuansa seram, Ghost In The Cell ini berhasil mengumpulkan 3.376.865 penonton setelah 55 hari tayang di bioskop Indonesia.

Tidak berhenti di situ, melalui media sosial pribadinya, sang sutradara Joko Anwar berbagi bahwa film ini resmi masuk ke bioskop Amerika Serikat mulai 2 Oktober 2026. Film ini tayang di berbagai kota, mulai dari New York, Chicago, hingga Los Angeles. Ghost In The Cell juga mulai ditayangkan di Netflix!

Dilihat dari trailer resminya, Ghost In The Cell menceritakan tentang teror yang mengincar para penghuni lapas. Napi-napi yang dinilai berenergi negatif satu per satu mulai mati secara menggenaskan. Diselipi guyonan segar, para napi pun mulai mencari cara unik untuk menyelesaikan teror tersebut atau paling tidak menghindarinya, mulai dari beribadah hingga belajar menari. Sembari mencari solusi, mereka pun mencari akar masalah dari semua teror mengerikan itu.

Film yang dirilis pada tanggal 16 April 2026 ini tidak hanya menyajikan kisah komedi-horor lho, Kawan. Simpul LBH Jakarta melalui laman Instagram resminya menyoroti bagaimana film ini menunjukkan potret ketidakadilan sistem melalui karakter Anggoro yang terseret ke persoalan hukum akibat masalah struktural. Dikenal sebagai napi yang mengayomi dan memegang teguh nilai kemanusiaan, Anggoro sendiri harus dipenjara akibat merampok toko emas.

Film Ghost In The Cell ini cocok bagi Kawan GNFI penikmat film horor serta kritis terhadap isu sosial dan suka mencari representasi masalah tersebut di karya sinematik.

2. KKN di Desa Penari (2022)

KKN di Desa Penari (2022), Film Indonesia Terlaris Tahun 2022
info gambar

KKN di Desa Penari (2022), Film Indonesia Terlaris Tahun 2022 | MD Entertainment


Film KKN di Desa Penari sempat menjadi film terlaris Indonesia sebelum dibalap film animasi Jumbo. Dewa (2023) menyebut film buatan MD Productions ini meraih jumlah penonton sebanyak 9.233.847.

Tak hanya itu, film ini pun berhasil tayang di bioskop luar negeri. Melalui akun Instagram resminya, perusahaan produksi MD Pictures berbagi bahwa film tersebut dirilis secara eksklusif di Amerika Serikat, tepatnya di Los Angeles dan New York pada 23 September 2022.

Seperti judulnya, MD Entertainment menjelaskan film KKN di Desa Penari menceritakan tentang pengalaman mistis mahasiswa peserta KKN atau Kuliah Kerja Nyata yang melakukan pengabdian di desa terpencil. Karena melanggar larangan di desa tersebut, teror aneh pun mulai mengganggu Nur (Tissa Biani), Widya (Adinda Thomas), Ayu (Aghniny Haque), Bima (Achmad Megantara), Anton (Calvin Jeremy), dan Wahyu (Fajar Nugra).

Bermula dari Widya yang kesurupan, teror mistis menjalar ke rekan KKN lain. Bahkan, teror itu perlahan berubah menjadi ancaman terhadap nyawa mereka. Tidak hanya karena melanggar peringatan dari kepala desa untuk tidak melewati batas gapura terlarang, ternyata ada hal lain yang turut memicu kemarahan penghuni gaib desa tersebut. Apa kira-kira? Kawan GNFI bisa menonton film KKN di Desa Penari untuk mengulik akar dari teror tersebut!

baca juga

3. Pengabdi Setan atau Satan's Slaves (2017)

Poster Pengabdi Setan (2017), Film Karya Joko Anwar yang Ditayangkan di 42 Negara
info gambar

Poster Pengabdi Setan (2017), Film Karya Joko Anwar yang Ditayangkan di 42 Negara | X @jokoanwar


Pengabdi Setan merupakan film remake dari karya pertamanya yang rilis tahun 1980-an dan mulanya diproduseri Sisworo G.P. Joko Anwar berbagi di channel resmi Vidio bahwa film Pengabdi Setan merupakan karya yang menginspirasinya untuk menjadi film maker karena menghadirkan kenikmatan menonton yang kuat dan tak terlupakan baginya.

Perjuangan Joko Anwar membujuk Rapi Films tidak hanya berbuah manis dengan suksesnya film Pengabdi Setan menjadi film terlaris di tahun 2017, tetapi juga dengan kesuksesannya menembus pasar global. Dilansir dari Kompas, film Pengabdi Setan tayang di 42 negara, mulai dari Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan hingga Spanyol. Bahkan di Thailand, film tersebut disesuaikan kembali dengan diberi dubbing.

Sinopsis film Pengabdi Setan (2017) bermula dari kisah kematian seorang ibu yang selama tiga tahun terakhir mengidap sakit aneh. Pasca kematian sang istri, si ayah kemudian memutuskan untuk bekerja di luar kota dan meninggalkan anak-anak di rumah.

Perubahan tidak hanya dirasakan dengan absennya kedua orang tua mereka, anak-anak itu mulai merasa ibu mereka kembali "hidup" di rumah. Namun, kehadiran sang ibu tidak sekedar untuk menjenguk atau menemani, melainkan untuk menjemput anak-anak itu agar ikut bersamanya.

4. Danur: I Can See Ghosts (2017)

Film Indonesia yang Go Internasional, Danur Salah Satunya!
info gambar

Film Indonesia yang Go Internasional, Danur Salah Satunya! | MD entertainment


Kawan barangkali masih ingat dengan kehebohan yang dipicu film ini. Dulunya, tersebar kabar burung kalau hantu yang dikisahkan dalam film ini akan datang setiap kali film Danur diputar. Meski begitu, film ini layak kok menemani malam minggu, Kawan!

Film yang dibintangi Prilly Latuconsina ini pertama kali tayang pada tahun 2017 dan saat ini sudah tersedia di berbagai platform streaming online seperti Netflix dan Prime Video. Majalah Fimela menyebut film garapan Awi Suryadi itu berhasil meraih 2,69 juta penonton dan sempat menjadi film Indonesia terlaris di tahun 2017.

Kepopulerannya juga membuat film ini akhirnya menembus bioskop luar negeri, tepatnya Danur sempat ditayangkan di negara tetangga yakni Malaysia dan Brunei!

Diadaptasi dari novel best seller, film Danur bercerita tentang seorang anak indigo bernama Risa yang berteman dengan beberapa hantu anak keturunan Belanda. Kisah persahabatan Risa bersama mereka sendiri harus berhenti karena anak-anak hantu tersebut hampir membuat Risa celaka. Beruntungnya, insiden itu sempat dihentikan oleh ibu dan seorang dukun panggilan.

Setelah dewasa, Risa kembali ke rumah itu bersama adiknya yang bernama Riri. Saat bermain, Riri tidak sengaja menemukan sisir di pohon beringin dekat rumahnya dan membawa pulang benda tersebut. Tak disangka, benda itu justru membuat Riri terjebak di dunia lain. Terdesak oleh keadaan, Risa akhirnya meminta bantuan kepada teman-teman hantunya untuk menyelamatkan Riri.

Sekian artikel berjudul "4 Film Horor Indonesia yang Go Internasional, Terbaru Ghost In The Cell Karya Joko Anwar!"

Semoga informasi di atas menginspirasi Kawan GNFI untuk terus berkarya hingga kabarnya menembus negeri tetangga!

baca juga

 

 

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Allicia Dhea lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Allicia Dhea.

AD
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.