Malam puncak Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 diwarnai dengan pesan-pesan yang terdengar serupa satu sama lain. Akan tetapi, pesan serupa itu justru menciptakan suasana berbeda, yaitu kuatnya pesan solidaritas yang menggema dari para musisi untuk masyarakat Indonesia.
Malam puncak AMI Awards 2026 digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada Rabu, 4 November 2026. Seperti biasa, setelah nama pemenang setiap kategori penghargaan disebutkan, sang musisi akan naik ke atas panggung untuk menerima trofi. Tak hanya itu, mereka juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato singkat.
Di sanalah pesan solidaritas digemakan. Dengan trofi AMI Awards dalam genggamannya, para musisi menyampaikan rangkaian kata yang menyinggung soal masalah yang membelit negeri ini, sekaligus memberi semangat kepada setiap orang yang merasakan dampaknya.
AMI Awards sendiri merupakan penghargaan musik tertinggi di Indonesia yang diberikan oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI). Ajang tahunan ini setara dengan Grammy Awards di Amerika Serikat. Penghargaan ini bertujuan memberikan apresiasi atas karya luar biasa para musisi, pencipta lagu, dan produser tanah air. AMI Awards sukses menjadi simbol prestasi sekaligus pendorong kemajuan industri musik nasional.
Salah satu penggema pesan solidaritas itu misalnya adalah Hindia. Setelah diumumkan sebagai peraih penghargaan untuk kategori Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dance Terbaik lewat lagu kolaborasi berjudul "Nafas" bersama Dipha Barus, pria bernama asli Baskara Putra menjelaskan makna lagu "Nafas". Ia kemudian menyampaikan pesan untuk masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Malam ini kami dedikasikan untuk teman-teman yang sulit bernapas karena alamnya dibakar, untuk yang sulit bernapas karena kebijakan tidak berpihak pada kita semua, dan untuk yang masih diadu domba," ujar Hindia.
https://www.instagram.com/p/DfW5Q4FHUi7/
(Preview akan muncul di halaman artikel)ย
Sebenarnya tidak mengherankan apabila Hindia menyampaikan pesan demikian. Sejak dulu, ia memang sangat sering dan konsisten menyuarakan isu-isu sosial dan politik, baik melalui karya lagu, media sosial, maupun aksi di atas panggung. Lagu-lagunya bahkan tak sedikit yang bercerita tentang keresahan anak muda, hingga ketimpangan sosial dan kemiskinan.
Di media sosial dan atas panggung, Hindia juga tak jarang membahas tentang isu-isu nasional dan global. Beberapa kali, ia melontarkan kritik. Misalnya saja saat tampil di Big Bang Festival Jakarta, Hindia memasang layar LED raksasa berwarna biru terang dengan tulisan mencolok "12%". Aksi panggung ini merupakan sindiran terkait rencana kenaikan PPN dari pemerintah yang sempat ramai dibicarakan.
Musisi lain yang menyampaikan senada adalah Andien. Sebagaimana diketahui, dalam AMI Awards 2026 ia menyabet penghargaan Artis Solo Soul/R&B Alternatif Terbaik lewat lagu "Jatuh Pelan".
"Aku juga ingin menaruh hati dan empati yang sangat-sangat besar terhadap apa yang terjadi di Indonesia. Untuk hutan-hutan, untuk seluruh korban bencana alam, untuk semua anak-anak, untuk semua satwa, untuk semua tumbuhan," ujar Andien.
"Semoga kita menjadi manusia yang enggak pernah lupa untuk berempati dan peduli," lanjutnya.
Sementara itu, Idgitaf mencoba mengaitkan makna antara karyanya yang bertema hujan dengan bencana yang melanda sebagian daerah di Indonesia. Dalam AMI Awards 2026, ia meraih penghargaan Album Terbaik Terbaik lewat albumย Berusaha di Bawah Hujan dan Video Lirik Favorit persembahan YouTube berkat lagu "Sedia Aku Sebelum Hujan".
"Berbicara tentang hujan, di luar sana ada yang sedang sangat membenci hujan karena longsor dan banjir, dan ada juga yang sangat merindukan hujan karena kebakaran hutan dan lainnya," kata Idgitaf.
"Walaupun mereka berbeda situasinya dalam mencintai atau membenci hujan, ada kesamaan dalam keduanya. Mereka membutuhkan restorasi dan akuntabilitas," pungkas perempuan bernama asli Brigitta Sriulina Beru Meliala itu.
Selain disampaikan dalam pidato, pesan solidaritas dari musisi pemenang AMI Awards 2026 juga disampaikan dalam bentuk lain, yaitu gestur tiga jari. Ya, di atas panggung, mereka tak malu-malu mengangkat tangannya dan menunjukkan tiga jari seperti yang kerap dilakukan masyarakat luas belakangan ini.
Awalnya gestur tiga jari dipopulerkan melalui novel dan filmย The Hunger Games sebagai tanda solidaritas dan perlawanan terhadap sistem otoriter. Di Indonesia, seiring dengan merebaknya demonstrasi sejak Oktober lalu, gestur ini pun dijadikan perlambang solidaritas dan simbol perlawanan terhadap kebijakan atau kekuasaan yang dianggap menindas serta tidak adil di negeri ini.
Di atas panggung AMI Awards 2026, pesan solidaritas lewat kata-kata dalam pidato serta gestur tiga jari pada akhirnya jadi pesan penting bagi masyarakat bahwa para musisi bersolidaritas dengan mereka.


