AIESEC in UKSW menyelenggarakan Induction AIESEC Future Leader (AFL) Winter Peak 2026 pada Sabtu (17/10) di Gedung B107. Kegiatan ini diikuti oleh 22 delegates dari UIN Salatiga, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), serta universitas lainnya sebagai langkah awal perjalanan pengembangan kepemimpinan selama dua bulan ke depan.Β
Kegiatan dipandu oleh Ganira dan Olivia sebagai Master of Ceremony (MC), kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Organizing Committee (OC) oleh Organizing Committee President (OCP) AFL Winter Peak 2026, Vania, bersama para Organizing Committee Vice President (OCVP) dan Organizing Committee (OC) dari Program, Quality Assurance, dan Customer Experience.
Setelah proses check-in, para delegates mengikuti expectations setting untuk membangun komitmen selama program berlangsung, termasuk menjaga fokus, menggunakan smartphone hanya saat istirahat, berpartisipasi aktif, dan mengisi tautan kehadiran. Suasana kemudian dibangun melalui Roll Dance, salah satu tradisi AIESEC yang melibatkan delegates, organizing committee, dan members AIESEC in UKSW.
Dalam sambutannya, Vania menyampaikan harapannya agar para peserta dapat memperoleh pembelajaran sekaligus memperluas jaringan pertemanan lintas universitas. βAku harap teman-teman bisa belajar banyak dan networking bukan saja dari UKSW tapi ada dari UIN bahkan peserta yang lain, congratulations to pass and I hope you all enjoy with the whole sessions of AFL Winter Peak 2026,β ungkapnya.
Memasuki sesi utama, peserta diperkenalkan dengan AIESEC sebagai organisasi kepemudaan global yang berfokus pada pengembangan potensi pemuda. Materi mencakup AIESEC Way, Golden Circle, Inner-Outer Journey, dan SELADA sebagai landasan pembelajaran kepemimpinan.
Selanjutnya, OCVP Program, Lalita, menjelaskan AFL sebagai program pengembangan kepemimpinan selama dua bulan yang mencakup practical leadership, manajemen tim, pengembangan soft skills dan hard skills, serta pengembangan diri. Program ini terdiri atas Induction, Capacity Building Sessions bersama pemateri dan coaches, Call to Actions, Special Track Activity sebagai proyek akhir, National Networking Spaces, Activating Leader Support, hingga AFL Graduation.
Mengusung tema βThe Holmesβ Cases: A Detectiveβs Guide to Lead Through Strategy,β AFL Winter Peak 2026 menghadirkan rangkaian pembelajaran yang menggabungkan kemampuan manajemen diri, perencanaan, pemecahan masalah strategis, dan penyusunan Call to Action. Seluruh proses tersebut akan bermuara pada presentasi proyek akhir bertajuk Solving It All: The Grand Case Presentation.
Untuk memastikan peserta memahami mekanisme program, OCVP Customer Experience, Kezia, memaparkan penggunaan AFL Delegates Dashboard, AFL Team Handbook, peluang setelah program, serta hak dan tanggung jawab delegates. Sementara itu, OCVP Quality Assurance, Willbert, menjelaskan sistem coaching, termasuk peran coach dan coachee, tiga sesi coaching selama program, serta dukungan konsultasi yang dapat dimanfaatkan peserta.
Sesi dilanjutkan dengan perkenalan enam coaches, yaitu Tiana, Memey, Ocid, Mahda, Yotam, dan Elisabeth, yang merupakan alumni program AFL. Para delegates kemudian berkumpul bersama kelompok masing-masing dalam Group Space selama 20 menit dan menampilkan yel-yel tim sebagai bentuk pengenalan serta penguatan kebersamaan.
Setelah istirahat, peserta mengikuti Fun Games yang dipandu oleh April dari OC Program. Kegiatan ditutup dengan pengumuman Enjoying Participation yang diraih oleh Rhema. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut. βYes, so aslinya ga expect jadi the most enjoying participation karena masuknya udah telat, kemarin di IC juga dapat kaya gini. But I found God has His own plan,β ujarnya.
Melalui kegiatan induksi ini, AFL Winter Peak 2026 menjadi titik awal bagi para delegates untuk membangun koneksi, mengembangkan kapasitas diri, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang mampu mengambil keputusan secara strategis. Perjalanan dua bulan ke depan diharapkan dapat membantu peserta menerapkan pembelajaran kepemimpinan melalui aksi nyata.


