AIESEC in IPB University kembali memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperoleh pengalaman internasional melalui program Global Volunteer. Salah satu perwakilannya, Hashinatul Fikrial, mengikuti program “Heartbeat” bersama AIESEC in FHCMC, Vietnam, selama Juli hingga Agustus 2026.
Selama mengikuti program, Hashinatul terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, sosial, cultural exchange, serta aktivitas bersama volunteer lainnya. Salah satu kegiatan utama dalam program “Heartbeat” adalah mengajar bahasa Inggris di sebuah sekolah yang berada di lingkungan gereja.
Perjalanan Hashinatul dimulai dengan keberangkatan dari Soekarno-Hatta International Airport menuju Vietnam. Setelah tiba di Saigon, Hashinatul mulai beradaptasi dengan lingkungan baru melalui kegiatan berjalan-jalan di pusat kota. Ia juga melakukan eksplorasi bersama volunteer lainnya sebelum memulai rangkaian kegiatan volunteering.
Memasuki kegiatan utama, Hashinatul mulai mengikuti teaching English at school secara rutin. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para siswa dan membantu proses pembelajaran bahasa Inggris.
“Mengikuti Heartbeat di Vietnam memberikan saya kesempatan untuk belajar sekaligus berkontribusi melalui kegiatan mengajar bahasa Inggris. Berinteraksi langsung dengan para siswa membuat saya belajar untuk lebih sabar, komunikatif, dan fleksibel dalam menyampaikan sesuatu,” kata Hashinatul Fikrial.
Kegiatan mengajar menjadi pengalaman penting karena Hashinatul perlu menyesuaikan cara berkomunikasi dan penyampaian materi dengan lingkungan belajar yang berbeda. Interaksi langsung dengan siswa juga memberikan kesempatan untuk membangun hubungan dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif.
Selain kegiatan mengajar, Hashinatul mengikuti berbagai aktivitas bersama volunteer lainnya. Ia melakukan sightseeing di kawasan Saigon District 1, mengunjungi Can Gio, menikmati suasana pantai dan kafe, serta melakukan aktivitas bersama di sekitar kota.
Pada salah satu rangkaian kegiatan sosial, Hashinatul juga berkesempatan mengunjungi rumah masyarakat yang membutuhkan di An Thoi Dong. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman untuk melihat kehidupan masyarakat lokal secara lebih dekat sekaligus memahami kondisi sosial di lingkungan yang berbeda.
“Bagi saya, pengalaman mengajar menjadi salah satu bagian yang paling berkesan selama program. Saya belajar bahwa mengajar bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi dan menciptakan suasana yang membuat siswa merasa nyaman untuk belajar.”
Selain berinteraksi dengan masyarakat lokal, Hashinatul juga membangun koneksi dengan komunitas AIESEC. Ia bertemu dengan AIESEC team from Vietnam di Saigon serta Global Volunteer dari Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman mengenai program dan kehidupan sebagai volunteer di negara lain.
Kegiatan cultural exchange menjadi bagian yang melengkapi pengalaman volunteering Hashinatul selama berada di Vietnam. Berbagai aktivitas bersama volunteer memungkinkan peserta untuk mengenal kebiasaan, perspektif, dan latar belakang budaya yang berbeda.
Di tengah rangkaian kegiatan, aktivitas mengajar terus menjadi bagian utama dari program. Hashinatul kembali menjalankan sesi pengajaran di sekolah sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan adaptasi melalui interaksi dengan siswa.
“Saya merasa pengalaman di Vietnam memberikan banyak hal yang bisa saya bawa pulang. Bukan hanya pengalaman mengajar dan mengenal budaya baru, tetapi juga keberanian untuk mencoba hal-hal di luar zona nyaman dan membangun koneksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang.”
Keikutsertaan Hashinatul dalam “Heartbeat” bersama AIESEC in FHCMC menjadi bagian dari komitmen AIESEC in IPB University dalam menyediakan ruang bagi generasi muda untuk belajar melalui pengalaman internasional.
Program tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk berkontribusi melalui pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, adaptasi, kerja sama, dan interaksi lintas budaya.
Melalui pengalaman mengajar, kegiatan sosial, interaksi dengan masyarakat lokal, serta pertemuan dengan komunitas AIESEC dari berbagai latar belakang, Hashinatul memperoleh pengalaman yang dapat menjadi bagian dari pengembangan dirinya sebagai generasi muda.
Setelah menyelesaikan rangkaian program pada 16 Agustus 2026, pengalaman Hashinatul di Vietnam diharapkan dapat dibawa kembali ke Indonesia dan dibagikan kepada lingkungan AIESEC in IPB University maupun mahasiswa lainnya.


