sinergi akademisi ui kenalkan akuaponik kangkung kepada siswa sekolah master indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Sinergi Akademisi UI Kenalkan Akuaponik Kangkung kepada Siswa Sekolah Master Indonesia

Sinergi Akademisi UI Kenalkan Akuaponik Kangkung kepada Siswa Sekolah Master Indonesia
images info

Mahasiswa IKSI UI Departemen Pengabdian Bersama siswa kelas V Sekolah Master Indonesia | Dokumentasi Pribadi


Keterbatasan lahan di perkotaan bukan berarti kegiatan bercocok tanam harus berhenti. Dengan memanfaatkan wadah sederhana, masyarakat dapat mengenal cara menanam sayuran sekaligus memelihara ikan dalam satu sistem budidaya. Konsep inilah yang diperkenalkan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Indonesia (UI) kepada siswa kelas V Sekolah Master Indonesia, Depok, Jawa Barat, pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Melalui program bertema Meningkatkan Motivasi Gemar Bersayur bagi Siswa Kelas V Sekolah Master Indonesia melalui Pengalaman Menanam Kangkung dengan Sistem Akuaponik, Departemen Pengabdian Ikatan Keluarga Sastra Indonesia (IKSI) UI berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI dan Fakultas Farmasi UI. Kegiatan ini memadukan edukasi gizi dengan praktik budidaya yang dapat diterapkan di lingkungan rumah.

Program tersebut bertujuan menumbuhkan ketertarikan anak terhadap sayuran sekaligus mengenalkan alternatif bercocok tanam yang hemat tempat. Melalui pembelajaran langsung, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang manfaat sayuran, tetapi juga berkesempatan mencoba menanam dan merawatnya.

Mengenal Manfaat Kangkung bagi Kesehatan

Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan Sekolah Master Indonesia dan Dr. Rias Antho Rahmi Suharjo, M.A., dosen FIB UI. Setelah pembukaan, siswa mengikuti kegiatan ice breaking berupa tepuk konsentrasi untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan keterlibatan mereka. Sesi edukasi kemudian diisi oleh Apt. Tri Wahyuni, S.Farm., M.Biomed., Ph.D., yang memperkenalkan manfaat kangkung sebagai salah satu sayuran yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

baca juga

Kangkung mengandung sejumlah zat gizi, antara lain vitamin A, vitamin C, serat, dan mineral seperti zat besi. Kandungan tersebut berperan dalam mendukung berbagai fungsi tubuh, mulai dari menjaga kesehatan mata dan fungsi kekebalan tubuh hingga membantu memenuhi kebutuhan serat harian.

Melalui penjelasan yang disesuaikan dengan peserta didik, siswa diajak memahami bahwa mengonsumsi sayuran merupakan kebiasaan sederhana yang penting bagi kesehatan. Edukasi ini juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan pangan lokal sebagai bagian dari pilihan makanan sehari-hari.

Belajar Akuaponik melalui Praktik Langsung

Setelah sesi edukasi gizi, siswa diperkenalkan pada sistem akuaponik sederhana. Akuaponik merupakan metode budidaya yang menggabungkan pemeliharaan ikan dengan penanaman tanaman tanpa tanah dalam satu sistem yang saling mendukung.

Dalam sistem akuaponik yang dirancang dengan baik, sisa pakan dan kotoran ikan dapat diolah oleh mikroorganisme menjadi senyawa nutrisi yang dimanfaatkan tanaman. Akar tanaman dan proses penyaringan biologis membantu menjaga kualitas air sehingga air dapat digunakan kembali dalam sistem.

baca juga

Metode ini berpotensi menghemat ruang dan air dibandingkan sejumlah metode budidaya konvensional. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada pengelolaan kualitas air, kebutuhan nutrisi tanaman, kepadatan ikan, dan kondisi lingkungan.

 Mahasiswa IKSI UI mendampingi siswa saat merangkai media tanam kangkung dengan sistem akuaponik | Dokumentasi Pribadi
info gambar

Mahasiswa IKSI UI mendampingi siswa saat merangkai media tanam kangkung dengan sistem akuaponik | Dokumentasi Pribadi


Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mulai mempraktikkan pembuatan akuaponik dalam kelompok-kelompok kecil. Panitia menyiapkan bahan berupa wadah plastik bekas yang telah dibersihkan, saringan plastik, benih kangkung, ikan cupang, dan pakan ikan.

Dengan pendampingan mentor, siswa belajar menata wadah, menempatkan media tanam, menyemai benih, mengisi air, serta memasukkan ikan ke dalam wadah yang telah disiapkan. Pengalaman ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk memahami tahapan budidaya secara langsung, bukan hanya melalui penjelasan di kelas.

baca juga

Penggunaan wadah bekas yang layak juga memperkenalkan gagasan pemanfaatan kembali barang yang tersedia di sekitar. Dengan demikian, kegiatan ini menghubungkan pembelajaran tentang pangan dengan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dari Wadah Sederhana hingga Budidaya Ikan Lele

Pembelajaran tidak berhenti pada akuaponik skala kecil. Siswa juga diperkenalkan pada demonstrasi pemeliharaan ikan lele menggunakan wadah berukuran lebih besar. Dalam demonstrasi tersebut, tim menunjukkan bahwa sistem budidaya dapat dikembangkan dengan skala dan jenis ikan yang berbeda sesuai kebutuhan serta kondisi tempat. Pengalaman ini membantu siswa membayangkan penerapan budidaya ikan dan sayuran di lingkungan rumah.

Meski demikian, sistem akuaponik memerlukan perawatan berkala. Pemberian pakan harus disesuaikan dengan kebutuhan ikan, sementara kualitas dan kebersihan air perlu dipantau. Tanaman juga membutuhkan pencahayaan yang cukup agar dapat tumbuh dengan baik.

Melalui penjelasan tersebut, siswa diperkenalkan pada pentingnya tanggung jawab dalam merawat makhluk hidup. Menanam kangkung dan memelihara ikan bukan sekadar kegiatan praktik, tetapi juga latihan membangun kebiasaan merawat dan mengamati proses pertumbuhan.

baca juga

Menumbuhkan Kebiasaan Sehat dari Lingkungan Sekolah

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penjelasan mengenai perawatan tanaman dan ikan serta penyerahan kenang-kenangan dari tim pengabdian UI kepada pihak sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin mengenal manfaat sayuran dan memiliki pengalaman awal dalam budidaya tanaman serta pemeliharaan ikan. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal untuk mencoba kegiatan serupa di rumah dengan pendampingan yang sesuai.

Kolaborasi IKSI UI, FIB UI, dan Fakultas Farmasi UI juga menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menghubungkan beragam bidang keilmuan dalam kegiatan edukatif. Pengetahuan tentang gizi dipadukan dengan pengalaman praktik agar pembelajaran terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, menumbuhkan kebiasaan makan sayur tidak hanya berkaitan dengan mengenalkan manfaatnya, tetapi juga membangun pengalaman positif bersama pangan. Melalui kegiatan menanam kangkung dan mengenal akuaponik, siswa Sekolah Master Indonesia diajak memahami bahwa pola hidup sehat dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk mengenali, menanam, dan merawat sumber pangan di sekitar mereka.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.