revitalisasi gedung persekutuan kuweta langkah gotong royong warga werianggi menuju rumah budaya papua - News | Good News From Indonesia 2026

Revitalisasi Gedung Persekutuan KUWETA: Langkah Gotong Royong Warga Werianggi Menuju Rumah Budaya Papua

Revitalisasi Gedung Persekutuan KUWETA: Langkah Gotong Royong Warga Werianggi Menuju Rumah Budaya Papua
images info

Pemuda Werianggi sedang melukis ilustrasi tameng tradisional di dinding Gedung Persekutuan KUWETA | Dokumentasi Pribadi


Pengecatan ulang dan perbaikan Gedung Persekutuan KUWETA di Kampung Werianggi kini resmi dimulai. Bangunan yang sebelumnya jarang difungsikan ini kembali dipersiapkan oleh masyarakat setempat bersama Tim Ekspedisi Patriot UI. Pada Minggu (20/9/2026), warga lintas generasi berkumpul untuk bergotong royong memperbaiki fisik bangunan yang akan difungsikan sebagai lokasi pameran Rumah Budaya Papua.

Kesibukan telah tampak sejak pagi hari ketika Tim Patriot UI bersama masyarakat berkumpul untuk membenahi Gedung Persekutuan KUWETA sebagai persiapan peluncuran pameran Rumah Budaya Papua pada akhir Oktober 2026. Memasuki siang hari, suasana makin riuh oleh kehadiran warga laki-laki, perempuan, hingga anak-anak. Masing-masing sibuk menyiapkan perkakas kerja, sajian hidangan hangat di sudut halaman, dan bersiap dengan sekop, ampelas, serta kuas cat di tangan.

Ekspedisi PATRIOT merupakan program nasional di bawah Kementerian Transmigrasi yang bekerja sama dengan sepuluh perguruan tinggi di Indonesia. Program ini dirancang untuk tidak berhenti pada evaluasi kawasan, melainkan turun tangan langsung memberikan dampak nyata. Di Kampung Werianggi, Teluk Wondama, misi tersebut salah satunya diterjemahkan melalui kerja sama dengan para aktor lokal untuk mengembangkan community-based cultural tourism.

Di bawah kepemimpinan Dr. Rias Antho Rahmi Suharjo, S.S., S.Pd., M.A., CertDA, dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI (DPIS UI), Tim Ekspedisi PATRIOT UI terdiri atas Devita Putri Hanjari, S.Hum., Maharani Arfila, S.Hum., Sausan Fajar Alamislami, S.Sos., Pendiron Indra Enumbi, S.Pol., dan Arya Agung Siregar, S.Ag. Tim berfokus pada pengembangan Rumah Budaya Papua sebagai Pusat Aktualisasi Kebudayaan dan Ekosistem Pariwisata Berkelanjutan.

baca juga

โ€œSaat proses pembenahan berlangsung, kami melihat semangat anak-anak muda yang begitu antusias belajar melukis kembali simbol-simbol dan pola-pola leluhur mereka. Ini menjadi pengingat bahwa transfer budaya tidak lambat karena kurangnya niat, melainkan karena minimnya ruang dan kesempatan bagi mereka untuk terlibat," ujar Devita Putri Hanjari, Anggota Tim Ekspedisi Patriot UI.

 Anggota Tim 9 Patriot UI sedang membersihkan Gedung Persekutuan KUWETA | Dokumentasi Pribadi
info gambar

Anggota Tim 9 Patriot UI sedang membersihkan Gedung Persekutuan KUWETA | Dokumentasi Pribadi


Proses perbaikan mencakup pembenahan dinding yang retak, perbaikan atap, pembersihan debu, serta pengecatan ulang cat dinding dan lukisan dinding etnis khas Marga KUWETA. Berkat keterlibatan aktif banyak warga, beban kerja yang umumnya memakan waktu berhari-hari berhasil dirampungkan dalam kurun waktu dua hari.

Lebih dari sekadar pengecatan fisik, momen pembenahan ini menunjukkan realitas berharga dibalik transmisi budaya lokal. Selama kegiatan berlangsung, terlihat jelas interaksi aktif antara generasi tua dan muda. Anak-anak dan remaja sangat antusias untuk ikut membantu sambil mengamati teknis pengerjaan yang dilakukan para orang tua. Momen ini dimanfaatkan para pemuda untuk mengenal lebih dekat makna simbolik lukisan dinding dan sejarah identitas Marga KUWETA.

baca juga

Seorang Pemuda sedang mengecat ulang dinding luar Gedung Persekutuan KUWETA | Dokumentasi Pribadi
info gambar

Seorang Pemuda sedang mengecat ulang dinding luar Gedung Persekutuan KUWETA | Dokumentasi Pribadi


Restorasi Gedung Persekutuan KUWETA membuktikan bahwa upaya pelestarian budaya dapat diwujudkan melalui aksi gotong royong yang melibatkan masyarakat secara langsung. Penyediaan ruang fisik yang aktif ini terbukti menjadi sarana efektif dan alami dalam mengalirkan nilai-nilai dan pengetahuan lokal yang akan menetap dalam memori kolektif generasi muda.

Selesainya gotong royong ini juga membawa semangat baru untuk warga kampung. Sambil mengagumi wajah baru Gedung Persekutuan KUWETA, para warga juga mendiskusikan rencana pemanfaatan gedung ini ke depan. Bangunan ini diproyeksikan tidak hanya sebagai tempat pameran Rumah Budaya Papua untuk wisatawan, tetapi juga nantinya akan aktif digunakan sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan dan ruang kumpul warga Werianggi.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.