menyiapkan warga menyambut wisatawan tim patriot ui gelar pelatihan homestay di kampung werianggi - News | Good News From Indonesia 2026

Menyiapkan Warga Menyambut Wisatawan, Tim Patriot UI Gelar Pelatihan Homestay di Kampung Werianggi

Menyiapkan Warga Menyambut Wisatawan, Tim Patriot UI Gelar Pelatihan Homestay di Kampung Werianggi
images info

Tim 9 Patriot UI, narasumber, dan peserta pelatihan homestay masyarakat sedang foto bersama di depan Gedung Persekutuan KUWETA | Dokumentasi Pribadi


Sebanyak 10 calon penggiat homestay dari Kampung Werianggi dan kampung transmigrasi mengikuti Pelatihan Homestay Masyarakat di Gedung Persekutuan KUWETA, Kampung Werianggi, Papua Barat, Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 14.00 WIT ini bertujuan membekali peserta dengan dasar-dasar pengelolaan homestay untuk mempersiapkan kedatangan wisatawan lokal maupun internasional.

Ekspedisi PATRIOT merupakan program nasional di bawah Kementerian Transmigrasi yang bekerja sama dengan sepuluh perguruan tinggi di Indonesia. Program ini dirancang untuk tidak berhenti pada evaluasi kawasan, melainkan turun tangan langsung memberikan dampak nyata. Di Kampung Werianggi, Teluk Wondama, misi tersebut salah satunya diterjemahkan melalui kerja sama dengan para aktor lokal untuk mengembangkan community-based cultural tourism.

Di bawah kepemimpinan Dr. Rias Antho Rahmi Suharjo, S.S., S.Pd., M.A., CertDA, dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI (DPIS UI), Tim Ekspedisi PATRIOT UI terdiri atas Devita Putri Hanjari, S.Hum., Maharani Arfila, S.Hum., Sausan Fajar Alamislami, S.Sos., Pendiron Indra Enumbi, S.Pol., dan Arya Agung Siregar, S.Ag. Tim berfokus pada pengembangan Rumah Budaya Papua sebagai Pusat Aktualisasi Kebudayaan dan Ekosistem Pariwisata Berkelanjutan.

Para peserta pelatihan dipilih berdasarkan penjajakan mengenai minat dan kesiapan mereka untuk mengembangkan usaha homestay. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah mempersiapkan masyarakat menyambut wisatawan, seiring rencana penyelenggaraan Sekolah Budaya, Rumah Budaya, dan Festival Budaya di Kampung Werianggi pada November 2026.

baca juga

Bagaimana cara menentukan harga menginap? Pengalaman apa yang bisa ditawarkan kepada tamu? Serta apa yang harus dilakukan ketika seorang wisatawan menyampaikan keluhan? Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi bagian dari diskusi sepuluh calon penggiat homestay yang berkumpul hari itu.

 Ibu Fransisca Souisa sedang membawakan materi di depan peserta pelatihan | Dokumentasi Pribadi
info gambar

Ibu Fransisca Souisa sedang membawakan materi di depan peserta pelatihan | Dokumentasi Pribadi


Untuk membekali peserta, Tim Ekspedisi PATRIOT UI menghadirkan Ibu Fransisca Souisa, Kepala Sekolah SMK 3 Manokwari sekaligus trainer kepariwisataan. Ibu Fransisca membawakan materi dasar manajemen homestay, mulai dari kebersihan hingga penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan. Materi disesuaikan dengan kebutuhan peserta yang baru mempersiapkan usaha penginapan.

Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan. Mereka juga mengikuti simulasi sebagai pemilik homestay dan tamu. Dalam permainan peran ini, peserta berlatih menyambut pengunjung, merespons keluhan, dan menghadapi situasi yang mungkin terjadi selama menerima tamu.

baca juga

Sementara itu, Bapak Made Pancayasa, praktisi homestay dari Desa Sawan, membagikan pengalamannya melalui pertemuan daring. Pengalaman dari desa wisata tersebut menjadi bahan pembelajaran yang relevan bagi calon praktisi homestay di Kampungย Werianggi, terutama dalam mengembangkan penginapan yang menawarkan pengalaman budaya, bukan sekadar tempat bermalam.

Diskusi kemudian bergerak ke persoalan yang lebih dekat dengan keseharian peserta. Mereka membicarakan apa yang dapat ditawarkan dari rumah masing-masing, pengalaman khas yang bisa dinikmati tamu, hingga cara menentukan harga yang sesuai. Bahkan, di waktu istirahat sejumlah peserta memanfaatkan kesempatan itu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan narasumber untuk mencari jawaban atas persoalan praktis yang mereka hadapi.

CaptioPeserta Pelatihan sedang berkonsultasi terkait pengembangan homestay untuk di masa depan | Dokumentasi Pribadi
info gambar

CaptioPeserta Pelatihan sedang berkonsultasi terkait pengembangan homestay untuk di masa depan | Dokumentasi Pribadi


Bagi sebagian masyarakat, mengelola homestay mungkin terdengar seperti usaha baru yang membutuhkan banyak persiapan. Ada kebersihan yang harus dijaga, pelayanan yang perlu diperhatikan, serta pertimbangan mengenai fasilitas dan harga. Di sinilah pelatihan mengambil peran. Peserta diajak mengenali potensi masing-masing sekaligus memahami hal-hal yang perlu disiapkan agar rumah mereka dapat menerima pengunjung dengan baik.

โ€œKampung Werianggi terletak di Jalan Trans Papua hingga sering dijadikan tempat persinggahan pengguna jalur darat. Kami melihat adanya potensi kebutuhan penginapan, terlebih dengan rencana Sekolah Budaya, Rumah Budaya, dan Festival Budaya pada November mendatang. Kami berharap pelatihan ini membantu masyarakat mempersiapkan diri untuk menyambut wisatawan lokal maupun internasional. Kami juga berterima kasih atas antusiasme para mama dan bapak yang mengikuti pelatihan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat terserap secara maksimal dan dapat diaplikasikan langsung,โ€ ujar Sausan Fajar Alamislami, anggota Tim 9 Ekspedisi PATRIOT UI.

baca juga

Peserta pelatihan homestay berfoto dengan paket perlengkapan pendukung homestay | Dokumentasi Pribadi
info gambar

Peserta pelatihan homestay berfoto dengan paket perlengkapan pendukung homestay | Dokumentasi Pribadi


Pelatihan ditutup dengan penyerahan paket perlengkapan pendukung homestay, termasuk selimut, seprai, sandal, perlengkapan mandi, dan papan penanda homestay. Perlengkapan tersebut menjadi dukungan awal bagi peserta untuk mempersiapkan layanan penginapan mereka.

Akan tetapi, kesiapan sebuah homestay tidak hanya ditentukan oleh fasilitas. Kemampuan menyambut tamu, mengenalkan kehidupan dan budaya setempat, dan menciptakan pengalaman yang berkesan juga menjadi bagian penting dari pelayanan. Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan usaha dengan memanfaatkan potensi yang telah mereka miliki.

Jika tumbuh berkelanjutan, homestay dapat membuka peluang pendapatan bagi keluarga sekaligus mendukung kegiatan wisata budaya di kampung. Pada akhirnya, kesiapan menyambut wisatawan tidak hanya berarti menyediakan kamar kosong. tapi juga berarti membuka pintu rumah dan memperkenalkan budaya dan kehidupan masyarakat Werianggi kepada tamu-tamu yang datang.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.