pengabdian masyarakat kolaboratif ui perkenalkan budidaya kangkung dengan sistem akuaponik - News | Good News From Indonesia 2026

Pengabdian Masyarakat Kolaboratif UI Perkenalkan Budidaya Kangkung dengan Sistem Akuaponik

Pengabdian Masyarakat Kolaboratif UI Perkenalkan Budidaya Kangkung dengan Sistem Akuaponik
images info

Tim Dosen Pengmas dan Ikatan Keluarga Sastra Indonesia (IKSI) FIB UI Berkolaborasi dalam Pengmas di Sekolah Master Indonesia | Dokumentasi pribadi


Departemen Pengabdian Ikatan Keluarga Sastra Indonesia (IKSI) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia berkolaborasi dengan Fakultas Farmasi UI menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah Master Indonesia pada Kamis (8/10). Kegiatan ini melibatkan siswa kelas lima dengan tujuan memperkenalkan manfaat kangkung bagi kesehatan sekaligus memberikan pengalaman menanam menggunakan sistem akuaponik.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dan sivitas akademika Universitas Indonesia dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Melalui penyampaian materi dan praktik secara langsung, para siswa diajak mengenal tanaman kangkung, memahami kandungan gizinya, serta mempelajari metode budidaya yang dapat diterapkan dengan memanfaatkan peralatan sederhana.

Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan panitia dari Stasiun Depok Baru menuju Sekolah Master Indonesia. Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh pihak sekolah. Acara kemudian dibuka oleh Zahra Syahrani dan Ni Luh Ayu Gayatri Jyoti Prayascitta, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2026. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan sekolah dan Dr. Rias Antho Rahmi Suharjo, M.A., dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI.

IKSI FIB UI, Tim Pengmas, Wali Kelas beserta Siswa Kelas V Sekolah Master Indonesia | Dokumentasi pribadi
info gambar

IKSI FIB UI, Tim Pengmas, Wali Kelas beserta Siswa Kelas V Sekolah Master Indonesia | Dokumentasi pribadi


Untuk menciptakan suasana yang lebih akrab, para siswa diajak mengikuti kegiatan ice breaking berupa permainan dan aktivitas sederhana. Kegiatan ini bertujuan membangun semangat peserta sebelum memasuki sesi penyampaian materi. Suasana yang menyenangkan diharapkan dapat membuat siswa lebih nyaman dalam mengikuti setiap rangkaian acara.

baca juga

Materi utama bertajuk pengenalan kangkung disampaikan oleh Apt. Tri Wahyuni, S.Farm., M.Biomed., Ph.D selaku ketua tim dosen pengmas. Tim dosen pengabdi lainnya yang turut mendukung kegiatan pengmas ini meliputi Prof. Dr. Apt. Anton Bahtiar, M.Biomed., Prof. Dr. Apt. Fadlina Chany Saputri, M.Si., Apt. Meidi Utami Puteri, M.Sc., Ph.D., Apt. Nuriza Ulul Azmi, M.Sc., Ph.D., dan Ratri Syafira Putri, S.Psi.

Dalam pemaparan Tri Wahyuni, siswa diperkenalkan dengan karakteristik tanaman kangkung, mulai dari bentuk daun dan batang, bagian akar, hingga proses pertumbuhannya. Kangkung merupakan sayuran hijau yang mudah ditemukan dan dapat diolah menjadi berbagai hidangan. Selain itu, kangkung mengandung vitamin, mineral, dan serat yang berperan dalam mendukung kesehatan tubuh. 

 Ketua Tim Pengmas, Tri Wahyuni, menyampaikan Materi Manfaat Kangkung bagi Tubuh | Dokumentasi Pribadi
info gambar

Ketua Tim Pengmas, Tri Wahyuni, menyampaikan Materi Manfaat Kangkung bagi Tubuh | Dokumentasi Pribadi


Pembahasan juga mencakup manfaat kandungan gizi kangkung bagi kesehatan. Vitamin A berperan dalam menjaga kesehatan mata, sedangkan vitamin C membantu mendukung sistem kekebalan tubuh. Kangkung juga mengandung mineral dan serat yang bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi serta menjaga kelancaran pencernaan. Melalui penjelasan tersebut, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya mengonsumsi sayuran sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

baca juga

Tidak hanya membahas manfaatnya, kegiatan ini juga memperkenalkan sistem akuaponik sebagai metode budidaya tanaman yang menggabungkan pemeliharaan ikan dengan penanaman sayuran.

Dalam sistem ini, kotoran ikan diolah oleh bakteri menjadi nutrisi yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Tanaman kemudian menyerap nutrisi tersebut melalui akarnya, sementara air yang telah melalui proses penyaringan dialirkan kembali ke kolam ikan. Dengan demikian, akuaponik menjadi salah satu alternatif budidaya yang memanfaatkan hubungan antara ikan, air, dan tanaman.

Setelah memperoleh penjelasan, para siswa mengikuti praktik menanam kangkung menggunakan sistem akuaponik. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok dan mendapatkan bahan serta peralatan yang diperlukan, seperti wadah bekas, saringan, benih kangkung, ikan cupang, dan pakan ikan. Dengan pendampingan panitia, siswa mengikuti tahapan penanaman sambil mempelajari fungsi setiap bahan yang digunakan.

Kegiatan praktik memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penanaman. Antusiasme peserta terlihat ketika mereka mengikuti arahan panitia dan menjawab pertanyaan seputar materi. Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu serta meningkatkan pemahaman siswa mengenai cara bercocok tanam yang sederhana.

baca juga

 Siswa Antusias Praktik Menanam Kangkung dengan Sistem Akuaponik | Dokumentasi Pribadi
info gambar

Siswa Antusias Praktik Menanam Kangkung dengan Sistem Akuaponik | Dokumentasi Pribadi


Setelah sesi istirahat untuk makan dan bermain, para siswa kembali mengikuti praktik penanaman menggunakan media yang lebih besar, yaitu drum dengan ikan lele. Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan gambaran mengenai penerapan sistem akuaponik dalam skala yang berbeda. Mereka juga diperkenalkan dengan pemanfaatan wadah dan sumber daya yang tersedia untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman.

Rangkaian acara ditutup dengan penjelasan mengenai perawatan tanaman kangkung yang disampaikan oleh Dr. Rias Antho Rahmi Suharjo, M.A. Kegiatan kemudian diakhiri dengan penyerahan cendera mata dari pihak Universitas Indonesia kepada Sekolah Master Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat tersebut.

Melalui kolaborasi IKSI, FIB UI, dan Fakultas Farmasi UI, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi siswa. Pengenalan kangkung dan sistem akuaponik tidak hanya menambah pengetahuan mengenai kesehatan dan lingkungan, tetapi juga memperkenalkan praktik bercocok tanam yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

baca juga

Dengan adanya kegiatan ini, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan, memanfaatkan sumber daya secara bijak, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.