maulid akbar madrasah murottilil quran padakaton 2026 - News | Good News From Indonesia 2026

Maulid Akbar di Madrasah Murottilil Qur'an Padakaton 2026, Apa yang Menarik?

Maulid Akbar di Madrasah Murottilil Qur'an Padakaton 2026, Apa yang Menarik?
images info

milik Zulfa Mustofa


Ribuan jamaah memadati halaman Madrasah Murottilil Qur’an (MMQ) Padakaton, Desa Padakaton, Kabupaten Brebes.

Mereka menghadiri Ta’dzim Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW sekaligus memperingati haul ke-7 Almaghfurlah KH Maftuh Basthul Birri, muassis Pondok Pesantren MMQ Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Acara tersebut dihadiri dzuriyah Lirboyo, Dr. KH Ahmad Kafabihi Mahrus, M.Pd. Hadir pula para habaib, ulama setempat, Kepala Desa Padakaton, Kapolsek Ketanggungan, Babinsa, tokoh masyarakat, serta jamaah dari Padakaton dan sekitarnya.

Kehadiran dzuriyah Lirboyo menjadi salah satu hal istimewa dalam peringatan tersebut. Selain menjadi momentum untuk mengungkapkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengenang perjuangan ulama dan memperkuat semangat masyarakat dalam menjaga tradisi pendidikan Al-Qur’an.

baca juga

Rangkaian Kegiatan Diawali Musyawarah dan Khataman Al-Qur’an

Peringatan Maulid Akbar dan Haul ke-7 Almaghfurlah KH Maftuh Basthul Birri disiapkan melalui rangkaian program. Agenda diawali dengan musyawarah akbar panitia untuk mempersiapkan pelaksanaan acara.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada Ahad pagi dengan Khotmil Qur’an Bil Ghaib oleh Ustaz Sofyan, yakni khataman Al-Qur’an dengan hafalan, dan simakan Al-Qur’an, serta kerja bakti membersihkan lingkungan.

Pada Rabu, kegiatan diisi dengan khotmil Qur’an binnadhar, pembacaan arwah para donatur, tahlil dan doa bersama untuk memperingati haul KH Maftuh Basthul Birri.

baca juga

Sejumlah agenda di atas ditujukan untuk menghidupkan tradisi keagamaan, merawat lingkungan, serta mendoakan para pendahulu.

Lantunan Maulid Simtudduror Mengawali Malam Puncak

Malam puncak diawali dengan pembacaan Maulid Simtudduror oleh Al-Habib Abdurrahman bin Muhsin Al-Athos. Lantunan selawat diiringi Hadrah Al Munsyiders dari Brebes, menciptakan suasana khidmat di tengah ribuan jamaah yang hadir. Acara resmi kemudian dibuka oleh pembawa acara, MC Zulfa Mustofa.

Kepada para santri, Kyai Ahmad Sibawaih menyampaikan pesan agar mereka tidak menjadikan kelulusan sebagai satu-satunya tujuan dalam mengaji.

Menurutnya, belajar di MMQ merupakan proses untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an, meningkatkan hafalan, dan mengembangkan kemampuan secara bertahap.

baca juga

Karena itu, para santri didorong untuk meningkatkan kehadiran, memperkuat hafalan, dan bersungguh-sungguh dalam belajar. Perkembangan tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk naik ke tingkatan berikutnya.

Pesan ini menegaskan bahwa mengaji bukan sekadar mengejar kelulusan, melainkan proses berkelanjutan untuk memperbaiki bacaan dan memperdalam kemampuan membaca Al-Qur’an.

Mencintai Rasulullah dengan Mengikuti Sunah dan Mencintai Ilmu

Penasihat MMQ PPadakaton
info gambar

Penasihat MMQ PPadakaton


Sambutan kedua disampaikan oleh penasihat MMQ Padakaton, Al-Habib Rukni bin Abdullah Al-Athos. Dalam nasihatnya, ia mengingatkan bahwa salah satu bukti kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW adalah menjalankan sunah-sunah beliau dan mencintai ilmu.

baca juga

Menurutnya, jalan untuk mencintai Kanjeng Nabi perlu ditempuh melalui ilmu yang bersambung dengan Rasulullah SAW. Karena itu, umat Islam hendaknya bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan mengikuti petunjuk agama agar tidak tersesat dari jalan yang benar.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-An’am ayat 153. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu diwujudkan melalui kesungguhan mempelajari ajaran beliau, mengikuti sunah, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Desa Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Nabi

Sambutan berikutnya disampaikan oleh H. Ahmad Tasdiq S.H selaku Kepala Desa Padakaton. Ia memberikan apresiasi kepada MMQ Padakaton yang telah menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan haul ke-7 KH Maftuh Basthul Birri.

Ia berharap masyarakat dapat meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ia mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan lingkungan desa.

baca juga

Pesan tersebut menegaskan bahwa peringatan Maulid tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga diharapkan menghadirkan perubahan nyata dalam perilaku dan kehidupan bermasyarakat.

Mauidhoh Hasanah oleh Dr. KH Ahmad Kafabihi Mahrus Ingatkan Pentingnya Menjaga Makanan Halal

Mauidhoh Hasanah disampaikan oleh Dr. KH Ahmad Kafabihi Mahrus, M.Pd., Pengasuh Pondok Pesantren Baytul Qur'an Lirboyo, Kediri. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan jamaah agar berhati-hati dalam memilih makanan, terutama terhadap perkara syubhat, yaitu perkara yang belum jelas status halal dan haramnya.

Ia mengajak jamaah untuk memperhatikan kehalalan dan kebaikan makanan yang dikonsumsi. Menjaga makanan halal merupakan bagian dari ikhtiar seorang muslim dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.

baca juga

Dalam penjelasannya, ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Mu’minun ayat 51. Ayat tersebut mengandung pelajaran tentang pentingnya mengonsumsi makanan yang baik sekaligus mengerjakan amal saleh. Menjaga makanan merupakan bagian dari ketaatan, sedangkan perilaku baik juga perlu dibangun melalui pendidikan, pembiasaan, dan pengendalian diri.

Dalam ceramahnya, ia juga mengingatkan agar jamaah tidak menyakiti orang lain. Menurut pesan yang disampaikannya, menjaga hubungan dengan sesama merupakan bagian penting dari kehidupan beragama.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kesalehan tidak hanya terlihat dari ibadah pribadi, tetapi juga dari cara seseorang menjaga ucapan, menghormati hak orang lain, dan menghindari perbuatan yang merugikan sesama.

Ditutup dengan Doa dan Makan Bersama Mengalap Keberkahan

Dokumentasi Pribadi
info gambar

Dokumentasi Pribadi


Rangkaian acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan haul ke-7 KH Maftuh Basthul Birri di Madrasah Murottilil Qur’an (MMQ) Padakaton ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Romo Kiyai Abdul Kholik.

baca juga

Setelah doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama yang diikuti para jamaah. Selain menjadi wujud kebersamaan, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus ngalap berkah dari majelis yang diisi dengan selawat, doa, dan nasihat para ulama.

Melalui program tersebut, peringatan Maulid Nabi dan haul tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW serta perjuangan KH Maftuh Basthul Birri, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan masyarakat Padakaton.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

ZM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.