Kelompok KKNT IPB University Desa Bayah Barat melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari limbah dapur sebagai salah satu upaya pemanfaatan limbah organik sekaligus mengenalkan alternatif pupuk melalui pupuk organik cair (POC) kepada masyarakat Bayah Barat.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2026 di Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.
Pupuk organik cair (POC) menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dengan mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan pemanfaatan potensi pertanian. Melalui cara ini tim KKNT IPB Bayah Barat mengenalkan pemanfaatan limbah dapur yang baik melalui pembuatan pupuk organik cair.
Rangkaian aktivitas diawali dengan edukasi kriteia pemilihan sampah organik yang bisa digunakan, manfaat dari masing-masing limbah dapur yang digunakan. Masyarakat dikenalkan limbah dapur apa saja yang sekiranya bisa digunakan dalam pembuatan pupuk organik cair (POC), seperti sisa buah-buahan, sisa sayuran, sekam bakar, daun kering, dan potongan kardus.
Tim KKNT Desa Bayah Barat juga memberikan pemahaman mengenai pemilihan limbah yang baik sebelum digunakan sebagai media pembuatan pupuk organik cair (POC). Limbah dapur seperti sisa masakan lebih baik tidak dimasukan sebagai media karena bisa menimbulkan bau tidak sedap.
Pada saat pelaksanaannya tim Mahasiswa KKNT Bayah Barat memberikan contoh pembuatan wadah yang akan digunakan sebagai tempat pembuatan pupuk organik cair.
Selain diberikan edukasi mengenai pembuatan wadah, masyarakat diberikan percontohan mengenai pembuatan pupuk organik cair dari penyusunan sampah yang benar.
Proses tersebut mencangkup penambahan sampah kering dilanjut dengan penambahan limbah organik dan dilanjut dengan penambahan sampah kering, dengan perbandingan 2:1, dengan jumlah sampah kering yang lebih banyak.
Mahasiswa juga mengenalkan bahan tambahan yang bisa digunakan sebagai bahan yang bisa mempercepat proses penguraian yaitu berupa EM4 dan gula yang telah dilarutkan sebagai bahan fermentasi.
EM4 yang digunakan selain diharapkan dapat menghasilkan pupuk cair yang kaya fosfor, kalium, dan nitrogen yang sangat baik untuk tanaman.

Melalui edukasi dan praktik ini, ibu-ibu didorong untuk memanfaatkan limbah rumah tangga agar memiliki nilai guna serta dapat mendukung kegiatan pertanian dan pekarangan asri di lingkungan rumah masing-masing.
Selain itu, dari kegiatan ini diharapkan dapat membuka pikiran masyarakat Desa Bayah Barat agar tidak membuang sampah sembarangan, melainkan mulai menerapkan pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik cair yang dapat bermanfaat bagi sektor pertanian warga Desa Bayah Barat.
Melalui pelatihan yang telah dilaksanakan diharapkan masyarakat Desa Bayah Barat dapat mengolah limbah organik rumah tangga maupun lingkungan menjadi lebih optimal lagi.
Dengan demikian, pemanfaatan limbah organik melalui pembuatan pupuk organik cair dapat memberikan manfaat ganda, di antaranya selain dapat mengurangi permasalahan lingkungan mengenai sampah sekaligus dapat meningkatkan nilai dari limbah rumah tangga.
Ke depannya, semoga praktik tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara kelompok tani ataupun diterapkan secara pribadi di rumah masing-masing warga Desa Bayah Barat.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung secara interaktif dengan menggabungkan pematerian, demonstrasi, praktik mandiri, dan sesi diskusi. Melalui progran ini, peserta diharapkan memperoleh keterampilan baru dalam mengolah limbah organik, mengurangi penumpukan sampah, serta meningkatkan kemandirian pangan lokal melalui pemanfaatan pupuk ramah lingkungan.
Melalui rangkaian edukasi dan demonstrasi secara langsung kepada masyarakat Desa Bayah Barat tim KKNT IPB Desa Bayah Barat berupaya membangun minat, dan keterampilan masyarakat dalam membuat pupuk organik cair. Keberlanjutan diharapkan dapat mendukung pemanfaatan limbah organik secara efektif.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


