aiesec in binus kenalkan budaya betawi melalui tur museum bagi peserta incoming global volunteer summer peak 2026 - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in BINUS Kenalkan Budaya Betawi melalui Tur Museum bagi Peserta Incoming Global Volunteer Summer Peak 2026

AIESEC in BINUS Kenalkan Budaya Betawi melalui Tur Museum bagi Peserta Incoming Global Volunteer Summer Peak 2026
images info

Sumber: Dokumentasi Pribadi


Setiap daerah memiliki budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya. Melalui tradisi, kesenian, hingga permainan tradisional, budaya tersebut terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Untuk mengenalkan kekayaan budaya Betawi secara lebih dekat, AIESEC in BINUS menyelenggarakan Tur Museum Betawi pada Jagakarsa, Jakarta Selatan, sebagai salah satu agenda Incoming Global Volunteer (iGV) Summer Peak 2026 pada Kamis (24/7).

Rangkaian kegiatan dikemas melalui tur museum, workshop, serta berbagai aktivitas interaktif yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan langsung tradisi budaya Betawi.

Kegiatan ini mengajak sekitar 26 peserta yang terdiri dari Exchange Participants (EPs), Local Volunteers (LVs), Incoming Global Volunteers (iGVs), dan Organizing Committee (OC) untuk mengenal budaya Betawi melalui pengalaman budaya secara langsung.

Seluruh peserta berkumpul di BINUS@Anggrek sebelum bersama-sama menuju Museum Betawi menggunakan bus.

baca juga

Bagi para Exchange Participants yang berasal dari berbagai negara, kunjungan ini menjadi pengalaman baru karena memberikan kesempatan untuk mengenal budaya Indonesia secara lebih dekat melalui berbagai koleksi, tradisi, dan nilai budaya yang belum pernah mereka temui sebelumnya.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh staf Museum Betawi yang kemudian memandu peserta berkeliling untuk mengenal berbagai koleksi yang menggambarkan kehidupan masyarakat Betawi, mulai dari peralatan tradisional, perlengkapan rumah tangga, pakaian adat, hingga berbagai ornamen khas Betawi.

Setelah menyelesaikan tur museum, peserta beristirahat sejenak sebelum mengikuti rangkaian workshop budaya. Workshop pertama mengajak peserta mempelajari tari Cokek, salah satu tarian tradisional Betawi.

Selain mempraktikkan gerakan tari, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai sejarah serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Workshop kemudian dilanjutkan dengan membuat miniatur ondel-ondel menggunakan kok bulu tangkis dan berbagai hiasan.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi pengenalan pencak silat yang memberikan kesempatan untuk mempelajari gerakan dasar sekaligus memahami peran seni bela diri tersebut dalam budaya Betawi.

Antusiasme peserta terlihat selama rangkaian workshop berlangsung, ketika mereka aktif mengikuti setiap kegiatan dan mencoba berbagai bentuk ekspresi budaya Betawi secara langsung bersama instruktur.

baca juga

Suasana semakin meriah ketika peserta mengikuti berbagai permainan tradisional Indonesia, seperti ular tangga raksasa, congklak, egrang, galasin, dan bakiak. Rangkaian permainan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk saling berinteraksi, membangun kedekatan, dan mempererat hubungan satu sama lain selama kegiatan berlangsung.

Melalui permainan tersebut, peserta tidak hanya mengenal permainan tradisional Indonesia, tetapi juga merasakan pengalaman bermain bersama yang menjadi salah satu bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Di sela-sela kegiatan, staf Museum Betawi juga mewawancarai beberapa peserta untuk mendengar kesan mereka setelah mengikuti seluruh rangkaian acara.

Berbagai aktivitas yang diikuti sepanjang kegiatan memberikan pengalaman baru bagi para peserta. Lara, salah satu Exchange Participant asal Tiongkok, mengaku senang dapat mengenal budaya Indonesia secara lebih dekat melalui Tur pada Museum Betawi.

"I really enjoyed today's activities. We didn't just visit the museum, but also got to experience Indonesian culture through the workshops and traditional games. One thing that I found interesting was discovering how Indonesian and Chinese cultures share many similarities in terms of traditions and cultural values. That gave me a new perspective and made this experience even more meaningful. I also had so much fun meeting local friends and learning together with everyone," ungkapnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Raden Roro Delovea Nashita Mahaghanya, salah satu Local Volunteer. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan yang diselenggarakan terasa berbeda karena peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai budaya Betawi, tetapi juga dapat langsung mengikuti berbagai aktivitas yang diperkenalkan.

baca juga

"Menurut saya, kegiatan hari ini sangat menyenangkan karena kami tidak hanya mengikuti workshop, tetapi juga bisa langsung memainkan permainan tradisional, mengenal pakaian adat, dan mempelajari budaya Betawi dengan cara yang lebih interaktif. Jadi, keseluruhan kegiatannya terasa seru sekaligus edukatif," ujarnya.

Melalui Tur pada Museum Betawi, AIESEC in BINUS kembali menghadirkan ruang pembelajaran yang mempertemukan generasi muda dari berbagai negara dengan kekayaan budaya Indonesia.

Rangkaian tur museum, workshop, serta permainan tradisional menunjukkan bahwa mengenal budaya dapat dilakukan melalui pengalaman yang interaktif dan menyenangkan.

AIESEC in BINUS berharap kegiatan ini dapat mendorong lebih banyak generasi muda untuk mengenal, menghargai, dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.