membawa pendidikan dan percaya diri ke ruang digital bersama niea zahara phonna - News | Good News From Indonesia 2026

Membawa Pendidikan dan Percaya Diri ke Ruang Digital bersama Niea Zahara Phonna

Membawa Pendidikan dan Percaya Diri ke Ruang Digital bersama Niea Zahara Phonna
images info

Runner-up 1 Putri Hijabfluencer Sumatera Utara 2026 | Niea for GNFI


Pagi bagi Niea Zahara Phonna jarang punya ritme pelan. Jadwal kuliah menunggu, kegiatan pengembangan diri terus berjalan, sementara media sosial dan program yang sedang ia bangun tidaklah bergerak begitu saja.

Di tengah hari yang padat, mahasiswi Pendidikan Biologi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) ini terbiasa mengingat satu hal, setiap pilihan membutuhkan prioritas. Perempuan yang akrab disapa Niea itu memperoleh prioritas baru, terpilih sebagai runner-up 1 Putri Hijabfluencer Sumatera Utara 2026 dan akan melanjutkan langkahnya ke tingkat nasional.

Melalui ajang tersebut, ia membawa advokasi tentang self improvement dan pendidikan berkelanjutan. Isu yang menurut Niea sangat dekat dengan keresahan anak muda hari ini.

baca juga

Tumbuh dari Banyak Ruang

Tarik jauh sebelum dikenal melalui ajang Putri Hijabfluencer, Niea sudah akrab dengan berbagai aktivitas sejak usia lima tahun. Dunia photogenic menjadi pintu pertamanya, lalu disusul MTQ, olahraga, olimpiade akademik, hingga paduan suara.

Pengalaman berpindah dari satu ruang ke ruang lain membuatnya belajar beradaptasi sejak dini. Ia tidak tumbuh dalam satu jalur yang lurus, melainkan melalui banyak percobaan, latihan, dan proses yang terus berubah.

Niea selalu melihat jika hampir tidak ada proses yang benar-benar instan. Karena itu, ia menekankan penting mengambil setiap peluang apapun yang datang sebagai bagian dari perjalanan bertumbuh.

Ketertarikan Niea pada pendidikan perlahan menjadi arah yang paling kuat. Ia menyukai proses mengajar dan merasa lebih hidup ketika dapat membantu orang lain memahami sesuatu, yang mana membawanya ke jurusan Pendidikan Biologi di UINSU hingga ia sempat mengajar mengaji bagi anak-anak.

Pengalaman tersebut membuatnya melihat pendidikan hadir dalam banyak bentuk, dari ruang praktikum hingga majelis kecil tempat anak-anak belajar. Dalam benaknya, peran guru juga dapat tumbuh di ruang digital.

Saat Takut Datang Lebih Dulu

Niea mengaku pernah berhadapan dengan rasa takut dan kepercayaan diri yang belum sepenuhnya kuat. Pengalaman mengikuti berbagai ajang pengembangan diri membuatnya semakin menyadari bahwa banyak anak muda menyimpan keraguan yang serupa.

Ia turut menyoroti stigma yang sering dilekatkan pada dunia pageant, seolah penilaian hanya berpusat pada penampilan fisik. Menurut Niea, pengalaman di Putri HijabfluencerSumatera Utara memberinya pandangan berbeda.

Ia melihat adanya ruang untuk membawa gagasan, karakter, dan kontribusi sosial ke dalam proses tersebut. Dari titik itu, ia mulai percaya bahwa pengembangan diri tidak selalu dimulai dari rasa yakin, tetapi sering berawal dari keberanian untuk mencoba.

baca juga

Pendidikan yang Kian Dinamis

Perhatian Niea terhadap pendidikan semakin berkembang ketika aktif menjadi pembicara di berbagai sekolah, mentor Global Education, serta mengemban peran public relations dalam International Youth Goals dan International Youth Leader Summit. Melalui media sosial, ia mengangkat topik self improvement agar konten yang dibagikan dapat menjadi ruang belajar bagi anak muda.

Baginya, digitalisasi pendidikan membuka peluang besar untuk menjangkau lebih banyak orang. Namun, ia juga menyadari bahwa setiap individu memiliki kondisi dan sumber daya yang berbeda.

Karenanya, ia lebih sering berbicara tentang kesempatan belajar yang sesuai dengan potensi masing-masing, bukan hanya ukuran keberhasilan yang seragam.

Gagasan tersebut sedang ia kembangkan melalui program Knowledge and Innovation for Valuable Opportunities (KAIVO), sebuah platform di media sosial sebagai ruang yang dirancang untuk mendorong anak muda belajar, berjejaring, dan mengembangkan kemampuan diri.

Tentang Bertahan dan Bertumbuh

Niea percaya bahwa hidup di mana pun menuntut kemampuan bertahan dan beradaptasi. Ia merangkumnya dalam empat kata yang terus ia pegang yaitu learning, growth, support, dan impact.

Belajar membuat seseorang terus bergerak,pertumbuhan lahir dari proses yang dijalani, dukungan membantu seseorang tetap berdiri. Sampai akhrinya dampak menjadi alasan mengapa perjalanan itu layak diteruskan.

Anyone can be anything,” ungkapnya. Bagi Niea, tidak ada manusia yang sepenuhnya sempurna, tetapi selalu ada ruang untuk memperbaiki diri dan meninggalkan manfaat bagi orang lain, sekecil apa pun langkah yang dimulai hari ini.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

IN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.