Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk mendukung pertanian berkelanjutan berhasil diwujudkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sustainable Development Goals (SDGs) Kelompok 26 Desa Mojotengah, Jombang.
Pada Kamis, (6/8/2026), perangkap hama serangga berbasis panel surya secara resmi diperkenalkan dan diresmikan oleh Kepala Desa Mojotengah bersama masyarakat setempat.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pemanfaatan teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan sebagai alternatif pengendalian hama di lahan pertanian desa Mojotengah, kecamatan Bareng, kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Dari Permasalahan Hama jadi Inovasi Berbasis Energi Surya
Pertanian menjadi salah satu sektor penting bagi masyarakat Desa Mojotengah, khususnya melalui budidaya tanaman pangan seperti padi dan jagung. Namun, keberadaan hama serangga menjadi salah satu tantangan yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
Menanggapi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan Solar UV Insect Trap, yaitu perangkap hama serangga berbasis lampu UV yang memanfaatkan energi dari panel surya.
Teknologi dirancang agar dapat bekerja secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik PLN. Pada siang hari, panel surya mengubah energi matahari menjadi listrik untuk mengisi baterai, sedangkan pada malam hari energi tersebut digunakan untuk menyalakan lampu LED UV. Cahaya UV kemudian berfungsi sebagai pemikat bagi serangga malam untuk mendekati perangkap.
Serangga yang tertarik cahaya akan diarahkan melalui corong berbahan botol bekas menuju wadah berisi air dan sedikit sabun. Sistem sederhana tersebut membuat serangga yang masuk sulit untuk keluar kembali.
Alat kemudian ditempatkan secara langsung di area pertanian Desa Mojotengah dengan mempertimbangkan paparan sinar matahari yang cukup agar proses pengisian energi dapat berlangsung optimal.
Melalui inovasi ini, Mahasiswa KKN berupaya menghadirkan teknologi tepat guna yang memanfaatkan energi terbarukan sekaligus mendukung pengendalian hama di lahan pertanian.
Penggunaan panel surya dan bahan sederhana seperti botol bekas juga menjadikan alat ini sebagai alternatif yang praktis dan dapat diterapkan di lingkungan pertanian Desa Mojotengah.
Hasil Penerapan Mulai Terlihat di Lahan Pertanian
Dokumentasi awal ini menunjukkan bagaimana alat tersebut diterapkan di area pertanian melalui proses penangkapan berbagai jenis serangga yang kemudian terperangkap di dalam wadah penampung. Beberapa jenis serangga seperti wereng, ngengat, dan serangga lainnya berhasil tertangkap oleh perangkap hama selama penerapannya di lahan pertanian.
Hasil tersebut memberikan gambaran mengenai penerapan produk tenologi yang dikembangkan oleh KKN SDGs Kelompok 26 Jombang.
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Data yang diperoleh saat ini belum memungkinkan untuk dilakukan pengukuran mengenai dampak alat terhadap penurunan populasi hama secara keseluruhan. Namun, keberhasilan menangkap serangga dapat dipandang sebagai hasil awal yang dapat diamati dari penerapan alat ini.
Melalui kegiatan pemantauan dan perawatan secara berkala, pemanfaatan perangkap hama ini diharapkan dapat terus dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan spesifik para petani setempat.
Peresmian jadi Langkah Awal Keberlanjutan Inovasi
Perangkap hama berbasis tenaga surya secara resmi diperkenalkan dalam sebuah kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Desa Mojotengah bersama warga setempat. Momen ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan secara langsung inovasi yang telah dikembangkan oleh mahasiswa KKN kepada masyarakat yang terlibat. Pun juga menjadi sarana untuk menunjukkan partisipasi masyarakat dalam penerapan teknologi tepat guna di lingkungan desa.
Keberhasilan penggunaan alat tersebut perlu didukung oleh pengelolaan yang tepat. Petani perlu memastikan bahwa panel surya memperoleh paparan sinar matahari yang cukup agar dapat menghasilkan energi listrik, serta melakukan perawatan yang diperlukan, seperti mengosongkan wadah yang menampung serangga yang telah tertangkap.
Pemanfaatan panel surya memungkinkan alat tersebut dapat beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik di area terbuka tempat kegiatan pertanian berlangsung.
Sebagai tindak lanjut pengembangan inovasi, tim mahasiswa tengah mempersiapkan proses pendaftaran kekayaan intelektual untuk perangkap hama berbasis tenaga surya tersebut.
Penerapan teknologi tepat guna ini, KKN SDGs Kelompok 26 Jombang tidak hanya memperkenalkan sebuah perangkat teknologi, tetapi juga membawa inovasi tersebut hingga tahap pemanfaatan secara langsung di lahan pertanian.
Dengan keterlibatan dan dukungan dari perangkat desa setempat, inovasi ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan, dipantau, dan dikembangkan sebagai salah satu alternatif pengendalian hama yang memanfaatkan energi terbarukan guna mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


