Bicara soal sejarah, nama Belanda tentu tidak lepas dari memori kolektif masyarakat Indonesia. Negara ini pernah menjajah Indonesia dalam kurun waktu yang lama.
Orang Belanda datang ke Indonesia pertama kali pada tahun 1596. Kala itu, Cornelis de Houtman tiba di Banten setelah setahun lebih berlayar dari Belanda.
Kedatangan mereka bukan tanpa sebab. Ekspedisi laut ekstrem yang dilakukan pelaut Belanda di masa lalu bertujuan untuk mencari rempah-rempah. Akan tetapi, niat yang awalnya untuk berdagang berubah menjadi monopoli dan kekuasaan. Hal ini kemudian yang membuat Indonesia berada di bawah kekuasaan Belanda.
Namun, tahukah Kawan GNFI jika pengaruh kolonial Belanda di masa lalu ternyata bukan hanya terjadi di Indonesia? Nyatanya, ada berbagai negara di dunia yang juga dijajah oleh Beanda selama bertahun-tahun.
Belanda merupakan salah satu kekuatan kolonial paling berpengaruh selama Era Penjelajahan, di mana melalui aktivitas Dutch East India Company (VOC) dan Dutch West India Company (WIC), mereka membangun koloni serta pos perdagangan di Asia, Afrika, hingga Amerika.
Daftar Negara yang Pernah Dijajah Belanda
Merangkum dari data SeasiaStats, berikut ini adalah negara-negara yang pernah dijajah oleh Belanda di dunia:
- India (1605–1825)
- Indonesia (1602–1942)
- Amerika Serikat (1614–1674)
- Guyana (1621–1815)
- Taiwan (1624–1668)
- Bangladesh (1627–1825)
- Brasil (1630–1654)
- Sri Lanka (1640–1796)
- Chile (1642–1643)
- Afrika Selatan (1652–1806)
- Guyana Prancis (1660–1677)
- Suriname (1667–1975)
Meksipun sudah banyak yang lepas dari “jerat” penjajahan Belanda, jejak-jejak peninggalan Negeri Kincir Angin itu masih bisa ditemui di berbagai tempat, salah satunya Indonesia.
Di Indonesia sendiri, banyak sekali bangunan peninggalan Belanda, seperti stasiun, jalur kereta api, gedung-gedung bersejarah, benteng, dan lain sebagainya. Banyak di antaranya yang masih terawat dan dijadikan cagar budaya oleh pemerintah sebagai bentuk mennghargai sejarah.
Indonesia dan Belanda Kini
Meskipun memiliki hubungan masa lalu yang sangat kompleks, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Belanda saat ini terjalin sangat hangat. Kedua negara telah menjadi mitra strategis di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga teknologi pengelolaan air (water management), di mana Belanda merupakan salah satu negara yang dinilai lihai dalam pengelolaan air.
Hubungan diplomatik dua negara ini sempat putus akibat sengketa Irian Barat dan pulih di tahun 1970-an. Namun, saat ini, baik Indonesia maupun Belanda sudah banyak menjalin kerja sama. Belanda juga menjadi salah satu pintu gerbang utama produk Indonesia sebelum dipasarkan luas di Eropa.
Uniknya lagi, rasa saling menghormati antara kedua bangsa ini juga dibuktikan dengan pemberian nama-nama pahlawan Indonesia sebagai nama jalan di Belanda. Ada banyak nama pahlawan nasional dan tokoh kenamaan Indonesia yang dijadikan nama jalan di Belanda, di antaranya:
- Jalan Mohammad Hatta: Kota Haarlem.
- Jalan Sutan Sjahrir: Kota Leiden.
- Jalan Kartini: Kota Amsterdam
- Jalan Munir: Kota Den Haag. Namanya diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap pejuang HAM.
Selain nama jalan di atas, masih banyak nama-nama tokoh Indonesia yang harum di Belanda. Ada yang tahu siapa lainnya?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


