Gairah pariwisata Nusantara kembali berdenyut di pertengahan tahun 2026. Antrean penerbangan internasional dan riuh turis asing yang membawa koper kembali menjadi pemandangan harian di sejumlah bandara utama tanah air.
Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) merekam tren kenaikan ini, di mana angka kunjungan wisatawan mancanegara melompat dari 1.188.420 pada Januari menjadi 1.386.575 kunjungan pada Juni 2026.
Sebagian besar pelancong luar negeri masih mengandalkan jalur udara sebagai gerbang utama masuk ke Indonesia. Dari total kunjungan pada Juni 2026, sebanyak 954.625 turis mendarat langsung di berbagai bandara internasional.
Pulau Dewata belum tertandingi sebagai destinasi impian. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali menyedot porsi terbesar dengan mencatatkan 604.962 kedatangan turis pada Juni 2026. Pintu masuk udara terbesar kedua ditempati oleh Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang yang mencatatkan 240.681 kunjungan pada periode yang sama.
Pergerakan turis asing tidak hanya berpusat di terminal bandara. Di wilayah perairan Kepulauan Riau, kapal feri penyeberangan saban hari lalu-lalang membawa wisatawan dari negara tetangga. Pintu masuk jalur laut ini menyumbangkan 293.872 kunjungan pada Juni 2026.
Kota Batam menjadi simpul pelabuhan paling aktif di Kepulauan Riau dengan angka kedatangan mencapai 156.984 kunjungan pada Juni 2026. Pelabuhan Tanjung Uban menyusul dengan 28.365 kunjungan, diikuti Tanjung Balai Karimun sebanyak 9.304 kunjungan.
Sementara itu, pergerakan di pintu batas darat mencatatkan total 138.078 kunjungan pada Juni 2026. Pos Lintas Batas Negara Atambua di Nusa Tenggara Timur menjadi jalur darat paling ramai dengan 26.135 kunjungan, disusul perbatasan Jayapura di Papua yang mencatatkan 13.608 kunjungan.
Di sisi laiun, rekapitulasi angka BPS ini menunjukkan ketimpangan titik kedatangan wisatawan asing yang sangat kontras di Indonesia. Pintu-pintu masuk utama di Bali dan Kepulauan Riau mendominasi sebagian besar kantong kedatangan, sementara belasan pintu masuk internasional lainnya hanya mencatatkan angka di kisaran ribuan hingga ratusan kunjungan per bulan.
Bandara besar seperti Juanda di Surabaya hanya mencatatkan 33.049 kunjungan dan Kualanamu di Sumatera Utara sebanyak 22.882 kunjungan pada Juni 2026.
Bahkan beberapa bandara internasional daerah seperti Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang hanya menerima 849 kunjungan pada bulan yang sama. Kondisi ini memperlihatkan kalau pergerakan wisman sejauh ini masih terpusat di titik-titik wisata lama dan wilayah perbatasan terdekat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

