Lampu kota menyala, langit New York kembali penuh harapan, dan pemuda bernama Peter Parker berada di titik yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Film Spider-Man: Brand New Day bukan hanya kelanjutan kisah tokoh superhero semata, melainkan juga cerita tentang keberanian Peter memulai hidup kembali dari awal, ketika dunia yang ia kenali berbeda—ketika teman yang ia kenal bahkan tidak mengenalnya.
Perasaan itu mungkin terdengar asing bagi kita, karena tentu itu hanya perasaan Peter di film, tetapi apakah kamu sadar bahwa perasaan tersebut menjadi hal umum bagi peserta Global Volunteer AIESEC in UB?
Momen keberangkatan, memulai hari baru seringkali menjadi scene “Brand New Day” bagi mereka—hari ketika mereka merelakan kenyamanan dan menerima ketidakpastian. Namun, justru pada saat itulah perjalanan mereka dimulai, untuk menemukan versi mereka yang baru.
Dalam Brand New Day, Peter Parker harus membangun rutinitas baru tanpa jaminan bahwa semuanya akan berjalan baik-baik saja. Sama halnya dengan peserta volunteer. Namun, berbeda dengan Peter, mereka tidak ditemani oleh musik-musik heroik atau ekspektasi melangkah keluar dan sambutan audiens saat mereka melangkah keluar dari bandara. Yang ada hanyalah koper, paspor, dan rasa campur aduk antara antusiasme serta ketakutan—ketakutan akan apa yang akan datang.
Akan tetapi, seperti Peter, mereka belajar bahwa keberanian hadir ketika ketakutan dimanifestasi—keinginan hadir ketika kita memiliki rasa ingin tahu—dan adaptasi hadir ketika kita menerima perbedaan yang ada.

Persahabatan Peter, Mary Jane, dan Ned (Sumber: Spider-Man: No Way Home)
Di sisi lain, Peter Parker berkembang seiring berjalannya waktu dan selalu berkembang melalui orang-orang di sekitarnya. Dalam perjalanan Global Volunteer, peran itu dimainkan oleh para sosok buddy, host, sesama peserta volunteer, hingga masyarakat lokal.
Perannya menjadi penting karena mereka menjadi orang pertama yang membantu kita atau sekedar hadir untuk kita ketika kata “rumah” mulai terasa jauh bagi kita. Dari hubungan-hubungan sederhana itulah, kita akan menyadari bahwa dunia tidak seseram yang kita bayangkan—dan volunteer tidak sesepi yang kita takutkan.
Bahkan tidak sedikit dari alumni exchange yang justru mengenang ikatan lintas negara sebagai bagian paling berharga dari pengalaman mereka dan seringkali bertahan lama, melampaui batas negara.
Di akhir kisah Spider-Man, Peter Parker tidak pernah kembali sebagai orang yang sama. Ia selalu menjadi pribadi yang telah berkembang, dengan pemahaman baru tentang tanggung jawab, keberanian, serta arti sesederhana menjadi manusia.
Demikian dengan peserta Global Volunteer, mereka kembali tidak hanya dengan foto dan gantungan kunci, melainkan juga dengan kepercayaan diri untuk berbicara, keberanian untuk melangkah, serta kepedulian untuk melakukan perubahaan yang bermakna.
Spider-Man: Brand New Day mengingatkan kita bahwa hidup selalu memberi kesempatan untuk memulai kembali. Tanpa kostum superhero atau kemampuan luar biasa, terkadang yang kita butuhkan hanyalah keberanian untuk menghadiri sesi informasi pertama, dan berkata pada diri sendiri:
“Aku siap mencoba.”
Melalui kesempatan seperti program Global Volunteer AIESEC in UB, kita akan mendapat ruang untuk melangkah ke dunia yang lebih luas, belajar lebih jauh, dan menemukan versi terbaik diri yang mungkin telah menunggu di tempat yang belum pernah dikunjungi.
Karena setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu hari baru.
Dan mungkin, hari itu adalah hari ini.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


