binte biluhuta sup jagung - News | Good News From Indonesia 2026

Binte Biluhuta: Mengenal Sup Jagung Segar Khas Gorontalo yang Kaya Rasa

Binte Biluhuta: Mengenal Sup Jagung Segar Khas Gorontalo yang Kaya Rasa
images info

Supardisahabu (wikimedia commons)


Gorontalo memiliki beragam kuliner tradisional yang mencerminkan hubungan masyarakat dengan alam, salah satunya binte biluhuta yang kaya cita rasa.

Hidangan berbahan jagung ini menghadirkan perpaduan rasa gurih, segar, dan sedikit pedas melalui bahan lokal khas masyarakat Gorontalo.

Kawan GNFI, binte biluhuta bukan hanya makanan berkuah, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kuliner yang diwariskan lintas generasi.

Perpaduan jagung, ikan, kelapa, dan rempah menunjukkan kreativitas masyarakat Gorontalo dalam mengolah hasil pertanian serta perikanan menjadi hidangan istimewa.

Apa Itu Binte Biluhuta, Sup Jagung Khas Gorontalo?

Binte biluhuta adalah sup jagung khas Gorontalo yang dibuat menggunakan jagung, ikan, atau udang kecil, kelapa parut, serta bumbu rempah.

Dalam bahasa Gorontalo, istilah binte biluhuta berarti jagung siram yang menggambarkan penyajian jagung bersama kuah berbumbu khas.

Masyarakat juga mengenal hidangan ini dengan nama milu siram, yaitu sajian jagung berkuah yang menjadi bagian dari kuliner tradisional daerah.

Keunikan Binte Biluhuta terletak pada perpaduan rasa manis jagung, gurih ikan, aroma rempah, dan kesegaran jeruk nipis.

baca juga

Bagaimana Sejarah dan Asal-Usul Binte Biluhuta?

Binte Biluhuta berkembang dari kebiasaan masyarakat Gorontalo dalam mengolah bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Jagung menjadi salah satu komoditas penting Gorontalo sehingga masyarakat memanfaatkannya dalam berbagai olahan makanan tradisional.

Ketersediaan jagung, ikan, udang kecil, dan rempah kemudian menghasilkan sajian sederhana dengan cita rasa khas masyarakat setempat.

Resep binte biluhuta diwariskan secara turun-temurun sehingga setiap keluarga dapat memiliki variasi penyajian sesuai kebiasaan masing-masing.

Apa Saja Bahan dan Cara Membuat Binte Biluhuta?

Binte biluhuta dibuat menggunakan bahan lokal yang menghasilkan perpaduan rasa gurih, segar, dan khas kuliner Gorontalo.

Bahan utama binte biluhuta:

  • Jagung muda atau jagung pipil.
  • Ikan kecil, ikan tuna, atau udang kecil (hele).
  • Kelapa parut.
  • Daun kemangi.
  • Daun bawang.
  • Cabai.
  • Bawang merah dan bawang putih.
  • Jeruk nipis.
  • Garam serta bumbu pelengkap.

Cara membuat binte biluhuta:

  1. Rebus jagung hingga matang dan siapkan bahan pelengkap lainnya.
  2. Masak ikan atau udang bersama bumbu hingga menghasilkan kuah bercita rasa gurih.
  3. Campurkan jagung dengan kuah, kelapa parut, dan bahan pelengkap.
  4. Tambahkan kemangi serta perasan jeruk nipis sebelum hidangan disajikan.

Proses sederhana tersebut menunjukkan kemampuan masyarakat Gorontalo mengolah bahan lokal menjadi makanan yang memiliki nilai budaya.

Mengapa Binte Biluhuta jadi Warisan Budaya Gorontalo?

Bintebiluhuta menjadi warisan budaya karena memiliki nilai penting sebagai pengetahuan lokal masyarakat Gorontalo dalam mengolah pangan tradisional.

Kuliner ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2016 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Penetapan tersebut menunjukkan bahwa binte biluhuta tidak hanya bernilai sebagai makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Gorontalo.

Sejumlah cerita yang berkembang di masyarakat juga mengaitkan hidangan ini dengan nilai kebersamaan dan hubungan harmonis antarmasyarakat.

baca juga

Mengapa Binte Biluhuta Masih Populer hingga Kini?

Bintebiluhuta tetap populer karena memiliki cita rasa khas, bahan sederhana, serta nilai budaya yang membuatnya terus dicintai masyarakat.

Perubahan zaman tidak membuat hidangan ini kehilangan tempat karena masyarakat masih menyajikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagai rumah makan dan pelaku usaha kuliner lokal turut memperkenalkan binte biluhuta kepada wisatawan yang berkunjung ke Gorontalo.

Melalui upaya pelestarian tersebut, bubur jagung ini tetap menjadi simbol kekayaan kuliner Nusantara yang memiliki cerita budaya.

Bintebiluhuta membuktikan bahwa makanan tradisional bukan hanya tentang rasa, tetapi juga menyimpan cerita kehidupan masyarakat penciptanya.

Sup jagung khas Gorontalo ini menunjukkan bagaimana bahan sederhana dapat berubah menjadi hidangan dengan nilai budaya yang kuat.

Kawan GNFI, mengenal binte biluhuta berarti ikut menghargai warisan kuliner Nusantara yang terus dijaga masyarakat Gorontalo.

Melestarikannya berarti menjaga salah satu kekayaan kuliner Indonesia agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SH
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.