Tim KKNT IPB University melaksanakan kegiatan pendampingan pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Talagawangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung penguatan kelembagaan masyarakat sebagai langkah awal dalam pengembangan skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) melalui program perhutanan sosial.
Pembentukan KTH menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan tata kelola hutan berbasis masyarakat yang mampu mengintegrasikan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tim KKNT IPB University, Kang Yayat Nurcholid S.Hut., M.Si. sebagai narasumber, Kepala Desa Talagawangi, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), perwakilan Kecamatan Pakenjeng, Kapolsek, Danramil, perangkat desa, serta perwakilan masyarakat.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan perhutanan sosial melalui penguatan kelembagaan masyarakat di tingkat desa.
Pembentukan Tiga Kelompok Tani Hutan
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai konsep perhutanan sosial dan pentingnya keberadaan Kelompok Tani Hutan sebagai wadah organisasi masyarakat dalam mengelola kawasan hutan secara legal, partisipatif, dan berkelanjutan.
Dalam sesi diskusi, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai peran KTH sebagai lembaga yang tidak hanya menjadi sarana koordinasi antaranggota, tetapi juga berfungsi sebagai mitra pemerintah dalam penyusunan rencana pengelolaan kawasan, pengembangan usaha berbasis hasil hutan, serta pelaksanaan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Pemaparan Materi Terkait Perhutanan Sosial oleh Narasumber | Sumber: Dokumentasi Pribadi
Melalui musyawarah yang melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan calon anggota kelompok, disepakati pembentukan tiga Kelompok Tani Hutan (KTH), yaitu Talaga Rimbun, Talaga Sejahtera, dan Talaga Jaya.
Ketiga kelompok tersebut dibentuk sebagai wadah masyarakat dalam mendukung pengembangan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Desa Talagawangi sekaligus memperkuat kelembagaan sebagai salah satu tahapan penting dalam implementasi program perhutanan sosial.
Kolaborasi Menuju Hutan Kemasyarakatan
Pembentukan KTH menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan.
Dengan adanya kelembagaan yang terstruktur, masyarakat diharapkan mampu mengelola potensi sumber daya hutan secara lebih terarah, mulai dari penyusunan rencana kerja, pengelolaan kawasan, hingga pengembangan usaha yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa mengurangi fungsi ekologis hutan.
Pendampingan yang dilakukan Tim KKNT IPB University juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berdiskusi mengenai peluang pengembangan Hutan Kemasyarakatan di Desa Talagawangi.
Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat didorong untuk menjadi pelaku utama dalam pengelolaan kawasan hutan sehingga tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap kelestarian sumber daya hutan.
Harapan bagi Desa Talagawangi

Penandatangan Berita Acara oleh Kepala Desa, Ketua LMDH, Ketua KTH Terpilih, dan Koordinator Desa KKNT IPB University Desa Talagawangi | Sumber: Dokumentasi Pribadi
Melalui sinergi yang telah terbangun, ketiga KTH diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi menjadi modal penting dalam mendukung keberhasilan program perhutanan sosial di Desa Talagawangi.
Tim KKNT IPB University berharap pendampingan ini menjadi titik awal lahirnya kelembagaan masyarakat yang mandiri, adaptif, dan mampu mengelola potensi hutan secara berkelanjutan sehingga manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi dapat dirasakan oleh masyarakat Desa Talagawangi, baik pada masa kini maupun untuk generasi yang akan datang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


