Upaya memperkuat transformasi pendidikan di era digital terus dilakukan melalui pengembangan kapasitas guru dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan berpihak kepada peserta didik.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Guru Interaktif bertajuk "Transformasi Digital Sekolah Ramah Anak: Pembelajaran yang Menyenangkan dan Disiplin Positif melalui Konten Mikro Berbasis Gamifikasi pada Platform Genially Indonesia dan Malaysia."
Kegiatan ini mempertemukan para pendidik dari Indonesia (UNJ) dan Malaysia (IPGKBM) yang dilaksanakan di Institut Pendidikan Guru Kampus Bahasa Melayu (IPGKBM) dalam sebuah forum kolaboratif.
Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran yang kreatif sekaligus mendukung implementasi Sekolah Ramah Anak (SRA).
Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan narasumber dari UNJ Dr. Siti Ansoriyah, M.Pd, N.Lia Marliana, PhD sedangkan dari IPGKBM Dr. Theo Siew Fang.
Dalam sambutannya, pengarah dari IPGKBM Dr. Masitah binti Mohammad Yusof menyampaikan bahwa transformasi digital tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi. Namun, juga pada perubahan paradigma pembelajaran yang lebih humanis, inklusif, dan berpusat pada peserta didik.
"Guru masa kini dituntut tidak hanya mampu menguasai teknologi, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, membangun karakter, serta menerapkan disiplin positif yang menghargai hak-hak anak," ujarnya.
Salah satu materi utama dalam pelatihan adalah pemanfaatan Genially, sebuah platform digital interaktif yang memungkinkan guru mengembangkan berbagai media pembelajaran berbasis gamifikasi.
Melalui platform tersebut, peserta diajak merancang micro content berupa kuis interaktif, materi edukatif, infografik dinamis, video pembelajaran, permainan edukatif, hingga presentasi interaktif yang mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Pendekatan micro content dipilih karena mampu menyajikan materi pembelajaran secara ringkas, menarik, mudah dipahami, serta sesuai dengan karakteristik generasi digital yang dipadukan dengan konsep gamifikasi.
Dengan begitu, pembelajaran menjadi lebih partisipatif karena melibatkan tantangan, penghargaan (reward), umpan balik langsung, serta aktivitas kolaboratif yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik.
Selain penguatan kompetensi digital, pelatihan juga menitikberatkan pada implementasi Disiplin Positif sebagai bagian dari budaya Sekolah Ramah Anak.
Para peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi membangun hubungan yang positif antara guru dan peserta didik melalui komunikasi empatik, penguatan perilaku positif, penyelesaian konflik secara restoratif, serta penerapan konsekuensi yang mendidik tanpa kekerasan.
Menurut narasumber Dr. Siti Ansoriyah, penerapan disiplin positif menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung perkembangan akademik maupun sosial emosional peserta didik.
Tidak hanya menerima materi konseptual, para peserta juga mengikuti sesi praktik langsung (hands-on workshop). Dalam sesi ini, guru didampingi untuk merancang media pembelajaran digital menggunakan Genially sesuai dengan mata pelajaran masing-masing.
Hasil karya peserta kemudian dipresentasikan dan mendapatkan umpan balik dari fasilitator maupun peserta lainnya.
Kolaborasi antara guru Indonesia dan Malaysia menjadi nilai tambah dalam kegiatan ini. Diskusi lintas negara membuka ruang berbagi praktik baik (best practice) mengenai implementasi pembelajaran digital, penguatan literasi digital, serta strategi menciptakan sekolah yang aman dan ramah bagi seluruh peserta didik.
Peserta menyatakan dengan adanya pelatihan ini dapat memperoleh banyak wawasan baru, terutama mengenai pemanfaatan gamifikasi dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Mereka juga menyampaikan bahwa pendekatan micro content lebih mudah diterapkan karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran sehari-hari tanpa memerlukan waktu produksi yang panjang.
Melalui pelatihan ini diharapkan lahir komunitas guru pembelajar yang terus berinovasi dalam mengembangkan media pembelajaran digital berbasis teknologi interaktif.
Kompetensi tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem pembelajaran yang adaptif, kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada kesejahteraan peserta didik.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara pemanfaatan teknologi digital, pendekatan pedagogis yang humanis, serta kolaborasi internasional mampu memperkuat transformasi pendidikan menuju sekolah yang lebih inovatif, inklusif, dan ramah anak.
Diharapkan, praktik baik yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di sekolah masing-masing sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di Indonesia dan Malaysia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


