mungkinkah melewati dunia lain lewat mimpi begini kata ahli - News | Good News From Indonesia 2026

Mungkinkah Melewati Dunia Lain lewat Mimpi? Begini Kata Ahli

Mungkinkah Melewati Dunia Lain lewat Mimpi? Begini Kata Ahli
images info

Mungkinkah Melewati Dunia Lain lewat Mimpi? Begini Kata Ahli | Unplash/Greg Pappas


Mimpi adalah bunga tidur. Ungkapan ini tentu sudah tidak asing lagi ditelinga Kawan bukan.

Saat tidur, sering kali seseorang mengalami mimpi tentang berbagai hal. Tidak jarang, seseorang bisa mengingat mimpi yang dia alami seolah kejadian tersebut benar-benar terjadi di dunia nyata.

Hal ini membuat mimpi terkadang dikaitkan dengan berbagai hal mistis di sekitar kita. Ada yang mengatakan mimpi menjadi ramalan tentang sesuatu yang akan terjadi di masa depan.

Ada juga yang mengaitkan jika mimpi merupakan realita lain yang tengah terjadi di dunia paralel lainnya. Lantas bagaimana fakta di balik keberadaan mimpi yang sering dikaitkan dengan dunia lain tersebut?

Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

baca juga

Mimpi dan Dunia Lain

Dunia lain atau paralel menjadi salah satu konsep yang familiar dalam beberapa waktu belakang. Apalagi banyak film-film yang mengangkat dunia paralel ini sebagai tema bahasan dalam alur ceritanya.

Secara sederhana, dunia paralel merupakan realitas lain dari kajian nyata yang kita alami pada saat ini. Simpelnya, semua yang ada di dunia paralel sama persis seperti di dunia nyata, tapi alur kejadian yang terjadi jauh berbeda dari apa yang kita alami sehari-hari.

Situasi serupa yang sering kali muncul dalam mimpi inilah yang kemudian memunculkan anggapan jika bunga tidur tersebut sering dikaitkan dengan keberadaan dunia lain. Namun bagaimana fakta sebenarnya di balik fenomena tersebut?

Fakta di Balik Mimpi

Dinukil dari siaran pers IPB University, Guru Besar Fisika Teori IPB University, Prof. Husin Alatas memberikan penjelasan terkait fenomena mimpi ini. Prof. Husin Alatas menegaskan belum ada bukti ilmiah yang mengaitkan mimpi dengan dunia lain atau paralel.

Prof. Husin Alatas menjelaskan jika mimpi merupakan hasil aktivitas otak yang terjadi saat kita tidur. Pada saat tidur, ada sebuah fase di mana otak kembali memproses pengalaman, emosi, maupun ingatan yang didapatkan oleh seseorang saat terjaga.

"Dari sudut pandang fisika-kimia, otak merupakan sistem kompleks yang terdiri atas miliaran neuron yang saling terhubung melalui sinyal listrik dan komunikasi kimiawi menggunakan neurotransmitter," tutur Prof. Husin Alatas dikutip dari siaran pers IPB University.

"Ketika tidur, aktivitas otak tidak berhenti. Justru pada fase rapid eye movement (REM), aktivitas beberapa wilayah otak mendekati kondisi saat terjaga. Pada fase inilah mimpi paling sering dan paling jelas terjadi," tambahnya.

Berdasarkan aktivitas inilah, sering kali rangkaian kejadian yang terjadi saat seseorang mengalami mimpi jauh dengan realitas kehidupan sehari-hari."Otak juga memiliki kemampuan mengombinasikan berbagai fragmen memori dengan imajinasi secara kreatif," jelas Guru Besar Fisika Teori IPB University tersebut.

baca juga

Bagaimana dengan Keberadaan Dunia Lain atau Paralel?

Prof. Husin Alatas juga memberikan penjelasan tentang keberadaan dunia lain atau paralel dalam konteks keilmuan. Guru Besar Fisika Teori IPB University tersebut menjelaskan jika fisika modern memang mengenal konsep tentang kemungkinan adanya alam semesta lain.

Interpretasi Many-Worlds merupakan salah satu konsep yang mengemukaka tentang keberadaan dunia paralell ini. Selain itu, ada juga hipotesis multiverse dalam kosmologi yang berkembang dari teori inflasi kosmik.

Walau begitu, Prof. Husin Alatas menggaris bawahi jika konsep terkait dunia lain atau paralel ini masih bersifat teoritis. "Meski demikian, kedua gagasan tersebut masih bersifat teoritis dan belum memiliki bukti observasional langsung. Hingga kini juga belum ada teori fisika yang menghubungkan aktivitas otak saat bermimpi dengan akses menuju alam semesta paralel," jelasnya.

Oleh sebab itu, keterkaitan mimpi dengan dunia lain masih berupa spekulasi filosofis atau interpretasi metafisis daripada kesimpulan ilmiah.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.