Tim Gerakan UM Membantu Lingkungan dan Pariwisata Unggulan (GUMILANG) Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Skema Pulang Kampung melaksanakan program revitalisasi kawasan wisata Pemandian Air Panas Banyu Biru. Lokasinya berada di Desa Gondang Wetan, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk.
Program yang dijalankan selama 45 hari tersebut menjadi upaya mahasiswa Universitas Negeri Malang dalam mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis pemberdayaan masyarakat.
Revitalisasi dilakukan melalui berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas pengelolaan destinasi, promosi digital, hingga penataan kawasan wisata. Sejumlah kegiatan yang telah direalisasikan antara lain:
- Pelatihan manajemen operasional pariwisata bagi pengelola,
- Pemasangan papan edukasi Sapta Pesona,
- Penambahan kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di beberapa titik strategis,
- Pembuatan akun media sosial resmi destinasi,
- Produksi video profil wisata, serta
- Pemanfaatan barang bekas menjadi pot tanaman untuk mempercantik kawasan wisata.
Ketua Tim GUMILANG, Afriza Dwi Islami Putra, menjelaskan bahwa revitalisasi ini merupakan program kerja utama tim selama pelaksanaan UM BBM.
Program tersebut dirancang berdasarkan hasil identifikasi potensi dan kebutuhan destinasi wisata agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
"Revitalisasi Pemandian Air Panas Banyu Biru menjadi fokus utama program kami selama 45 hari pengabdian. Kami ingin menghadirkan pembaruan yang tidak hanya mempercantik kawasan wisata, tetapi juga memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperluas promosi destinasi melalui media digital," ujarnya.
Keberhasilan pelaksanaan program ini didukung oleh kolaborasi mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Negeri Malang. Keberagaman disiplin ilmu tersebut memungkinkan setiap anggota tim memberikan kontribusi sesuai bidang keahliannya, mulai dari aspek manajemen, komunikasi, teknologi, desain, hingga pemberdayaan masyarakat.
Melalui pelatihan manajemen operasional, pengelola wisata memperoleh pemahaman mengenai tata kelola destinasi yang lebih profesional. Sementara itu, pemasangan papan Sapta Pesona menjadi media edukasi bagi pengunjung untuk menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, dan memberikan kenangan positif selama berwisata.
Di sisi promosi, Tim GUMILANG juga memperkuat identitas digital destinasi dengan menghadirkan akun media sosial resmi serta video profil yang menampilkan potensi wisata Pemandian Air Panas Banyu Biru.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan jangkauan promosi dan menarik lebih banyak wisatawan, khususnya dari kalangan generasi muda.
Tidak hanya berfokus pada aspek promosi, mahasiswa juga mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan barang bekas menjadi pot tanaman yang ditempatkan di sejumlah sudut kawasan wisata.
Inisiatif tersebut menjadi contoh sederhana penerapan konsep ramah lingkungan dalam pengelolaan destinasi wisata.
Melalui program revitalisasi ini, Tim GUMILANG berharap Pemandian Air Panas Banyu Biru dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang lebih tertata, memiliki daya saing, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Program ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa Universitas Negeri Malang dalam mendukung pembangunan pariwisata berbasis potensi lokal melalui UM BBM Skema Pulang Kampung.
Melalui berbagai program yang telah dijalankan, diharapkan inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan yang berkelanjutan.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan inovasi yang berdampak nyata serta mampu menjawab kebutuhan di lapangan.
Ke depan, hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pendampingan, evaluasi, dan kolaborasi lintas sektor sehingga manfaatnya semakin luas.
Dengan semangat gotong royong dan pemberdayaan, program ini menjadi wujud nyata komitmen UM dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat perannya sebagai institusi yang hadir memberikan solusi, mendorong kemandirian, dan mendukung pembangunan masyarakat yang lebih maju, inklusif, serta berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


