Tim Gerakan UM Membantu Lingkungan dan Pariwisata Unggulan (GUMILANG) Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Skema Pulang Kampung berhasil menghasilkan lebih dari 500 botol ecobrick melalui kegiatan sosialisasi dan praktik pengelolaan sampah plastik di SMP Negeri 1 Jatikalen, Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (13/7 – 14/7), menjadi upaya nyata mahasiswa UM dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya pengelolaan sampah.
Melalui program tersebut, para siswa diajak memahami bahaya sampah plastik bagi lingkungan sekaligus mempraktikkan secara langsung pembuatan ecobrick, yakni botol plastik yang diisi padat dengan limbah plastik bersih. Dengan begitu, 'limbah' ini dapat dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk bernilai guna, seperti pot tanaman, kursi, meja, hingga media konstruksi sederhana.
Ketua pelaksana Gumilang Ecobrik, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari kondisi pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat yang masih didominasi dengan cara dibakar atau dibiarkan menumpuk. Padahal, sampah plastik memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali apabila dikelola dengan tepat.
"Melalui program GUMILANG Ecobrick, kami ingin memberikan solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat. Sampah plastik yang selama ini hanya dibakar atau berserakan dapat diolah menjadi ecobrick yang memiliki nilai manfaat sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan," jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Ratusan siswa bersama mahasiswa UM secara bergotong royong mengumpulkan, memilah, memotong, dan memadatkan limbah plastik ke dalam botol hingga akhirnya berhasil menghasilkan lebih dari 500 botol ecobrick.
Hasil tersebut menjadi bukti bahwa perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan sekolah melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak besar.
Kepala Sekolahn SMP Negeri 1 Jatikalen, Aris, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan yang diinisiasi mahasiswa UM tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada para siswa.
"Kami sangat berterima kasih kepada kakak-kakak dari Universitas Negeri Malang yang telah mengadakan kegiatan GUMILANG Ecobrick ini. Tentu kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya dalam meningkatkan kepedulian siswa-siswi SMPN 1 Jatikalen terhadap lingkungannya," ungkap Aris.
Program GUMILANG Ecobrick merupakan salah satu bentuk implementasi pengabdian mahasiswa Universitas Negeri Malang kepada masyarakat melalui UM BBM Skema Pulang Kampung.
Selain memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah berkelanjutan, program ini juga mendorong terciptanya budaya peduli lingkungan sejak usia sekolah sekaligus mendukung upaya pengurangan sampah plastik di tingkat masyarakat.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat, Tim GUMILANG berharap praktik pembuatan ecobrick dapat terus dilanjutkan sebagai gerakan berkelanjutan.
Dengan demikian, sampah plastik tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibakar atau dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat sekaligus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui berbagai program yang telah dijalankan, diharapkan inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan yang berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan inovasi yang berdampak nyata serta mampu menjawab kebutuhan di lapangan.
Ke depan, hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pendampingan, evaluasi, dan kolaborasi lintas sektor sehingga manfaatnya semakin luas.
Dengan semangat gotong royong dan pemberdayaan, program ini menjadi wujud nyata komitmen UM dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat perannya sebagai institusi yang hadir memberikan solusi, mendorong kemandirian, dan mendukung pembangunan masyarakat yang lebih maju, inklusif, serta berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


