dominasi tim panjat tebing indonesia raih dua emas nomor speed di chamonix - News | Good News From Indonesia 2026

Dominasi Tim Panjat Tebing Indonesia Raih Dua Emas Nomor Speed di Chamonix

Dominasi Tim Panjat Tebing Indonesia Raih Dua Emas Nomor Speed di Chamonix
images info

Dominasi Tim Panjat Tebing Indonesia Raih Dua Emas Nomor Speed di Chamonix | Sumber: Kemenpora


Tim panjat tebing Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di panggung dunia. Pada ajang World Climbing Series Chamonix yang berlangsung Minggu (12/7/2026). Keberhasilan tersebut pun disambut dengan penuh kebanggan saat para atlet tiba di Tanah Air.

Suasana hangat menyelimuti kedatangan tim panjat tebing Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tanggerang, Selasa (14/7/2026). Setelah mengukir prestasi membanggakan di ajang World Climbing Series Krakow dan Chamonix, para atlet akhirnya kembali ke tanah air dengan membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak dari nomor speed perorangan.

Setibanya di bandara, Desak Made Rita Kusuma Dewi, Veddriq Leonardo, dan rekan-rekannya disambut langsung oleh Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Surono. Dengan menyematkan kalungan bunga kepada para atlet menjadi simbol apresiasi atas perjuangan mereka mengharumkan Merah Putih di panggung dunia.

baca juga

Dominasi Indonesia di Chamonix

Prestasi gemilang dipersembahkan oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi yang meraih emas di kategori speed putri. Bagi Desak Made, kemenangan di Chamonix menjadi pencapaian yang sangat istimewa.

Atlet asal Bali itu tampil konsisten sepanjang kompetisi dan berhasil meraih gelar juara untuk pertama kalinya di seri Chamonix. Keberhasilan ini juga memperpanjang tren positifnya setelah meraih medali emas pada seri Krakow, Polandia sepekan sebelumnya.

Di laga final, Desak menghadapi atlet asal Italia, Giulia Randi. Dengan ketenangan dan fokus tinggi, Desak mencatatkan waktu 6,22 detik, unggul atas Giulia yang membutuhkan waktu 6,51 detik. Penampilan tersebut mematikan bendera Merah Putih kembali berkibar di podium tertinggi.

Senyum bahagia tak lepas dari wajah Desak usai pertandingan. Ia berhasil menunjukkan performa terbaiknya.

"Malam ini, saya tampil dengan performa terbaik. Saya sangat senang bisa memenangkan medali emas ini untuk negara saya dan tim saya. Dalam benak saya, saya selalu bilang mari lakukan yang terbaik," ungkap Desak usai kemenangannya pada Kemenpora.

Final speed putra menjadi panggung bagi Indonesia, Veddriq Leonardo dan Antasyafi Robby Al Hilmi bertemu di laga puncak, memastikan Merah Putih menguasai dua posisi teratas. Veddriq keluar sebagai juara dengan catatan waktu 4,89 detik, sedangkan yang juga tampil impresif Robby meraih medali perak dengan catatan waktu 5,11 detik.

"Saya berasa sangat bersyukur. Apalagi ini medali emas pertama saya usai olimpiade. Terima kasih atas dukungannya. Saya berusaha dengan maksimal dan ini adalah pencapaian yang nyata. Saya sanat bersyukur dengan pencapaian ini," ungkapnya.

Veddriq mengaku kemenangan di Chamonix sangat istimewa. Setelah cukup lama, ia akhirnya kembali berdiri di podium, ia merasa belum bisa menampilkan kemampuan terbaiknya dalam beberapa waktu terakhir karena persiapannya belum berjalan secara maksimal. 

Hasil Kerja Keras Seluruh Tim

Keberhasilan tersebut buah dari kerja keras seluruh tim. Asisten Pelatih Speed, Fitriyani, mengatakan para atlet mampu tampil maksimal meski memiliki waktu persiapan terbatas sehingga para atlet tidak menjalani persiapan khusus setelah seri Krakow. 

Dilansir dari Kemenpora, ia mengatakan tim hanya fokus beradaptasi dengan kondisi lintasan dan cuaca di Chamonix.

"Meskipun dengan segala keterbatasan yang ada, para atlet mampu menampilkan yang tebaik. Mereka sudah tampil dengan maksimal dan mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti berjuang. Justru dalam kondisi tersebut, para atlet menunjukkan mental juara dan semangat pantang menyerah.

"Kami sangat bangga akan pencapaian ini. Saya juga mengucapkan terima kasih untuk seluruh masyakarakat Indonesia yang senantiasa mendoakan kami," ujarnya.

Dengan segala keterbatasan yang ada, para atlet mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi untuk Indonesia.

Keberhasilan di Krakow dan Chamonix menjadi bukti bahwa prestasi lahir dari kerja keras, disiplin, dan semangat yang terus dijaga para atlet Indonesia. Sambutan hangat di tanah air addalah bentuk kebanggaan bagi bangsa, sekaligus penyemangat untuk terus mengukir prestasi dan membawa Indonesia bersinar di panggung olahraga dunia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizkia Putri Fahira lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizkia Putri Fahira.

RP
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.