bangun kesadaran kesehatan kerja ppk ormawa himiteka 2026 gelar pelatihan pertama kader pos ukk di desa kronjo - News | Good News From Indonesia 2026

Bangun Kesadaran Kesehatan Kerja, PPK Ormawa HIMITEKA 2026 Gelar Pelatihan Pertama Kader Pos UKK di Desa Kronjo

Bangun Kesadaran Kesehatan Kerja, PPK Ormawa HIMITEKA 2026 Gelar Pelatihan Pertama Kader Pos UKK di Desa Kronjo
images info

Foto bersama peserta dan tim PPK Ormawa HIMITEKA 2026 setelah pelatihan pertama kader Pos UKK di Desa Kronjo | Foto: Tim PPK Ormawa HIMITEKA 2026


Pelatihan Kader Pos UKK PPK Ormawa HIMITEKA 2026 menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di bidang kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2026) di Sekretariat HNSI, Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang, ini diikuti oleh 20 peserta yang dipersiapkan menjadi kader Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK).

Melalui pelatihan tersebut, PPK Ormawa HIMITEKA 2026 berharap masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, aman, dan produktif.

Pos UKK merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan kerja berbasis masyarakat yang berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan dan keselamatan kerja masyarakat pesisir, khususnya yang beraktivitas di sektor perikanan dan kelautan.

Keberadaan kader Pos UKK menjadi elemen penting karena mereka akan menjadi penggerak sekaligus penghubung antara masyarakat dengan berbagai program kesehatan kerja.

baca juga

Oleh karena itu, pelatihan pertama ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dasar sekaligus menumbuhkan pemahaman mengenai pentingnya penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang diikuti oleh seluruh peserta dan tim pelaksana PPK Ormawa HIMITEKA 2026. Setelah pembukaan, peserta mengikuti pre-test sebagai tahap awal untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka mengenai Pos UKK dan konsep dasar kesehatan serta keselamatan kerja.

Hasil pre-test nantinya menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan pemahaman peserta setelah seluruh materi selesai diberikan.

Materi pertama yang disampaikan adalah Pengenalan Pos UKK. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan mengenai pengertian Pos UKK, tujuan pembentukannya, manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, hingga mekanisme pelaksanaan kegiatan Pos UKK di tingkat desa.

Pemateri juga menjelaskan bahwa Pos UKK tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan kerja, tetapi juga sebagai sarana edukasi, pemantauan kondisi kesehatan pekerja, serta media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit dan kecelakaan akibat kerja.

Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dasar. Materi ini membahas berbagai potensi bahaya yang dapat ditemui dalam aktivitas kerja sehari-hari, baik bahaya fisik, kimia, biologis, maupun ergonomi.

Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja, seperti penggunaan alat pelindung diri, menjaga kebersihan lingkungan kerja, serta membangun kebiasaan bekerja secara aman.

Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan, pelatihan diselingi dengan sesi ice breaking.

Pada sesi ini, peserta diminta mengidentifikasi berbagai potensi bahaya dan tindakan pencegahan berdasarkan gambar yang ditampilkan oleh pemateri.

Kegiatan tersebut mendorong peserta untuk berdiskusi, mengemukakan pendapat, serta melatih kemampuan mereka dalam mengenali risiko yang mungkin ditemui di lingkungan kerja.

Metode pembelajaran interaktif ini juga membuat peserta lebih mudah memahami materi yang telah disampaikan sebelumnya.

Setelah itu, pelatihan dilanjutkan dengan materi mengenai Peran Kader Pos UKK. Kader bertanggung jawab sebagai penggerak kesehatan kerja di masyarakat, mulai dari memberikan edukasi kepada pekerja, membantu pelaksanaan kegiatan Pos UKK, mengidentifikasi permasalahan kesehatan kerja di lingkungan sekitar, hingga menjadi penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan atau instansi terkait.

Peran tersebut diharapkan mampu memperkuat keberlangsungan Pos UKK sebagai program yang dijalankan secara mandiri oleh masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi tanya jawab berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai penerapan Pos UKK di Desa Kronjo, tantangan yang mungkin dihadapi kader, hingga cara memberikan edukasi kepada masyarakat secara efektif.

baca juga

Diskusi yang berlangsung secara aktif menunjukkan tingginya minat peserta untuk memahami materi sekaligus mempersiapkan diri menjalankan perannya sebagai kader Pos UKK.

Sebagai tahap akhir evaluasi, seluruh peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi penutupan yang dilanjutkan dengan dokumentasi bersama sebagai bentuk komitmen awal seluruh peserta dalam mendukung pelaksanaan Pos UKK di Desa Kronjo.

Melalui pelatihan perdana ini, PPK Ormawa HIMITEKA 2026 berharap kader Pos UKK yang telah dibentuk dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja.

Dengan bekal pengetahuan yang telah diperoleh, para kader diharapkan mampu mengedukasi masyarakat, mengidentifikasi berbagai potensi risiko di lingkungan kerja, serta berkontribusi dalam menciptakan budaya kerja yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FE
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.