Indonesia dan India meluncurkan kolaborasi Indonesia-India untuk konservasi warisan budaya Candi Prambanan. Kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi konservasi untuk candi megah tersebut.
Prambanan sendiri merupakan salah satu kompleks candi Hindu terbesar di dunia. Di sisi lain, India memiliki pengalaman serta keahlian dalam konservasi cagar budaya yang bercorak Hindu mengingat mayoritas masyarakat di sana beragama Hindu.
Fokus revitalisasi ini akan diarahkan pada Candi Perwara atau candi-candi pendamping di kompleks Prambanan. Saat ini, candi-candi tersebut sebagian besar belum dipugar.
Revitalisasi sebagai Momentum Perkuat Hubungan Sejarah
Rencana kerja sama dua negara ini dilihat sebagai upaya pelestarian situs bersejarah sekaligus momentum untuk memperkuat hubungan budaya yang sudah terjalin. Dari persepektif sejarah, kolaborasi tersebut mencerminkan ikatan antara kedua negara yang berakar pada penyebaran budaya dan agama di kawasan Asia Tenggara.
Dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) Moordiati, S.S., S.Hum., menilai jika kerja sama Indonesia dan India untuk merevitalisasi Candi Prambanan memiliki makna historis yang sangat kuat. Menurutnya, Indonesia dan India memiliki rekam jejak hubungan yang erat sejak awal kemerdekaan dahulu.
Dalam keterangannya di unair.ac.id, Mpprdiati menjelaskan jika hubungan Indonesia dan India sudah berlangsung sejak lama, di mana kerja sama strategis ini bisa dipandang sebagai upaya menghidupkan kembali kedekatan historis yang selama ini kurang mendapat perhatian.
“Asia Tenggara tidak dapat dilepaskan dari proses Indianisasi. Sejak sekitar abad ke-6 hingga ke-7 Masehi, kawasan ini telah mengalami perjumpaan dengan budaya dan agama dari India. Karena itu, kerja sama ini bukan sekadar proyek konservasi, tetapi juga mengingatkan kembali hubungan sejarah yang telah lama terjalin,” katanya.
Tak luput, ia menggarisbawahi bahwa India selama ini dikenal karena memiliki komitmen yang kuat dalam menjaga identitas budaya. Hal ini jugalah yang membuat India dinilai relevan untuk dijadikan sebagai mitra dalam mendukung upaya revitalisasi Candi Prambanan.
Pererat Diplomasi Budaya
Tak hanya mempererat hubungan “kawan lama”, kerja sama ini juga bisa dikategorikan sebagai bentuk diplomasi budaya antara Indonesia dan India. Lewat pelestarian warisan budaya, kedua negara memiliki ruang untuk mempererat hubungan sekaligus memperkuat pemahaman pada sejarah bersama.
Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa kerja sama ini tetap memiliki tantangan tersendiri. Dalam penjelasannya, tantangan tersebut bukan terletak pada aspek teknis, tapi pada keberlanjutan kerja sama dan kepercayaan dua negara.
“Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kerja sama ini mampu berlangsung dalam jangka panjang dan dibangun atas dasar kepercayaan yang kuat. Keberhasilan revitalisasi tidak hanya bergantung pada hasil fisiknya, tetapi juga pada komitmen kedua negara dalam menjaga hubungan tersebut,” jelas Moordiati.
Di sisi lain, ia juga menyebut bahwa kolaborsi ini tetap memiliki peluang besar untuk Indonesia, utamanya di bidang pendidikan, penelitian, dan penguatan identitas budaya yang khas. Revitalisasi ini bisa menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan India.
“Harapannya, kerja sama ini tidak berhenti pada revitalisasi candi, tetapi juga mampu memperkuat persahabatan kedua negara melalui pelestarian budaya bersama,” pungkasnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


