kolaborasi hijau di pulau cangkir tim ppk ormawa himiteka 2026 dukung penanaman 20000 mangrove - News | Good News From Indonesia 2026

Kolaborasi Hijau di Pulau Cangkir: Tim PPK Ormawa HIMITEKA 2026 Dukung Penanaman 20.000 Mangrove

Kolaborasi Hijau di Pulau Cangkir: Tim PPK Ormawa HIMITEKA 2026 Dukung Penanaman 20.000 Mangrove
images info

Pelaksanaan Penanaman Mangrove bersama InJourney Airports di Pulau Cangkir, Kecamatan Kronjo | Foto: Tim PPK Ormawa HIMITEKA 2026


Tim PPK Ormawa HIMITEKA 2026 turut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman mangrove yang diselenggarakan oleh InJourney Airports, melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk InJourney Airports Alam Lestari – Konservasi Mangrove di Pulau Cangkir, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (9/7).

Kegiatan yang mengusung tema “Jaga Biru Pulau Cangkir, Soekarno-Hatta Adopsi 20.000 Pohon Mangrove” ini menjadi bentuk dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat keharmonisan kehidupan dengan lingkungan, alam, dan budaya.

Program konservasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara InJourney Airports dan MAPUCA (Mangrove Pulau Cangkir), organisasi yang berfokus pada pelestarian dan rehabilitasi ekosistem mangrove. Sekitar 40–50 peserta mengikuti program ini, yang terdiri atas unsur pemerintah, komunitas lingkungan, Tim PPK Ormawa HIMITEKA 2026, pelajar, serta masyarakat.

Turut hadir I Wayan Widana selaku Assistant Deputy Corporate Social Responsibility & General Services InJourney Airports, H. Makdis Ashari selaku perwakilan MAPUCA, H. M. Romli selaku Sekretaris Camat Kronjo, anggota Saka Wira Kartika, serta pemuda-pemudi Kecamatan Kronjo.

baca juga

Dalam sambutannya, I Wayan Widana menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan merupakan salah satu komitmen berkelanjutan InJourney Airports melalui program TJSL.

Pulau Cangkir dipilih sebagai lokasi konservasi karena merupakan kawasan mangrove yang letaknya paling dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Lewat program adopsi 20.000 bibit mangrove tersebut, diharapkan kawasan pesisir tetap lestari, abrasi dapat diminimalkan, habitat berbagai biota tetap terjaga, serta kemampuan mangrove dalam menyerap karbon semakin optimal.

Sebagai tahap awal, dilakukan penanaman simbolis sebanyak 1.000 bibit mangrove. Selanjutnya, penanaman akan dilaksanakan secara bertahap oleh tim relawan bersama MAPUCA hingga seluruh target 20.000 bibit mangrove dapat terealisasi.

Sebelum kegiatan penanaman dimulai, peserta menerima pengarahan teknis dari Bapak H. Makdis Ashari mengenai metode penanaman yang diterapkan. Bibit mangrove ditanam menggunakan metode green belt dan pola paritan yang disesuaikan dengan kondisi pesisir Pulau Cangkir agar tingkat keberhasilan tumbuh lebih tinggi.

Bibit yang digunakan terdiri atas tiga jenis mangrove dari genus Rhizophora. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemeliharaan mangrove secara berkelanjutan, mulai dari penyulaman bibit, penyiangan gulma, hingga perawatan rutin untuk memastikan keberhasilan rehabilitasi kawasan mangrove.

Setelah sesi pengarahan, seluruh peserta bersama-sama melakukan penanaman mangrove di area yang telah disiapkan. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi lingkungan, Tim PPK Ormawa HIMITEKA 2026, pelajar, serta masyarakat dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir.

Partisipasi Tim PPK Ormawa HIMITEKA 2026 dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui aksi konservasi mangrove.

baca juga

Keterlibatan tim tidak hanya mencerminkan kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir, tetapi juga menunjukkan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung berbagai program rehabilitasi lingkungan yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi lingkungan, dan masyarakat.

Melalui keterlibatan langsung di lapangan, Tim PPK Ormawa HIMITEKA 2026 turut memperoleh pengalaman serta wawasan mengenai pentingnya rehabilitasi mangrove sebagai salah satu upaya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan rehabilitasi mangrove di Pulau Cangkir dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Keberadaan mangrove diharapkan mampu mengurangi abrasi pantai, menjaga keanekaragaman hayati, menyediakan habitat bagi berbagai biota pesisir, serta meningkatkan kapasitas penyerapan karbon sebagai bentuk mitigasi perubahan iklim.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan semangat berbagai pihak, khususnya generasi muda, untuk terus berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AH
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.