bukan cuma indonesia negara negara ini juga punya tugu 0 derajat khatulistiwa - News | Good News From Indonesia 2026

Bukan Cuma Indonesia, Negara-negara Ini Juga Punya Tugu 0 Derajat Khatulistiwa

Bukan Cuma Indonesia, Negara-negara Ini Juga Punya Tugu 0 Derajat Khatulistiwa
images info

Tugu Khatulistiwa | Medelam/WikimediaCommons


Letak astronomis Indonesia bisa dibilang sangat unik karena dilintasi oleh garis khatulistiwa. Garis khayal yang membagi bumi menjadi dua bagian, yakni utara dan selatan itu melintang melintasi beberapa pulau di Indonesia, di mana Pontianak menjadi titik nol derajatnya.

Kota Pontianak memiliki sebuah monumen yang dikenal sebagai Tugu Khatulistiwa sebagai penanda titik nol derajat. Tugu ini dijadikan tempat wisata sekaligus ikon khas Pontianak.

Namun, tahukah Kawan GNFI kalau ternyata Indonesia bukan satu-satunya negara yang dilewati garis khatulistiwa dan memiliki tugu khusus sebagai penanda? Berbagai negara di belahan dunia lain juga punya monumen serupa untuk menandakan posisi geografis mereka yang dilintasi oleh garis ekuator.

Daftar Negara yang Memiliki Tugu Khatulistiwa

Berdasarkan data yang dihimpun SeasiaStats, di bawah ini adalah daftar negara yang memiliki tugu nol derajat garis ekuator:

  • Ekuador: Ciudad Mitad del Mundo

  • Kolombia: San Miguel

  • Brasil: Marco Zero Monument

  • Sao Tome dan Principe: Ilhéu das Rolas

  • Gabon: Le Signe de l'Équateur

  • Republik Kongo: Equator Monument of Makoua

  • Republik Demokratik Kongo: Equator Stone of Mbandaka

  • Uganda: Kayabwe Equator Monument

  • Kenya: Nanyuki Equator Marker

  • Maladewa: Equator Marker Addu

  • Indonesia: Tugu Khatulistiwa Pontianak

  • Kiribati: Equator-Anti-Meridian Cross

  • baca juga

    Tugu Khatulistiwa di Pontianak

    Tugu Khatulistiwa terletak di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Tugu ini merupakan landmark yang sangat bersejarah bagi Indonesia.

    Secara geografis, tugu ini berdiri tepat di titik lintang 0 derajat atau garis khatulistiwa pada posisi 109° 20' 00" Bujur Timur. Pembangunan tugu 0 derajat merupakan penanda permanen garis imajiner yang membagi bumi menjadi dua bagian, yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan.

    Disadur dari situs resmi Wonderful Indonesia yang dikelola Kementerian Pariwisata RI, sejarah berdirinya tugu ini dimulai pada tahun 1928. Kala itu, tim ekspedisi internasional dari Belanda melakukan penelitian geografis di wilayah tersebut.

    Pada awalnya, mereka hanya membuat penanda dengan sebuah tonggak kayu sederhana sebelum akhirnya mengalami beberapa kali renovasi penting. Pada tahun 1938, dibangun kerangka besi dengan anak panah sebagai penunjuk arah serta lingkaran yang menunjukkan garis lintang 0 derajat. Lebih lanjut, bentuk tugu yang sekarang merupakan hasil renovasi besar pada tahun 1990.

    Kawan GNFI, ada fenomena unik yang bisa disaksikan di Tugu Khatulistiwa Pontianak, yakni kulminasi matahari. Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun, yakni pada 21–23 Maret dan 21–23 September.

    Di waktu itu, matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa, sehingga bayangan benda-benda yang berdiri tegak akan "menghilang" karena jatuh tepat di bawah objek itu sendiri. Fenomena langka ini menjadi daya tarik bagi ilmuwan dan wisatawan yang ingin menyaksikan langsung keajaiban alam di titik nol bumi.

    baca juga

    Selain menyaksikan fenomena tanpa bayangan, pengunjung dapat mengeksplorasi museum mini yang berisi galeri edukatif mengenai sejarah tugu, ilmu astronomi, dan kartografi. Tak hanya itu, lokasi wisata ini juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti toko suvenir dan area istirahat untuk kenyamanan pengunjung.

    Kawan GNFI, mengingat posisi Pontianak yang berada di garis khatulistiwa, cuaca di sana cenderung sangat panas. Kawan bisa menyiapkan topi, payung, dan membawa air minum agar tetap merasa nyaman.

    Ada yang tertarik untuk berkunjung ke Tugu Khatulistiwa yang ikonik ini?

    Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

    Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

    FA
    Tim Editorarrow

    Terima kasih telah membaca sampai di sini

    🚫 AdBlock Detected!
    Please disable it to support our free content.