Legenda Damuai dan Bayei adalah salah satu cerita rakyat dari Papua. Legenda ini berkisah tentang Bayei, seekor burung rajawali yang menyelamatkan istri serta anak dari Damuai.
Berikut kisah lengkap dari cerita rakyat Papua tersebut.
Legenda Damuai dan Bayei Sang Rajawali, Cerita Rakyat dari Papua
Disitat dari artikel Anetha Yulia Demetou yang berjudul "Damuai dan Bayei, Si Rajawali" dalam buku Kumpulan Cerita Rakyat Papua (Pemenang Sayembara), alkisah pada zaman dahulu hiduplah seorang pemuda yang tinggal di Kampung Snokisi, Distrik Yokari, Jayapura. Pemuda tersebut bernama Damuai.
Setelah beranjak dewasa, Damuai berniat untuk mencari pasangan hidupnya. Dia pun menyampaikan keinginannya ini pada kedua orang tuanya.
Damuai berniat untuk mencari jodoh di kampung lain. Kedua orang tuanya setuju dan merestui niat Damuai tersebut.
Tepat pada hari yang ditentukan, Damuai berangkat meninggalkan Kampung Snokisi. Sebelum berangkat, kedua orang tua Damuai menitipkan manik-manik dan temako batu padanya untuk melamar gadis yang dia jumpai nantinya.
Beberapa hari kemudian, sampailah Damuai di Kampung Skou. Di sana dia menumpang di rumah Ondoafi.
Damuai menyampaikan maksud dari kedatangannya ke kampung tersebut. Masyarakat yang ada di sana pun menerima dengan baik kedatangan Damuai.
Setelah beberapa hari tinggal di Kampung Skou, Damuai akhirnya jatuh hati pada seorang gadis yang cantik jelita. Gadis tersebut bernama Fhame.
Tidak tunggu lama, Damuai langsung menemui kedua orang tua Fhame. Dia langsung menyatakan ketertarikannya dan berniat untuk melamar Fhame.
Melihat keberanian Damuai, kedua orang tua Fhame akhirnya menerima lamaran tersebut. Damuai dan Fhame pun secara resmi menikah saat itu juga.
Selama beberapa bulan, Damuai dan Fhame masih menetap di Kampung Skou. Namun tidak lama kemudian, Fhame mengandung anak pertama mereka.
Melihat hal ini, Damuai meminta izin pada kedua mertuanya untuk membawa Fhame ke kampung halamannya. Dengan berat hati, kedua orang tua Fhame akhirnya melepas mereka ke Kampung Snokisi.
Perjalanan menuju Kampung Snokisi pun berlangsung lama. Di tengah perjalanan, persediaan air mereka habis dan Fhame merasa sangat kehausan.
Damuai akhirnya memutuskan untuk menepi dan mengambil air di sungai terlebih dahulu. Saat mengambil air ini, Damuai ternyata diperhatikan oleh Warpo, sosok penunggu yang ada di sungai tersebut.
Warpo ini ternyata jatuh hati pada Damuai. Dia pun menjatuhkan Fhame di perahu dan menyamar menjadi istri Damuai.
Begitu kembali dari sungai, Damuai langsung memberikan air pada Warpo yang menyamar menjadi Fhame. Namun Damuai sebenarnya sadar jika yang ada di hadapannya bukanlah sang istri.
Damuai bertanya-tanya di manakah istrinya sekarang. Sambil berpikir, Damuai tetap mengayuh perahunya menuju Kampung Snokisi.
Sesampainya di kampung, Damuai meminta Warpo yang menyamar untuk menunggu terlebih dahulu. Dia berkata akan memanggil semua masyarakat untuk melihat kedatangan istrinya.
Namun Damuai sebenarnya berniat untuk memberitahu jika yang ada di perahu adalah Warpo, bukan sang istri. Begitu mengetahui hal ini, semua masyarakat langsung menghajar Warpo itu bersama-sama.
Warpo ini akhirnya mengakui kesalahannya. Dia berkata jika sudah membuang Fhame di pemberhentian sebelumnya.
Damuai hanya bisa terpana melihat hal itu. Dia tidak menemukan petunjuk atas kondisi istri tercintanya.
Di tempat lain, Fhame terbangun dari pingsannya. Saat sadar, Fhame berteriak meminta tolong dan berharap Damuai mendengarkannya.
Namun teriakan ini ternyata didengar oleh seekor burung rajawali yang bernama Bayei. Fhame pun dibawa ke sarangnya oleh Bayei dan menolongnya.
Tidak lama kemudian, Fhame kemudian melahirkan anak yang dikandungnya. Anak tersebut kemudian diberi nama seperti sang ayah, yakni Damuai.
Tiga tahun berlalu, Damuai kecil sudah mulai tumbuh dewasa. Bayei kemudian menitipkan pesan pada burung kakak tua untuk memberitahu Damuai terkait kondisi keluarganya.
Alangkah senang hati Damuai begitu mengetahui bahwa sang istri dan anaknya masih hidup. Dia pun menitipkan pesan pada burung kakak tua agar rajawali tersebut bersedia mengembalikan Fhame dan Damuai kecil padanya.
Bayei bersedia untuk mengembalikan Fhame dan anaknya. Namun dia meminta Damuai untuk menyerahkan harta benda berharganya sebagai gantinya.
Damuai memenuhi permintaan rajawali tersebut. Dirinya kemudian mengumpulkan semua manik-manik dan temako batu yang dimilikinya.
Hari yang ditentukan pun tiba. Rajawali ini membawa Fhame dan Damuai kecil ke Kampung Snokisi.
Damuai pun memenuhi janjinya. Dia memberikan semua harta berharganya pada Bayei.
Akhirnya Damuai bisa berkumpul kembali dengan Fhame dan putranya serta hidup bahagia bersama.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


