legenda prabu siliwangi dan hutan sancang cerita rakyat dari jawa barat - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Prabu Siliwangi dan Hutan Sancang, Cerita Rakyat dari Jawa Barat

Legenda Prabu Siliwangi dan Hutan Sancang, Cerita Rakyat dari Jawa Barat
images info

Legenda Prabu Siliwangi dan Hutan Sancang, Cerita Rakyat dari Jawa Barat | Pexels/Eterna Media


Legenda Prabu Siliwangi dan Hutan Sancang adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Jawa Barat. Konon di Hutan Sancang inilah Prabu Siliwangi beserta para pengikut setianya berubah wujud menjadi harimau atau maung dan mendiami daerah tersebut.

Bagaimana kisah lengkap dari legenda Prabu Siliwangi dan Hutan Sancang? Simak cerita rakyat dari Jawa Barat ini dalam artikel berikut.

Legenda Prabu Siliwangi dan Hutan Sancang, Cerita Rakyat dari Jawa Barat

Dinukil dari artikel Rosyadi, "Legenda-Legenda Keramat di Kawasan Sancang Kabupaten Garut (Studi tentang Kearifan Lokal" yang terbit di Jurnal Patanjala, alkisah pada zaman dahulu ada seorang raja bernama Prabu Siliwangi. Dirinya merupakan pemimpin dari Kerajaan Sunda Pajajaran.

Prabu Siliwangi memiliki tiga orang anak. Ketiga anaknya itu bernama Raden Walangsungsang, Nyi Mas Rarasantang, dan Raden Sagara atau Keyan Santang.

Kedua anak tertuanya sudah meninggalkan keraton sejak lama. Sebab mereka berdua memutuskan untuk memeluk agama Islam, berbeda dengan Prabu Siliwangi yang tetap berpegang teguh pada ajaran leluhur.

Hal ini membuat Raden Keyan Santang menjadi harapan penerus kerajaan. Apalagi dia lebih dekat dengan Prabu Siliwangi dibandingkan sang ibu.

Namun harapan itu sirna ketika Raden Keyan Santang memutuskan untuk mengembara. Dia ingin menguji kesaktian yang dimilikinya.

baca juga

Akan tetapi, kesaktian Raden Keyan Santang ternyata bisa dikalahkan oleh Bagenda Ali. Sejak saat itu, Raden Keyan Santang berguru pada Bagenda Ali dan memeluk agama Islam.

Setelah sekian lama, Raden Keyan Santang memutuskan untuk kembali ke tanah Sunda. Dia pun diberikan nama Islam oleh Bagenda Ali, yakni Rohmat Suci.

Kedatangan Raden Keyan Santang dengan tujuan untuk menyebarkan agama Islam. Banyak masyarakat Sunda Pajajaran yang mulai beralih ke agama Islam berkat dakwah Raden Keyan Santang.

Fenomena ini kemudian sampai di telinga Prabu Siliwangi. Tidak lama kemudian, Raden Keyan Santang mendatangi sang ayah dan mengajaknya memeluk agama Islam.

Namun ajakan tersebut ditolak oleh Raden Keyan Santang. Dia juga kecewa melihat perubahan dari putranya.

Akhirnya Prabu Siliwangi dan pembesar kerajaan memutuskan untuk meninggalkan Keraton Pajajaran. Dia tidak ingin terjadi pertumpahan darah dengan anaknya sendiri.

Prabu Siliwangi dan beberapa pembesar kerajaan kemudian pergi meninggalkan keraton. Dengan kesaktiannya, Keraton Pajajaran kemudian berubah menjadi hutan belantara yang dihuni harimau dan sebangsanya.

Kabar kepergian Prabu Siliwangi ini ternyata diketahui oleh Raden Keyan Santang. Dia pun memutuskan untuk menyusul sang ayah agar bisa mendapatkan petunjuk dan menerima dakwahnya.

Setelah beberapa waktu, sampailah rombongan Prabu Siliwangi di kaki Gunung Cikuray. Daerah tersebut merupakan tempat Kabuyutan yang menjadi peninggalan leluhur Prabu Siliwangi.

Namun rombongan ini langsung melanjutkan perjalanan. Prabu Siliwangi tahu jika Raden Keyan Santang tengah mengikuti mereka.

Prabu Siliwangi kemudian pergi ke Kerajaan Sancang. Kerajaan ini dipimpin oleh saudaranya, Maharaja Dilewa.

baca juga

Kedatangan rombongan Prabu Siliwangi disambut dengan baik di sana. Namun Prabu Siliwangi menyadari jika Raden Keyan Santang juga hendak menyusulnya ke sana.

Prabu Siliwangi kemudian berdiskusi dengan saudaranya dan para pembesar kerajaan. Dia pun mengajak para pengikutnya untuk berubah wujud dan menghuni Hutan Sancang.

Sesaat kemudian, Prabu Siliwangi mengucapkan beberapa kata ke sebatang pohon kayu. Tidak lama kemudian, Prabu Siliwangi berubah menjadi harimau atau maung yang sangat besar dan diikuti oleh pengikutnya.

Pada saat sampai di Hutan Sancang, Raden Kayan Santang sadar jika sang ayah sudah berubah wujud menjadi harimau. Dirinya hanya bisa menyesali keputusan sang ayah yang lebih memilih menjadi harimau bersama pengikutnya dan menghuni Hutan Sancang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.