Komitmen nyata dalam pengabdian masyarakat kembali ditunjukkan oleh mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Departemen Manajemen Hutan. Mengusung jargon inovasi "BARAKSA" (Jaga Barengkok, Berdaya), tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Forest Management Students' Club (FMSC) 2026 resmi menggandeng program COMBOOST 2026 untuk menggelar aksi pemberdayaan masyarakat di sektor komoditas lokal.
Kolaborasi strategis ini diwujudkan melalui agenda "Pelatihan Dasar Pengoperasian Mesin Kopi dengan Teknologi LB01" yang diselenggarakan langsung di Patani Coffee, Kampung Citeureup 2, Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Pelatihan tersebut dirancang khusus bagi mahasiswa IPB University dan pemuda setempat sebagai upaya konkret untuk meningkatkan pengetahuan taktis serta keterampilan dasar dalam pengoperasian mesin kopi berbasis teknologi terkini.
Langkah ini diharapkan mampu menjadi pemicu lahirnya inovasi dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkelanjutan di kawasan perdesaan.

Sentuhan Teknologi Mesin LB01 "Langit Biru"
Sebagai upaya menjawab tantangan digitalisasi di sektor hilir pertanian, fokus utama dalam pelatihan ini adalah pengenalan sekaligus praktik langsung penggunaan alat modern bernama Teknologi LB01 atau yang akrab disapa mesin Langit Biru 01.
Nama "Langit Biru" sendiri sengaja disematkan bukan tanpa alasan; filosofi di balik nama tersebut membawa harapan mendalam akan hadirnya masa depan yang cerah, bersih, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Desa Barengkok.
Melalui bimbingan intensif, para peserta diberikan edukasi mendalam mengenai pengenalan komponen alat, sistem kerja mesin, hingga tata cara pemakaian teknis yang aman dan efisien untuk menghasilkan standar ekstraksi kopi yang berkualitas tinggi.
Standardisasi ini dinilai sangat krusial agar produk olahan kopi yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Barengkok mampu bersaing dengan tren industri kedai kopi modern skala perkotaan yang perkembangannya kian pesat.

Merawat Tradisi lewat Traditional Brewing Khas Patani Coffee
Meski menyuntikkan efisiensi lewat teknologi mesin modern, tim PPK Ormawa FMSC 2026 bersama COMBOOST 2026 tetap berkomitmen menjaga identitas lokal.
Langkah adaptasi teknologi modern ini tidak lantas membuat mahasiswa melupakan akar kebudayaan lokal, sehingga pelatihan secara apik dipadukan dengan eksplorasi metode pembuatan kopi berbasis kearifan lokal (traditional brewing) yang selama ini konsisten dilestarikan oleh Patani Coffee.
Dalam sesi ini, peserta diajarkan tiga teknik penyajian khas Nusantara, di antaranya:
- Penyaringan Tradisional dengan Anyaman Bambu: Metode menyaring ampas kopi secara manual menggunakan media saringan ramah lingkungan yang terbuat dari bambu lokal. Teknik ini mempertahankan cita rasa otentik kopi sekaligus menonjolkan keunikan tradisi setempat.
- Kopi Tubruk Art: Memodifikasi penyajian kopi tubruk hangat khas Indonesia yang pekat dengan sentuhan estetika kekinian melalui seni melukis kreasi (art) di atas permukaan cream kopi.
- Teh Cascara Tarik: Memanfaatkan potensi produk turunan kebun berupa buah atau kulit kopi (Cascara) yang diolah menjadi minuman teh, lalu disajikan secara atraktif menggunakan teknik seduh sistem tarik yang terinspirasi dari metode tradisional Aceh.
Penggabungan dua aspek yang kontras antara modernitas mesin dan keunikan tradisi ini memberikan pengalaman belajar yang luar biasa bagi para peserta. Di satu sisi mereka dituntut bergerak cepat mengikuti perkembangan teknologi industri kopi modern. Namun, di sisi lain mereka juga diajarkan untuk menghargai budaya luhur tradisi seduh Nusantara agar tidak punah tergerus arus zaman.
Sinergi Berkelanjutan Demi SDM yang Berdaya
Terselenggaranya pelatihan dasar ini memicu respons positif dari berbagai pihak yang terlibat. Sinergi antara mahasiswa akademik, inovasi teknologi, serta pelaku bisnis berbasis sosial (social business model) seperti Patani Coffee diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mendongkrak nilai tambah produk kopi lokal Leuwiliang.
Guna memastikan program pengabdian ini berjalan secara kontinu dan tidak berhenti pada satu kali pelatihan saja. Tim PPK Ormawa FMSC IPB University menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi penuh demi menyukseskan kegiatan ini.
"Semoga sinergi yang terjalin erat ini dapat terus memberikan kebermanfaatan yang luas, memicu gairah kewirausahaan generasi muda, dan menciptakan dampak positif jangka panjang bagi kemandirian serta kesejahteraan masyarakat Desa Barengkok. Jaga Barengkok, Berdaya!"
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

