tak perlu timbangan teknologi drone kini bisa menghitung bobot badan sapi secara otomatis - News | Good News From Indonesia 2026

Tak Perlu Timbangan, Teknologi Drone Kini Bisa Menghitung Bobot Badan Sapi secara Otomatis

Tak Perlu Timbangan, Teknologi Drone Kini Bisa Menghitung Bobot Badan Sapi secara Otomatis
images info

Tak Perlu Timbangan, Teknologi Drone Kini Bisa Menghitung Bobot Sapi Secara Otomatis | Foto: stockcake.com


Selama puluhan tahun, cara mengetahui bobot sapi hampir selalu sama: menggiring ternak ke kandang timbang, mengarahkannya agar berdiri dengan benar, lalu mencatat hasilnya.

Bagi peternak dengan jumlah sapi yang banyak, kegiatan sederhana ini bisa menjadi pekerjaan yang melelahkan dan memakan waktu.

Namun, bagaimana jika suatu hari peternak tidak perlu lagi membawa sapi ke alat timbang? Bagaimana jika cukup menerbangkan drone di atas kandang, lalu berat badan sapi bisa diketahui secara otomatis?

Teknologi yang terdengar seperti gambaran peternakan masa depan ini ternyata sudah mulai dikembangkan oleh para ilmuwan.

Melalui bantuan drone, sensor canggih, dan kecerdasan buatan, bobot sapi kini dapat diperkirakan tanpa harus melakukan penimbangan secara langsung.

Dari Timbangan Konvensional menuju Pemindaian Menggunakan Drone

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Scientific Data pada tahun 2025, para peneliti mengembangkan sistem yang mampu memperkirakan bobot badan sapi berdasarkan hasil pemindaian udara.

Sistem tersebut memanfaatkan drone yang dilengkapi sensor LiDAR (Light Detection and Ranging), kamera, serta teknologi kecerdasan buatan untuk membaca bentuk tubuh ternak.

Selama ini, pengukuran bobot badan menjadi salah satu bagian penting dalam manajemen peternakan. Data bobot digunakan untuk memantau pertumbuhan sapi, menentukan kebutuhan pakan, hingga mengevaluasi kondisi kesehatan ternak. Namun, mendapatkan data tersebut tidak selalu mudah.

Pada peternakan dengan jumlah sapi yang besar, setiap ekor harus digiring satu per satu menuju timbangan. Proses ini membutuhkan tenaga, waktu, dan dapat membuat ternak mengalami stres karena harus dipindahkan atau dikendalikan secara berulang.

baca juga

Melalui teknologi drone, proses tersebut dapat dilakukan dengan cara yang jauh berbeda. Drone cukup diterbangkan di atas area pemeliharaan untuk mengambil gambaran tubuh sapi dari udara.

Sensor LiDAR kemudian bekerja dengan memancarkan sinar laser untuk mengukur jarak dan membentuk model tiga dimensi dari tubuh ternak.

Dari model tiga dimensi tersebut, sistem dapat membaca berbagai karakteristik tubuh sapi, seperti tinggi punggung, tinggi pinggul, panjang badan, hingga lebar tubuh.

Data tersebut kemudian dianalisis oleh komputer untuk memperkirakan bobot badan sapi secara otomatis.

Menariknya, sistem ini tidak hanya bekerja ketika sapi sedang berdiri. Peneliti menemukan bahwa teknologi tersebut tetap mampu memperkirakan bobot sapi meskipun ternak berada dalam posisi berbaring. Hal ini dimungkinkan karena sistem menghitung volume tubuh berdasarkan bentuk tiga dimensi yang berhasil dipindai.

Hasil pengujian menunjukkan kemampuan yang cukup menjanjikan. Sistem tersebut mampu memperkirakan bobot badan sapi dengan kesalahan rata-rata sekitar 4,72 kilogram.

Jika dibandingkan dengan bobot sapi yang dapat mencapai ratusan kilogram, tingkat perbedaan tersebut tergolong kecil sehingga menunjukkan potensi besar sebagai alternatif penimbangan konvensional.

Tak Hanya Menimbang, Drone Juga Membantu Memantau Ternak

Ilustrasi pemantauan sapi menggunakan drone | Foto: stockcake.com
info gambar

Ilustrasi pemantauan sapi menggunakan drone | Foto: stockcake.com


Tidak berhenti pada pengukuran bobot badan, teknologi ini juga mampu mengenali individu sapi secara otomatis. Dengan bantuan algoritma kecerdasan buatan (AI), sistem dapat membedakan satu sapi dengan sapi lainnya berdasarkan citra yang diperoleh drone.

Artinya, peternak dapat memantau perkembangan setiap ekor sapi secara lebih mudah tanpa harus melakukan pemeriksaan manual berulang kali.

Pengembangan teknologi ini menjadi salah satu contoh penerapan precision livestock farming, yaitu konsep peternakan modern yang memanfaatkan data, sensor, dan teknologi digital untuk membuat pengelolaan ternak menjadi lebih efisien.

baca juga

Jika terus dikembangkan, drone mungkin tidak hanya digunakan untuk mengambil gambar dari udara, tetapi juga menjadi alat penting dalam membantu peternak memahami kondisi ternaknya.sDi masa depan, pekerjaan yang dulu membutuhkan waktu berjam-jam di kandang timbang bisa saja berubah menjadi proses sederhana: menerbangkan drone, mengumpulkan data, dan mendapatkan informasi ternak dalam hitungan menit.

Peternakan di masa depan mungkin tidak hanya bergantung pada tenaga manusia, tetapi juga pada kemampuan teknologi untuk membantu manusia mengambil keputusan yang lebih cepat, tepat, dan ramah terhadap ternak.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.