impact circle 130 perkenalkan global volunteer sebagai wadah aksi nyata generasi muda dalam menjawab tantangan perubahan iklim - News | Good News From Indonesia 2026

Impact Circle 13.0 Perkenalkan Global Volunteer sebagai Wadah Aksi Nyata Generasi Muda dalam Menjawab Tantangan Perubahan Iklim

Impact Circle 13.0 Perkenalkan Global Volunteer sebagai Wadah Aksi Nyata Generasi Muda dalam Menjawab Tantangan Perubahan Iklim
images info

Impact Circle 13.0 @AIESEC in UIN Jakarta


AIESEC in UIN Jakarta kembali menghadirkan ruang kolaborasi bagi generasi muda melalui penyelenggaraan Impact Circle 13.0 yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Auditorium FEB Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mengangkat tema "Climate Starts With Us: From Awareness to Action," kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai isu perubahan iklim sekaligus mendorong lahirnya aksi nyata yang dapat dimulai dari lingkungan sekitar hingga tingkat internasional.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Board of Advisors, Local Committee President AIESEC in UIN Jakarta, Organizing Committee President, serta perwakilan Youth Force sebagai co-branding partner. Suasana kemudian semakin interaktif melalui sesi Youth Voices for the Planet, yang memberikan kesempatan kepada para finalis kompetisi poster SDGs untuk mempresentasikan gagasan kreatif mereka mengenai solusi terhadap permasalahan lingkungan. Selanjutnya, peserta memperoleh wawasan mengenai dampak sampah plastik terhadap perubahan iklim, praktik gaya hidup berkelanjutan, hingga mengikuti workshop yang mengajak mereka menerapkan solusi sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Di antara seluruh rangkaian tersebut, LEADs x Outgoing Global Volunteer (oGX) Session menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta. Sesi yang dipandu oleh Abid Sao, Team Leader International Relations Outgoing Global Volunteer AIESEC in UIN Jakarta, memperlihatkan bagaimana kepedulian terhadap isu lingkungan dapat dikembangkan menjadi pengalaman belajar sekaligus kontribusi nyata melalui program pertukaran internasional.

baca juga

Mengawali pemaparannya, Abid mengajak peserta merefleksikan posisi generasi muda dalam menghadapi tantangan global. Menurutnya, kaum muda memiliki potensi besar untuk tidak hanya memahami berbagai persoalan yang terjadi di dunia, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menciptakan perubahan.

Dari refleksi tersebut, peserta diajak melihat bahwa aksi terhadap perubahan iklim tidak selalu harus dimulai dari proyek berskala besar, melainkan dapat diwujudkan melalui pengalaman belajar, kolaborasi lintas budaya, dan pengabdian kepada masyarakat di berbagai negara. Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Global Volunteer, sebuah program internasional AIESEC yang memberikan kesempatan kepada anak muda untuk berkontribusi dalam proyek-proyek berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) selama empat hingga delapan minggu.

Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman internasional, tetapi juga mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, adaptasi budaya, serta pemecahan masalah secara langsung di tengah masyarakat. Seluruh materi tersebut dirancang untuk menunjukkan bahwa pengalaman internasional dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus bentuk kontribusi terhadap isu-isu global yang relevan dengan kondisi saat ini.

Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata, sesi ini juga menghadirkan kisah inspiratif dari alumni Global Volunteer, Kak Chelsea, yang pernah mengikuti proyek lingkungan di Korea Selatan. Berangkat dari kepeduliannya terhadap isu perubahan iklim, Chelsea memilih proyek yang berfokus pada sustainability dan edukasi lingkungan.

Selama program berlangsung, ia terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari mengunjungi Seoul Upcycling Plaza, mengikuti workshop pemanfaatan limbah tekstil menjadi produk baru, mempelajari konsep bisnis ramah lingkungan, hingga menghadiri kelas mengenai isu-isu lingkungan. Pengalaman tersebut tidak hanya memperluas pemahamannya mengenai praktik keberlanjutan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum, kemandirian, serta motivasi untuk terus menginisiasi aksi lingkungan setelah menyelesaikan program.

Selain membagikan pengalaman alumni, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai proyek Global Volunteer yang berfokus pada isu lingkungan di sejumlah negara. Beberapa proyek yang diperkenalkan meliputi Green Leaders di Dehradun, India, yang mengajak relawan terlibat dalam edukasi perubahan iklim, restorasi ekosistem, serta kegiatan penghijauan.

Peserta juga dikenalkan dengan proyek Aquatica di Visakhapatnam, India, yang berfokus pada edukasi masyarakat mengenai konservasi lingkungan pesisir dan kegiatan pelestarian ekosistem. Sementara itu, proyek Aquaticadi Hurghada, Mesir, memberikan kesempatan kepada relawan untuk mendukung kampanye pelestarian kehidupan laut dan mendorong praktik pariwisata yang lebih berkelanjutan.

Beragam contoh proyek tersebut menunjukkan bahwa isu lingkungan merupakan tantangan global yang membutuhkan kolaborasi lintas negara, sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk mengambil bagian secara langsung.

Pada akhir sesi, peserta memperoleh panduan mengenai proses pendaftaran Global Volunteer, mulai dari membuat akun pada platform AIESEC, melengkapi profil, menentukan preferensi program, hingga memilih proyek yang sesuai dengan minat dan tujuan pengembangan diri masing-masing. Penjelasan tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang jelas bagi peserta yang ingin melanjutkan kepedulian mereka terhadap isu lingkungan melalui pengalaman internasional.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi berlangsung, terutama ketika narasumber membagikan pengalaman alumni dan memperkenalkan berbagai peluang proyek yang dapat diikuti. Banyak peserta memanfaatkan sesi diskusi untuk menggali informasi mengenai pengalaman menjadi relawan internasional, proses seleksi, hingga bentuk kontribusi yang dapat mereka berikan selama menjalankan proyek.

baca juga

Salah satu peserta, Bunga, mengaku mendapatkan sudut pandang baru setelah mengikuti sesi tersebut. "Saya pulang dari Impact Circle 13.0 dengan cara pandang yang berbeda. Selama ini saya mengira aksi lingkungan hanya bisa dilakukan di sekitar kita, tetapi melalui sesi oGX saya memahami bahwa kontribusi tersebut juga dapat diwujudkan lewat pengalaman menjadi relawan internasional. Kesempatan untuk belajar dari negara lain sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat menjadi hal yang sangat menarik bagi saya."

Hal serupa juga disampaikan oleh peserta lainnya, Raihan, yang merasa sesi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai langkah yang dapat diambil oleh generasi muda setelah memahami isu perubahan iklim.

"Yang paling saya sukai dari sesi oGX adalah bagaimana materi yang disampaikan tidak berhenti pada teori, tetapi juga memberikan gambaran langkah nyata yang bisa diambil oleh anak muda. Melihat berbagai proyek Global Volunteer membuat saya semakin termotivasi untuk terus mengembangkan diri sekaligus ikut berkontribusi terhadap isu-isu global, khususnya di bidang lingkungan."

Melalui penyelenggaraan Impact Circle 13.0, AIESEC in UIN Jakarta berharap semakin banyak generasi muda yang tidak hanya memahami pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengambil langkah nyata. Kehadiran LEADs x oGX Session menjadi pengingat bahwa aksi terhadap perubahan iklim dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui kolaborasi lintas budaya yang memungkinkan anak muda belajar, bertumbuh, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dunia.

Untuk informasi lebih lanjut tentang program lainnya, ikuti kami di Instagram @growthenabler.uinjkt atau bergabung di komunitas kami melalui bit.ly/CommunityAIESECinUINJakarta.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.