harmoni bersih desa wringinanom bersama warga karang taruna santri al hikam dan mahasiswa kkn lintas kampus - News | Good News From Indonesia 2026

Harmoni Bersih Desa Wringinanom bersama Warga, Karang Taruna, Santri Al-Hikam dan Mahasiswa KKN Lintas Kampus

Harmoni Bersih Desa Wringinanom bersama Warga, Karang Taruna, Santri Al-Hikam dan Mahasiswa KKN Lintas Kampus
images info

Suroan Bersih Desa @Noafgani


Halo, Kawan GNFI! Membicarakan kekayaan budaya dan tradisi di Indonesia memang tidak akan pernah ada habisnya. Di berbagai penjuru daerah, masyarakat kita masih memegang teguh warisan leluhur yang sarat akan makna filosofis dan nilai-nilai kehidupan.

Salah satu tradisi yang hingga kini masih lestari dan rutin diselenggarakan oleh masyarakat Jawa, khususnya saat memasuki bulan Muharram atau bulan Suro, adalah tradisi Bersih Desa.

Ritual kebudayaan ini bukan sekadar perayaan tahunan biasa, melainkan sebuah bentuk refleksi dan rasa syukur komunal kepada Sang Pencipta atas alam yang menopang kehidupan.

Kawan GNFI, potret pelestarian budaya yang sangat menginspirasi ini baru saja terekam dengan indah di wilayah timur Kabupaten Malang. Tepatnya di Balai Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, jajaran Pemerintah Desa Wringinanom sukses menggelar tradisi Bersih Desa yang juga dirangkai secara khusus dengan peringatan Suroan pada hari Sabtu (27/6/2026).

Acara yang memadukan unsur kebudayaan dan keagamaan tersebut terpantau berlangsung dengan sangat khidmat. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh warga sedesa yang antusias menyemarakkan tradisi tahunan di kampung halaman mereka.

baca juga

Namun, ada pemandangan yang tak biasa dan terasa jauh lebih istimewa dari pergelaran Bersih Desa kali ini, Kawan. Di tengah kerumunan warga desa, tampak kehadiran puluhan perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang turut membaur merayakan acara tersebut.

Kepala Desa Wringinanom, Ahmad Muslimin, memaparkan bahwa kegiatan selamatan desa ini pada hakikatnya diselenggarakan sebagai wujud syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Rangkaian acara yang dihelat difokuskan untuk mensyukuri segala nikmat keamanan, ketenteraman, serta nikmat kesehatan yang selama ini telah diberikan kepada seluruh warga Desa Wringinanom.

Untuk menyempurnakan rasa syukur tersebut, kegiatan peringatan tahunan ini tidak hanya diisi dengan ritual kebudayaan saja, tetapi juga dirangkai dengan aktivitas sosial kemasyarakatan yang menyentuh hati.

Kawan GNFI, aparatur pemerintahan setempat bersama warga sepakat untuk menyisipkan agenda mulia berupa pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu yang berada di lingkungan sekitar desa.

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian tradisi leluhur sejatinya mampu berjalan beriringan dengan semangat kepedulian sosial yang inklusif. 

Menariknya lagi, pelaksanaan tradisi Suroan dan Bersih Desa di Wringinanom ini sejatinya dikemas dengan cara yang cukup sederhana. Dalam prosesi puncaknya, para warga dan perangkat desa tampak duduk bersama-sama mengelilingi sebuah tumpeng.

Suasana sakral kebudayaan semakin terasa dengan adanya pembakaran dupa, serta tersajinya aneka hasil bumi seperti buah pisang yang disiapkan sebagai bentuk manifestasi rasa syukur warga atas melimpahnya hasil alam di desa tersebut.

Pria yang akrab disapa Cak Min tersebut menegaskan bahwa meskipun acara digelar dengan format yang terbilang sederhana, hal tersebut sama sekali tidak mengurangi nilai kesakralan dari tradisi luhur itu sendiri.

Di sisi lain, kegiatan kebudayaan ini dirasa semakin meriah dan berwarna berkat antusiasme serta partisipasi aktif dari kalangan akademisi muda.

baca juga

Bagaimana tidak, seluruh mahasiswa santri dari Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al-Hikam yang kebetulan tengah melaksanakan program pengabdian masyarakat di sana tampak hadir secara utuh.

Mereka tampil dengan mengenakan jas almamater kampus masing-masing dan secara hangat berbaur langsung dengan warga desa tanpa adanya sekat pemisah. Pemandangan ini sukses menciptakan harmoni sosial yang begitu menyejukkan mata.

Terkait hal ini, Kepala Desa pun tak segan memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap keterlibatan aktif para santri Al-Hikam. Beliau menilai bahwa para mahasiswa santri tersebut mampu beradaptasi dengan sangat baik dan berhasil menjalankan seluruh program kerjanya dengan lancar di tengah-tengah dinamika masyarakat Wringinanom yang mayoritas beragama Islam

Semoga cerita tentang kolaborasi yang apik di kaki Gunung Semeru ini dapat menginspirasi Kawan GNFI di mana pun berada. Mari terus bangga dan ikut serta dalam merawat kekayaan budaya Nusantara, sembari konsisten merajut simpul-simpul kebaikan dengan masyarakat di sekitar kita!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.