belajar mindfullness dari balik topeng superhero - News | Good News From Indonesia 2026

Belajar Mindful dari Balik Topeng Superhero

Belajar Mindful dari Balik Topeng Superhero
images info

Foto Buku Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero I foto: milik pribadi


Indonesia tidak pernah kekurangan penulis hebat, salah satunya adalah psikiater yang juga seorang penulis, dr. Andreas Kurniawan, Sp. KJ.

Ia dikenal sebagai psikiater yang banyak menangani remaja dan dewasa muda dengan berbagai persoalan hidup sehari-hari. Beberapa di antaranya datang dari yang sedang belajar mencintai, yang baru putus cinta, yang mencari kerja atau justru ingin berhenti kerja, sampai mereka yang stres karena baru menjadi orang tua atau sedang berduka karena kehilangan.

Buku terbaru karya dr Andreas adalah Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superheroyang dikemas dengan cover buku yang khas dan konsisten pada warna lembut seperi buku pendahulunya.

Membahas seorang psiakter penulis seperti dr Andreas sangat menarik karena dari sekitar 5% anak dan remaja Indonesia mengalami gejala gangguan jiwa, terutama depresi dan kecemasan (Kemenkes, 2026).

Temuan ini diperkuat hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Maret 2026 yang menyatakan satu dari sepuluh anak Indonesia menghadapi indikasi masalah kesehatan jiwa (MPR RI, 2026).

baca juga

Angka-angka ini mungkin terdengar berat. Namun, justru di titik ini, hadirnya buku seperti karya dr. Andreas terasa seperti kabar baik yang pelan-pelan muncul dari sisi lain. Pembahasan soal kesehatan mental mulai masuk keruang baca yang lebih ringan, dan bisa dengan mudah dipahami dan dibaca berulang kali.

Sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih berusia 20 tahunan, membaca buku ini seperti diam-diam ikut “mengecek diri sendiri”.

Melalui buku “Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero”, dr. Andreas menuliskan banyak cerita pasien (tentu tanpa membuka identitas), lalu mengaitkannya dengan penjelasan psikologi dan pandangannya sebagai psikiater. Jadi pembaca tidak hanya diberi teori. Namun, juga diajak melihat bentuk nyatanya di kehidupan sehari-hari.

Karena judulnya tentang “topeng superhero”, buku ini juga mengajak kita melihat bagaimana manusia sering memakai topeng dalam hidup. Topeng yang biasa digunakan saat di kantor, di pertemanan, dalam hubungan, bahkan di rumah sendiri. Topeng yang kadang tidak kita sadari sedang kita pakai.

baca juga

Kalau ditanya, mungkin kita semua pernah ada di posisi itu. Posisi yang harus menjadi “kuat”, “baik-baik saja”, atau “tidak ingin merepotkan orang lain”, padahal di dalamnya tidak selalu sesederhana itu.

Hal yang paling terasa setelah membaca buku ini adalah bagaimana hal-hal yang sering dianggap rumit bisa dijelaskan dengan sederhana. Semua terasa lebih pelan,runtut, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Isu seperti people pleaser, kecemasan, sampai cara kita berelasi dengan orang lain jadi terasa tidak jauh. Bahkan kadang seperti sedang melihat diri sendiri di beberapa bagian cerita.

Dan mungkin di situlah kabar baiknya.

Bahwa di Indonesia, semakin banyak cara untuk memahami kesehatan mental tanpa harus merasa takut, tanpa harus merasa sendirian, dan tanpa harus selalu terlihat “baik-baik saja".

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.