Berawal dari kunjungan ke sebuah pengepul di pesisir Sidoarjo yang disekitarnya terdapat limbah cangkang udang dan Kupang, dua pelajar asal SMA Negeri 3 Sidoarjo, Nafita Rahma Fitriani dan Aulia Naura Al Fasya melahirkan produk yang dinamakan DENTAVIE.
Ini adalah sebuah inovasi pembersih gigi berbentuk tablet yang ramah bumi dan bisa memunculkan busa berwarna sebagai indikator pintar kebersihan mulut penggunanya. Penasaran bagaimana cerita di balik inovasinya? Yuk, simak sampai akhir!
Dobrakan Baru Menyikat Gigi Tanpa Ribet
Jika umumnya produk pembersih gigi konvensional memiliki konsep pasta gigi gel, Nafita dan Naura mencoba mendisrupsi pasar dengan mengubahnya menjadi tablet kering siap kunyah yang bisa dibilang cukup praktis.
ormat inovatif waterless ini diciptakan khusus agar rutinitas merawat gigi jadi jauh lebih ringkas, higienis, dan ramah kantong.
Produk ini juga ditujukan khusus untuk mereka yang suka berpetualang karena mudah dibawa bepergian tanpa drama bocor di tas.
Dengan penggunaannya yang berbeda dengan pasta gigi biasanya, DENTAVIE dirancang bukan untuk sekedar meramaikan pasar produk pembersih gigi biasa, produk ini diharapkan bisa menjadi pemantik tren gaya hidup baru yang sesuai dengan dinamika anak muda aktif yang ingin serba cepat namun tetap efektif.
Menjaga Senyum Sehat sekaligus Merawat Kelestarian Bumi
Menariknya, pembeda dari produk ini bukan hanya dari cara penggunaannya. Rahasia kekuatan inovasi ini justru tersembunyi pada material yang digunakannya, sisa cangkang kupang dan kulit udang khas pesisir Sidoarjo.
Melalui proses yang bersih dan aman, kandungan bio-kalsium alaminya disulap menjadi benteng pelindung yang aktif menjaga kekuatan lapisan enamel gigi, sementara senyawa bioaktifnya ampuh mengusir bakteri jahat di rongga mulut.
Kerennya lagi, ada gerakan menjaga keberlanjutan bumi yang dilakukan lewat kemasan wadah aluminium estetik yang bisa didaur ulang terus-menerus demi terus mendorong pengurangan ketergantungan masyarakat pada sampah plastik harian.
“Biaya aluminium pod lebih murah, jadi harapannya produk kami masih bisa bersaing di pasar. Kalo tentang ide awal, kita ngerasa sayang aja sih inovasi kita itu udah mengelola sampah pesisir, tapi masa packaging dari produk kita menambah sampah plastik, jadi selain memutus ketergantungan pada kemasan plastik, kita juga mau jadi produsen yg bertanggung jawab atas bumi” ujar Nafita.
Sensasi Busa Berwarna yang Interaktif, Pintar, dan Teruji Klinis
Kawan mungkin bertanya-tanya, bagaimana produk pembersih gigi menawarkan pengalaman interaktif dan pintar. Karena salah satu bahan produksinya dari ekstrak alami bunga telang, produk ini menawarkan pengalaman edukatif yang baru dan berbeda melalui busa.
Begitu tablet ini dikunyah dan bercampur dengan air liur, ia akan menghasilkan busa dengan gradasi warna ajaib yang bekerja sebagai pemandu visual.
Kemudian, kandungan yang secara pintar akan mendeteksi dan menempel pada area gigi yang masih kotor atau menyimpan plak. Dengan demikian, pengguna langsung tahu bagian mana yang butuh disikat lebih bersih.
Untuk memastikan produk ini benar-benar aman dan berhasil bekerja dengan maksimal, formula inovasi ini telah melewati beberapa tahap uji laboratorium.
Pengujian berkali-kali ini memastikan kualitas pH-nya seimbang, busa alaminya bekerja dengan baik, dan semua kandungan di dalamnya efektif melindungi mulut tanpa efek samping berbahaya.
Keamanan yang sudah teruji lab ini disempurnakan dengan QRCode di kemasan yang langsung terhubung ke panduan warna digital.

Nafita dan Aulia mengumpulkan bahan produksi tablet gigi | Dok. Nafita Rahma Fitriani
Lewat QRcode ini juga nantinya akan ada video singkat proses pembuatan inovasi dan kondisi kota Sidoarjo saat ini.
Harapannya selain memberi pengalaman baru dan edukasi terkait kandungan. Mereka ingin lebih mengenalkan proses produksi dan situasi kota Sidoarjo lewat video pendek yang akan disematkan di web yang sama.
Langkah Selanjutnya
Nafita dan Aulia merasa merasa masih banyak yang ingin dikembangkan dari DENTAVIE sebelum mulai memasarkan ke publik. Langkah awalnya yaitu memastikan formula yang terkandung sudah tepat lewat berkonsultasi dengan orang-orang yang berpengalaman di bidang formulasi.
Adapun pengembangan selanjutnya, mereka ingin mencoba mengumpulkan feedback dari kawan-kawan di sekolahnya dahulu tentang varian yang bisa ditambahkan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


