Kegiatan sosialisasi budaya 5S diselenggarakan oleh mahasiswa program asistensi mengajar Universitas Negeri Malang yang bertugas di SDN 1 Gedog Kota Blitar. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 3 Maret 2026 di aula sekolah, diikuti oleh murid kelas 1 sampai kelas 5.
Sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter positif pada siswa sekolah dasar melalui pembiasaan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Budaya 5S yang meliputi senyum, salam, sapa, sopan, dan santun perlu ditanamkan sejak dini agar siswa mampu membangun hubungan sosial yang baik dengan teman, guru, maupun lingkungan sekitar.
Oleh karena itu, mahasiswa asistensi mengajar mengadakan kegiatan sosialisasi sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menerapkan budaya 5S di sekolah maupun di luar sekolah.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan sikap positif murid terhadap penerapan budaya 5S sehingga dapat menjadi kebiasaan yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang ramah, nyaman, dan penuh sikap saling menghormati antarwarga sekolah.
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui penguatan pendidikan karakter, SDG 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh melalui pembentukan lingkungan sekolah yang harmonis, serta SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera karena budaya positif dapat mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan sosial siswa.
Kegiatan sosialisasi budaya 5S di SDN 1 Gedog diawali dengan pembukaan acara yang dipandu oleh mahasiswa asistensi mengajar Universitas Negeri Malang. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah, yaitu Ibu Alpiyah Mita Hariani, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa asistensi mengajar yang telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi budaya 5S bagi siswa.
Beliau juga menekankan pentingnya penerapan sikap senyum, salam, sapa, sopan, dan santun dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari pembentukan karakter positif siswa sejak usia dini. Selain itu, beliau berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta mampu menumbuhkan kebiasaan baik yang terus diterapkan oleh seluruh siswa di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Pelaksanaan kegiatan sosialisasi budaya 5S di SDN 1 Gedog berlangsung secara tertib dan interaktif. Kegiatan diawali dengan pembukaan serta sambutan dari Kepala Sekolah yang menyampaikan pentingnya menerapkan budaya 5S dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, mahasiswa asistensi mengajar Universitas Negeri Malang menyampaikan materi mengenai budaya 5S yang meliputi senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.
Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa kelas 1 sampai kelas 5 serta disertai contoh penerapan budaya 5S di lingkungan sekolah maupun di rumah. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diselingi sesi tanya jawab dan praktik sederhana agar siswa lebih memahami pentingnya bersikap sopan dan santun kepada guru, teman, maupun orang tua. Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias, aktif menjawab pertanyaan, dan mengikuti sosialisasi dengan baik hingga kegiatan selesai.
Pada akhir kegiatan, mahasiswa memberikan tiga pertanyaan kuis kepada siswa sebagai bentuk evaluasi pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar diberikan reward sebagai bentuk apresiasi dan motivasi agar lebih semangat dalam menerapkan budaya 5S. Kegiatan sosialisasi kemudian ditutup dengan pemberian salam bersama kepada seluruh peserta sebagai bentuk penerapan langsung budaya 5S yang telah dipelajari selama kegiatan berlangsung.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


