proses menerbitkan buku secara indie - News | Good News From Indonesia 2026

Proses Menerbitkan Buku secara Indie, Apa Saja?

Proses Menerbitkan Buku secara Indie, Apa Saja?
images info

Ilustrasi penulis menerbitkan buku/ oleh: Francisca S diolah dengan Chat GPT


Gairah menulis di Indonesia, terutama di kalangan orang muda dalam beberapa tahun belakangan ini sedang tinggi-tingginya. Hal ini dibarengi pula dengan keinginan yang besar untuk menerbitkan karya tulis mereka dalam bentuk buku, baik cetak maupun digital. Sepertinya, belum afdol bila seseorang yang menamakan dirinya penulis, tetapi belum memiliki buku yang sudah diterbitkan.

Harapan utama para penulis tentu saja mampu menerbitkan bukunya melalui penerbit mayor. Selain karena ada kebanggan diri bila naskahnya bisa menembus seleksi ketat penerbit mayor, penulis juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menerbitkan bukunya.

Namun, sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa tidak mudah untuk bisa lolos seleksi menerbitkan buku di penerbit mayor. Ditambah lagi butuh waktu tunggu yang lama untuk mendapatkan jawaban apakah naskah diterima atau ditolak.

Karena hal ini, sekarang banyak penulis, khususnya penulis pemula, yang tertarik untuk mencoba alternatif lain untuk menerbitkan naskah bukunya, baik fiksi maupun nonfiksi. Salah satunya adalah melalui jalur indie.

Kalau Kawan GNFI adalah salah satu penulis yang saat ini ingin menerbitkan buku secara indie, coba baca dulu 10 cara ini sebagai bahan pertimbangan. Baca sampai habis, ya!

baca juga

Menerbitkan Buku secara Indie

Sebelum lebih lanjut membahas catatan dalam menerbitkan buku secara indie, ada baiknya kita kenali dulu dengan lebih tepat apa sebenarnya yang dimaksud dengan jalur penerbitan indie.

Menerbitkan buku secara indie adalah proses menerbitkan buku di mana penulis bekerja sama dengan penerbit indie atau penerbit berskala kecil.

Jalur penerbitan ini jenis berbayar. Penulis harus membayarkan sejumlah biaya di muka ke penerbit untuk layanan proses produksi dan penerbitan buku yang mereka sediakan.

Nah, sekarang, yuk baca catatan yang bisa membantu Kawan untuk lebih yakin menerbitkan buku secara indie!

Proses Menerbitkan Buku secara Indie

Seleksi naskah

Apakah ada seleksi naskah dalam jalur ini? Ada, tetapi tidak seperti seleksi naskah pada penerbit mayor.

Setelah penulis mengirimkan naskahnya, penerbit akan memeriksa naskah terlebih dahulu, apakah sesuai dengan syarat dan ketentuan mereka.

Biasanya masing-masing penerbit mempunyai syarat-syaratnya tersendiri. Seperti jumlah kata, naskah tidak mengandung unsur SARA, pornografi, dan sebagainya. Setelah itu penerbit akan memberi kabar apakah naskah tersebut layak diproses.

Waktu terbit

Salah satu keunggulan dari menerbitkan buku secara indie adalah dari segi waktu. Penulis tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menerbitkan bukunya.

Dari mulai pemeriksaan naskah, proses editing, lay out, cetak dan sebagainya hingga terbit, biasanya memerlukan waktu sekitar 2 bulan. Tidak selama pada penerbit mayor, yang bisa memakan waktu tunggu sampai 7 bulan hanya untuk mendapatkan jawaban diterima tidaknya naskah.

baca juga

Bujet

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, jalur penerbitan indie adalah jalur berbayar. Jadi, penulis harus menyiapkan budget untuk menerbitkan bukunya.

Biasanya penerbit indie menawarkan beberapa pilihan paket dengan perbedaan jenis layanan yang diberikan. Misalnya paket penerbitan dengan layanan editing ringan atau profesional. Tentu saja makin lengkap layanan, makin mahal biaya paket.

Saat ini biaya paket penerbitan standar berkisar pada harga Rp650.000. Penulis harus menimbang di awal paket yang sesuai kebutuhan dan kemampuan kantong tentu saja.

Editing naskah

Setelah naskah diproses dan selesai diedit oleh editor, penerbit akan mengirimkan editan ke penulis untuk diperiksa ulang.

Untuk editing ringan, editor tidak hanya mengoreksi ejaan dan tata bahasa saja, tetapi juga akan mengedit isi tulisan.

Penulis harus memeriksa ulang dengan cermat editan dari editor ini. Karena bisa saja ada kesalahan yang dilakukan editor dalam mengedit naskah yang akan mengganggu kualitas tulisan, baik untuk isi naskah, ejaan, maupun dari segi tata bahasa. Revisi ini bisa dilakukan beberapa kali sampai penulis merasa puas dengan hasilnya.

Sampul buku

Sampul buku adalah salah satu unsur yang menarik minat orang untuk membeli buku. Jadi, penulis harus memberikan perhatian khusus pula pada bagian ini.

Dalam jalur indie, penulis bisa memilih desain sampul buku yang disediakan oleh tim ilustrator dari penerbit. Namun, dari awal pun juga dapat mengusulkan jenis desain sesuai keinginan pribadi penulis. Inilah salah satu bagian yang menarik dari penerbitan jalur indie. Penerbit juga biasanya memberikan kesempatan revisi untuk hasil desain sampul.

Harga buku

Ini juga salah satu poin plus bagi penulis yang ingin menerbitkan bukunya secara indie. Karena penulis akan menentukan sendiri harga jual bukunya. Sebaiknya harga buku tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Pertimbangkan isi buku dan ketebalan buku.

Penulis juga harus mempertimbangkan kemungkinan adanya biaya atau potongan-potongan tambahan saat memasarkan bukunya nanti, yang mana akan memengaruhi jumlah royalti yang didapat.

baca juga

Royalti

Penulis mendapatkan royalti penuh dari setiap penjualan bukunya. Penulis juga yang menentukan jumlah royalti yang ingin diperoleh setelah dipotong biaya produksi dan lainnya sesuai kesepakatan bersama dengan penerbit.

Adapun ketentuan pembagian royalti mungkin bisa berbeda pada tiap-tiap penerbit. Biasanya, buku yang terjual di marketplace akan dikenai potongan sesuai dengan ketentuan dari marketplace yang akan mengurangi royalti.

Surat kontrak

Akan ada surat kontrak atau perjanjian yang dibuat yang berisi kesepakatan antara pihak penulis dan penerbit indie dalam menerbitkan buku. Isi surat kontrak antara lain adalah perjanjian hak terbit oleh penerbit tersebut, proses penyuntingan, tata letak, dan lainnya yang akan dilakukan, aktivitas penjualan dan promosi buku, serta lama waktu hak terbit yang dimiliki oleh penerbit.

ISBN

ISBN atau International Standard Book Number adalah nomor unik yang digunakan sebagai salah satu tanda pengenal buku. Berisi informasi tentang judul, isi, dan kelompok penerbit.

Dalam layanan paket penerbitan, biasanya penerbit juga akan mengurus ISBN untuk buku yang akan diterbitkan.

Fungsi ISBN antara lain sebagai alat pemasaran dan pendistribusian bagi toko buku dan distributor, dan alat promosi bagi penerbit. Nomor ini juga bisa berfungsi untuk memasarkan buku secara lebih luas.

Pemasaran

Setelah buku terbit, penerbit akan membantu memasarkan dan mempromosikan buku di toko online milik penerbit di marketplace, di web penerbit, dan di media sosial mereka.

Namun, bila ingin buku terjual banyak, penulis juga harus ikut aktif memasarkannya sendiri terus menerus. Karena bila tidak, bisa saja buku yang sudah terbit, hanya bertengger di beranda toko penerbit tersebut. Bisa juga laku di awal, kemudian penjualan mandek karena tidak ada promosi lebih lanjut.

Penulis bisa memasarkan buku secara mandiri di akun-akun medsos penulis, blog pribadi, menitipkan di kafe atau toko buku dengan sistem bagi hasil penjualan.

Nah, apakah Kawan GNFI sekarang sudah semakin mantap untuk menerbitkan buku secara indie?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.