Pernah tidak sih, saat hati Kawan GNFI sedang ingin-inginnya menggambar, tetapi rasanya kurang bersemangat?
Tenang saja, semua orang yang punya hobi menggambar juga pernah dalam kondisi ini. Berita baiknya, dalam dunia psikologi, ada loh, bentuk terapi bagi Kawan GNFI yang sedang stuck ide, tetapi ingin tetap berkarya lewat lukisan. Namanya adalah Mandala Coloring.
Apa itu Mandala Coloring?
Mandala coloring atau mewarnai pola mandala merupakan salah satu bentuk terapi yang diperkenalkan oleh psikolog asal Swiss bernama Carl Jung, yang dalam praktiknya terapi ini menjadi semacam cara untuk kita 'istirahat sejenak' dari pusingnya pikiran.
Singkatnya, terapi ini mirip seperti meditasi, tetapi dalam bentuk yang lebih sederhana. Cocok untuk Kawan GNFI yang ingin melepaskan kepenatan dari hobi seni.

Sumber: wikipedia | Carl_Gustav_Jung
Lebih lanjut lagi, penerapan terapi ini berfokus pada pola mandala, yakni semacam figur/gambar yang berisi pola geometris, garis-garis rumit, dan bentuk yang menyebar secara simetris dari satu titik pusat ke arah luar.
Nah, dalam praktiknya, pola lingkaran ini bukan hanya hiasan estetik semata. Jung percaya bahwa bentuk pola yang 'teratur' ini bisa membantu menyeimbangkan perasaan kita yang lagi berantakan.
Kawan tidak perlu pusing memikirkan teori warna atau takut hasilnya tidak sesuai harapan. Kunci utamanya memang hanya satu, yaitu menikmati setiap goresannya.
Bagaimana Mewarnai Mandala Mampu Menurunkan Stress?
Secara sains, telah dibuktikan bahwa aktivitas mewarnai mandala dapat menurunkan aktivitas sistem saraf simpatik yang bertanggung jawab atas respons stres.
Penelitian dari Curry & Kasser (2005) membuktikan bahwa mewarnai pola geometris yang teratur seperti mandala secara signifikan lebih efektif menurunkan kecemasan dibandingkan menggambar bebas. Hal itu terjadi karena aktivitas tersebut menenangkan amigdala, yaitu bagian otak yang mengatur rasa takut dan stres.
Selain itu, studi dari Drexel University menunjukkan bahwa 45 menit berkreasi lewat seni bisa menurunkan kadar hormon kortisol (hormon stres) dalam tubuh. Pola mandala yang terpusat ke satu titik membantu pikiran yang tadinya "lari-larian" menjadi lebih fokus dan teratur. Jadi, penerapan terapi ini memang sudah teruji efektivitasnya dalam meringankan beban kognitif
Tips Memulai Mandala Coloring secara Mandiri
Supaya Kawan GNFI dapat langsung mempraktikkan terapi ini, kamu bisa mengikuti tiga langkah
praktis sebagai berikut:
1. Siapkan media dan alat
Kawan tidak perlu khawatir memikirkan modal besar untuk menerapkannya, karena sudah banyak template mandala gratis di internet, seperti di situs Mandalaweb, Freepik, dan lainnya atau membeli buku mewarnai kumpulan mandala dewasa di toko buku atau online shop. Jangan lupa juga siapkan alat warna favoritmu, mulai dari pensil warna atau stylus pen untuk gambar digital.
2. Atur suasana fokus
Carilah sudut ruangan yang nyaman dan jauhkan ponsel sejenak. Cobalah untuk meluangkan waktu sekitar 20–45 menit tanpa distraksi agar Kawan bisa benar-benar fokus.
3. Mulai dari Titik Pusat
Mulailah mewarnai dari bagian tengah lalu perlahan bergerak ke arah luar. Cara ini biasa dilakukan dalam membantu pikiran agar lebih terarah dan stabil saat mengisi pola-pola geometris yang ada.
Pada akhirnya, Mandala coloring dapat menjadi terapi sederhana untuk Kawan GNFI si paling nyeni di manapun dan kapan pun.
Ingatlah, saat mewarnai, yang paling penting justru ketenangan di setiap goresannya, bukan pada hasil akhirnya.
Oleh Muhammad Faizurrahman dan Dr. Rachmat Mulyono, M.Si. Psikolog.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


