Gelaran turnamen bulu tangkis bergengsi Indonesia Open 2026 2026 resmi berakhir di Istora Senayan, Jakarta, pada minggu (7/6/2026). Meskipun publik tuan rumah harus menerima kenyataan pahit karena gagal mengakhiri puasa gelar juara, turnamen level Super 1000 ini justru mendapatkan sorotan positif dari sisi kualitas penyelenggaraan yang dinilai semakin meningkat dan profesional.
Ya, memang demikianlah adanya. Harapan Indonesia untuk meraih gelar di rumah sendiri harus pupus setelah dua wakil Merah Putih yang berlaga di babak final harus puas finis sebagai runner-up. Tunggal putra andalan, Jonatan Christie, harus mengakui keunggulan Victor Lai dari Kanada dalam pertandingan dua gim langsung. Sementara itu, pasangan ganda putra muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin juga gagal mengonversi keunggulan di gim pertama dan akhirnya takluk dari pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Hasil ini membuat Indonesia belum berhasil memutus rantai puasa gelar Indonesia Open 2026 sejak terakhir kali dimenangkan oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada tahun 2021. Pada edisi kali ini, gelar juara terbagi rata kepada lima negara berbeda, yaitu Denmark, Korea Selatan, Malaysia, Jepang, dan Kanada.
Di balik kekecewaan di lapangan, Indonesia justru menorehkan pencapaian apik dalam hal penyelenggaraan turnamen Indonesia Open 2026 2026. Dengan mengusung tema 'Pride of the Nation', panitia pelaksana menyulap kawasan Istora menjadi bukan sekadar tempat pertandingan, melainkan festival yang menggabungkan olahraga dan hiburan alias sportainment. Konsep ini mencakup sesi meet and greet, hiburan musik, hingga fasilitas interaktif di area festival.
"Jadi pada waktu event ini dirancang secara konsep, ada beberapa objektif yang mau kita capai. Yang pertama adalah kita ingin mengembalikan lagi euforia bulu tangkis Indonesia. Itu yang mau kita dapatkan dengan beberapa pendekatan, salah satunya adalah pendekatan yang kita mau bentuk adalah kita pengin membuat euforia itu melalui hal-hal yang bisa memenuhi harapan pecinta bulu tangkis semuanya,” kata Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026 2026, Achmad Budiharto.
Tak heran pula apabila Indonesia Open 2026 tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya. Penonton kini membuat Istora penuh sesak dan bergemuruh. Padahal, belakangan ini penyelenggaraan turnamen bulutangkis bergengsi di Indonesia kerap dikritik lantaran animo penonton untuk hadir semakin sedikit sehingga Istora terasa kurang meriah.
Penyelenggaraan Indonesia Open 2026 2026 yang ciamik ini bahkan mendapatkan apresiasi tinggi dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Selvaam Supramaniam, selaku Events Director BWF, menyatakan bahwa kesuksesan Indonesia Open 2026 2026 telah melampaui ekspektasi mereka. BWF secara khusus memuji penggunaan teknologi LED dan kreativitas di baliknya yang dinilai sangat bagus serta mampu meningkatkan tolok ukur bagi tuan rumah turnamen internasional lainnya.
“BWF belajar banyak dari uji coba yang dilakukan di sini sehingga kami bisa mempersiapkan tuan rumah lain dan mempersiapkan diri kami sendiri untuk ke depannya,” ujar Selvaam.

Kata Penonton soal Indonesia Open 2026 2026
Tak hanya BWF, para penonton yang hadir langsung juga melontarkan pujian serupa. Istora dinilai berhasil menyajikan hal menarik bagi pengunjung melalui berbagai aktivitas. Nuri, salah satu pengunjung asal Jakarta, menyebut penyelenggaraan tahun ini benar-benar luar biasa.
“Hari ini ada dua wakil Indonesia di final, senang sekali rasanya, sekarang kita kembali punya sobat weekend lagi,” ujar Nuri.
Menariknya, ternyata Nuri tidak punya tiket. Kendati demikian, hal tersebut tidak menghalanginya untuk menikmati keseruan Indonesia Open 2026. Selain bisa ikut berbagai aktivitas, ia masih dapat mengikuti pertandingan dengan nonton bareng melalui layar lebar yang tersedia.
“Kalau tahun ini, walau kita nggak beli tiket nonton, tapi kita masih bisa menikmati banyak hal di area Istora. Bahkan kita bisa nonton bareng sambil makan di layar besar yang disediakan,” katanya..
Senada dengan Nuri, pengunjung lain bernama Eed yang sengaja terbang dari Palembang, merasa sangat puas dengan Indonesia Open 2026 2026. Sebab, ia bisa berinteraksi langsung dengan para atlet melalui fasilitas fans zone dan sesi meet and greet.
“Kalau sekarang kita bisa melihat atlet secara langsung, bukan cuma di lapangan saja. Kalau tidak kebagian tiket pun banyak sekali outdoor activity yang bisa kita nikmati di Istora,” tutur Nuri.


