Yoris Sebastian adalah pengusaha Indonesia yang aktif di bidang industri kreatif. Pada masa mudanya – tepatnya di usia 26 tahun – ia ditunjuk sebagai General Manager dari jejaring restoran musik ternama kelas internasional yaitu Hard Rock Cafe Indonesia.
Sosok kelahiran Makassar pada 53 tahun lalu ini selain sebagai pengusaha menyandang banyak predikat dari mulai penulis, trainer, sampai pembicara publik. Namun, dari sekian banyak predikat tersebut Yoris lebih dikenal akan idenya yang kreatif sehingga sering dilibatkan dalam proyek-proyek tertentu, salah satunya peluncuran album musik.
Yoris sejak 2000-an telah memimpin perusahaan konsultan yang diberi nama Oh My Goodness (OMG) Creative. Melalui perusahaan inilah ia bisa menjual sejumlah ide kreatif sekaligus menemukan banyak pengalaman berbeda terkait industri kreatif yang terus bertumbuh secara dinamis.
Kreativitas Dimiliki Semua Orang
Dalam sebuah perusahaan, mengolah kreativitas untuk melancarkan sebuah target bisnis biasanya dilakukan tim kreatif. Biasanya tim semacam ini pada era teknologi bekerja meliputi mengunggah konten di medsos atau membuat tulisan yang menggoda klien baru.
Akan tetapi, seiring waktu Yoris menemukan bahwa kreativitas bisa dilakukan siapa saja bahkan oleh tim procurement (pengadaan) sekalipun. Dari situ Yoris pun menyimpulkan bahwa kreativitas bisa dibangun oleh siapa saja, tidak terbatas oleh tim kreatif saja.
“Ternyata procurement bisa kreatif. Jadi creativity ini adalah sesuatu yang bisa dilakukan semua orang,” ucap Yoris.
Mengenai kreativitas procurement sendiri, Yoris merasa kreatif di divisi tersebut dulunya hanya berpatokan dengan urusan jual-beli saja. Perkembangan kreativitas yang lebih mumpuni lantas dilihatnya dari divisi ini di mana penggunaan data hingga algoritma, alhasil membuatnya yakin kreativitas tidak ada batasan.
“Dulu terakhir saya ke beberapa perusahaan procurement-nya sudah sangat advance kreatif menggunakan data segala dan dari seminar workshop saya sangat yakin every person is a creative person,” ungkapnya.
Berani Megang Industri Apa Saja
Yoris tak hanya memegang Hard Rock Cafe di Jakarta saja semasa menjabat sebagai General Manager. Selain Jakarta, ia juga bertugas sebagai GM untuk cabang Bali dan Seoul, Korea Selatan, selama enam bulan.
Menginjak usia 34 tahun, Yoris kemudian pensiun dini dari restoran tersebut. Pilihan karier lain pun dihadapinya, meskipun ia tahu akan sangat sulit dengan pengalamannya yang sebatas di ranah industri hiburan.
“Jadi menolak untuk stuck, tapi juga tahu diri bisanya apa,” ungkap Yoris.
Yoris yang sadar akan kemampuan diri sendiri nyatanya tetap memberanikan diri menjadi konsultan. Salah satu pengalamannya di luar industri hiburan yaitu menjadi konsultan untuk rumah sakit mata yang ternyata sanggup menggapai kesuksesan. Dari situ ia pun merasa ada baiknya fokus di satu bidang sebelum menjajal peruntungan di bidang yang lain.
“Saya pakai kacamata aja enggak, tapi kalo mau dicoba ayo. Eh, ternyata meledak. Jadi sekarang akhirnya berani megang industri apa aja, tapi awalnya fokus dulu di lifestyle and entertainment,” ujarnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

