waisak ala sri lanka di jakarta harapan sederhana agar semua makhluk bahagia - News | Good News From Indonesia 2026

Waisak ala Sri Lanka di Jakarta, Harapan Sederhana agar Semua Makhluk Bahagia

Waisak ala Sri Lanka di Jakarta, Harapan Sederhana agar Semua Makhluk Bahagia
images info

Sacred Vesak Festival


Perayaan Hari Raya Waisak 2570 Buddhis berlangsung hangat dan meriah di Kediaman Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia di Jakarta, Jumat (6/6/2026). Mengusung tema “Abhittaretha Kalyane” atau “Let Us Swiftly Unite for the Common Good” (Mari Bersatu dengan Cepat Demi Kebaikan Bersama), acara ini mempertemukan diplomat, tokoh agama, pejabat pemerintah, dan masyarakat umum dalam suasana yang menonjolkan nilai perdamaian, welas asih, serta persahabatan antarbangsa.

Waisak merupakan hari suci yang memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddhartha Gautama Buddha, yakni kelahiran, pencapaian pencerahan, dan Parinibbana. Ketiga peristiwa tersebut diyakini terjadi pada hari purnama yang sama dan diperingati oleh umat Buddha di seluruh dunia sebagai momentum refleksi, pengembangan kebijaksanaan, serta praktik kemurahan hati.

Mengenal Tradisi Waisak Sri Lanka

Dalam sambutannya, Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia, Sashikala Premawardhane, menjelaskan bahwa perayaan di Jakarta dirancang untuk memperkenalkan tradisi Waisak yang hidup dan berkembang di Sri Lanka kepada masyarakat Indonesia.

“Waisak adalah hari paling suci dalam kalender umat Buddha. Hari ini memperingati tiga tonggak penting dalam kehidupan Buddha, yaitu kelahiran-Nya, pencapaian pencerahan, dan Parinibbana-Nya,” ujar Sashikala.

Ia menjelaskan bahwa terdapat dua aspek utama dalam perayaan Waisak. Pertama adalah penghayatan terhadap ajaran Buddha yang menekankan pembebasan dari penderitaan, pelepasan keterikatan, pemurnian pikiran, serta praktik kasih sayang kepada semua makhluk hidup. Aspek kedua adalah pengembangan kebajikan melalui berbagai bentuk persembahan dan kemurahan hati.

“Tradisi seperti meditasi, yoga, dan dansal, di mana makanan serta minuman dibagikan secara gratis, merupakan bentuk praktik kemurahan hati dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Sepanjang malam, para tamu mengikuti sesi meditasi, mendengarkan ceramah Dharma, menikmati lagu-lagu pujian keagamaan, serta mencicipi aneka hidangan khas Sri Lanka yang dibagikan secara cuma-cuma. Tradisi berbagi tersebut dikenal sebagai Dana, salah satu kebajikan utama dalam ajaran Buddha yang menekankan pentingnya memberi tanpa mengharapkan balasan.

Warisan Buddhisme yang Menghubungkan Dua Negara

Perayaan ini juga menjadi pengingat akan hubungan panjang antara Indonesia dan Sri Lanka yang terjalin melalui warisan budaya dan spiritual Buddhisme. Sri Lanka dikenal sebagai salah satu pusat penting tradisi Buddha Theravada di dunia, sementara Indonesia memiliki sejumlah situs Buddhis bersejarah, termasuk Candi Borobudur yang menjadi pusat perayaan Waisak setiap tahun.

Sashikala menegaskan bahwa Sri Lanka memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan ajaran Buddha selama berabad-abad. Menurutnya, para biksu Sri Lanka pada abad pertama sebelum Masehi mengambil keputusan bersejarah untuk menuliskan seluruh Kanon Pali yang sebelumnya diwariskan secara lisan.

“Keputusan tersebut secara efektif menyelamatkan ajaran Buddha dari ancaman kepunahan. Dengan mengubah tradisi lisan menjadi teks tertulis, ajaran Buddha mampu bertahan menghadapi perang, kelaparan, dan perjalanan waktu,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Sri Lanka menjadi negara yang mengusulkan pengakuan Hari Waisak Internasional di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1999. Pengakuan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap kontribusi Buddhisme bagi perdamaian dan kemanusiaan dunia.

Kebahagiaan Berawal dari Pikiran yang Dikelola dengan Baik

Salah satu tamu kehormatan yang hadir adalah Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha. Dalam pidatonya, Giring menyampaikan refleksi pribadi mengenai pengaruh meditasi dalam kehidupannya.

“Saya sering memulai pidato dengan kalimat sederhana, ‘Semoga semua makhluk hidup berbahagia’. Doa ini bukan hanya untuk keluarga atau teman-teman kita, tetapi untuk semua makhluk hidup tanpa pengecualian,” kata Giring.

Ia mengaku telah rutin bermeditasi setiap pagi sejak pandemi Covid-19. Menurutnya, kebiasaan tersebut membantunya memahami bahwa kebahagiaan sering kali berawal dari kemampuan seseorang mengelola pikiran dan perasaannya.

“Melalui pengalaman ini, saya memahami bahwa kebahagiaan sering dimulai dari cara kita mengelola pikiran dan hati. Praktik sederhana ini membuat saya lebih bersyukur, lebih menikmati waktu bersama keluarga, dan melihat hidup dengan lebih jernih,” ujarnya.

Giring juga menilai hubungan Indonesia dan Sri Lanka telah terjalin jauh sebelum lahirnya negara modern melalui pertukaran budaya dan tradisi spiritual. Karena itu, pelestarian warisan budaya dan keagamaan menjadi penting untuk terus diperkuat.

“Peradaban tidak hanya diukur dari apa yang kita bangun, tetapi juga dari nilai-nilai yang kita wariskan kepada generasi mendatang. Salah satu nilai terpenting adalah kemampuan hidup dengan kebijaksanaan, welas asih, dan kesadaran yang lebih mendalam terhadap keterhubungan kita dengan semua makhluk hidup,” katanya.

Menyatukan Kebaikan untuk Masa Depan

Perayaan Waisak di Kediaman Dubes Sri Lanka tidak hanya menjadi peringatan hari suci keagamaan, tetapi juga ruang dialog budaya dan diplomasi yang mempererat hubungan Indonesia dan Sri Lanka. Kehadiran para pemuka agama, diplomat, dan pejabat pemerintah menunjukkan bahwa nilai-nilai universal seperti kasih sayang, toleransi, dan kemurahan hati tetap relevan di tengah berbagai tantangan global.

Sejalan dengan tema “Abhittaretha Kalyane”, perayaan tersebut mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat bekerja bersama demi kebaikan bersama. Melalui ajaran tentang welas asih dan kebijaksanaan, Waisak menjadi pengingat bahwa perdamaian dan harmoni dapat dibangun melalui tindakan sederhana yang membawa manfaat bagi sesama.

baca juga

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.