dipimpin surabaya ini 10 kabupaten kota paling berkelanjutan di indonesia 2025 - News | Good News From Indonesia 2026

Dipimpin Surabaya, Ini 10 Kabupaten/Kota Paling Berkelanjutan di Indonesia 2025

Dipimpin Surabaya, Ini 10 Kabupaten/Kota Paling Berkelanjutan di Indonesia 2025
images info

Kota Surabaya | Unsplash/Puji Nugroho


UI GreenMetric kembali merilis daftar kabupaten/kota paling berkelanjutan di Indonesia tahun 2025. Pemeringkatan ini mengevaluasi tingkat keberlanjutan kabupaten dan kota berdasarkan data yang terukur, transparan, dan dapat diverifikasi secara ilmiah.

Diluncurkan pada tahun 2022 oleh Universitas Indonesia, awalnya pemeringkatan ini hanya diikuti oleh 29 daerah. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah kabupaten/kota yang bergabung pun semakin banyak.

Tahun 2025, UI GreenMetric mencatatkan ada 71 kabupaten/kota dari 23 provinsi di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa semakin banyak daerah Tanah air yang berkomitmen untuk terus mengembangkan upaya keberlanjutan serta pembangunan yang ramah lingkungan.

Daftar 10 Kota/Kabupaten Paling Berkelanjutan di Indonesia 2025

Disadur dari situs resmi UIGreenMetric, berikut adalah 10 kabupaten/kota di Indonesia yang paling berkelanjutan tahun 2025 berdasarkan total skor yang tertinggi:

  1. Kota Surabaya (Jawa Timur): 8122.5
  2. Kota Madiun (Jawa Timur): 8112.5
  3. Kota Semarang (Jawa Tengah): 7972.5
  4. Kota Medan (Sumatra Utara): 7895
  5. Kota Kediri (Jawa Timur): 7497.5
  6. Kota Salatiga (Jawa Tengah): 7180
  7. Kota Banjarbaru (Kalimantan Selatan): 6965
  8. Kabupaten Trenggalek (Jawa Timur): 6932.5
  9. Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah): 6892.5
  10. Kota Magelang (Jawa Tengah): 6732.5

Kota Surabaya berhasil menempati posisi puncak dengan keunggulan pada hampir seluruh kategori penilaian, disusul ketat oleh Kota Madiun. Keberadaan kota-kota dari Jawa Timur dan Jawa Tengah yang mendominasi daftar sepuluh besar ini menunjukkan komitmen kuat dari wilayah tersebut dalam upaya pembangunan yang selaras dengan pelestarian lingkungan.

baca juga

Metodologi dan Penilaian UI GreenCityMetric

Pemeringkatan yang dilakukan UI GreenCityMetric terdiri dari enam kategori utama yang mencakup 41 indikator berkinerja. Berikut adalah rincian kategori dan bobot penilaiannya:

  • Penataan Ruang dan Infrastruktur (19%): Menilai aspek ruang terbuka hijau (RTH), hutan kota, perencanaan tata ruang, hingga infrastruktur pembangunan berkelanjutan.
  • Energi dan Perubahan Iklim (17,5%): Fokus pada efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, kualitas udara, serta ketahanan terhadap risiko bencana.
  • Tata Kelola Sampah dan Limbah (18%): Mengukur kebijakan pengelolaan sampah, sistem daur ulang, keberadaan bank sampah, dan akses sanitasi.
  • Tata Kelola Air (14%): Menilai kualitas air, akses air minum layak, serta infrastruktur air yang mendukung standar sanitasi lingkungan.
  • Akses dan Mobilitas (14,5%): Mengevaluasi kualitas jalan, akses transportasi umum, serta ketersediaan fasilitas bagi pejalan kaki dan pesepeda.
  • Tata Pamong/Governance (17%): Menilai transparansi fiskal, kualitas pelayanan publik, opini audit, sistem digital, dan integritas kelembagaan pemerintah daerah.

Sistem penilaian ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap daerah dievaluasi secara objektif melalui pendekatan berbasis data dan bukti (evidence-based).

Kawan GNFI, uniknya penilaian UI GreenCityMetric ini melibatkan deretan pakar keberlanjutan kota. Ada beberapa akademisi dan praktisi multidisiplin asal Universitas Indonesia dengan keahlian di bidang keberlanjutan kota serta pemerintahan daerah yang terlibat.

Tak hanya itu, proses validasi juga tidak hanya mengandalkan laporan mandiri dari daerah, tetapi juga mengintegrasikan dataset nasional dari berbagai institusi resmi seperti BPS, KLHK, Bappenas, Kemendagri, Kemenkeu, hingga KPK.

Data ini diharapkan dapat mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas tata keloa, layanan publik, infrastruktur, dan lingkungan hidup daerahnya.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.